Jadi Tersangka Kasus Suap, Pengacara Semarang Ngaku Tak Kenal Hakim MA

Pengacara Semarang, Yosep Parera, yang ditangkap KPK atas dugaan kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) mengaku tidak kenal dengan hakim agung.

 Tim kuasa hukum Yosep Parera dan Eko Suparno yang dipimpin Luhut Sagala (tengah), menunjukkan kertas berisi pesan Yosep Parera yang ditulis tangan dalam secarai kertas saat jumpa pers di Rumah Pancasila, Kamis (29/9/2022) sore. (Solopos.com-Ponco Wiyono)

SOLOPOS.COM - Tim kuasa hukum Yosep Parera dan Eko Suparno yang dipimpin Luhut Sagala (tengah), menunjukkan kertas berisi pesan Yosep Parera yang ditulis tangan dalam secarai kertas saat jumpa pers di Rumah Pancasila, Kamis (29/9/2022) sore. (Solopos.com-Ponco Wiyono)

Solopos.com, SEMARANG — Pengacara asal Kota Semarang, Yosep Parera, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan suap hakim Mahkamah Agung (MA) memberikan pernyataan tertulis yang dibacakan kuasa hukumnya kepada awak media di Kota Semarang, Kamis (29/9/2022). Dalam pernyataan tertulis itu, Yosep Parera menyatakan tidak mengenal hakim MA yang juga menjadi tersangka atas kasus tersebut.

Kuasa hukum Yosep Parera dan Eko Suparno, Luhut Sagala, menegaskan kliennya tidak mengenal seorang pun hakim di MA. Hal itu disampaikan Luhut kepada awak media di kantor Yosep Parera, Rumah Pancasila, Jalan Semarang Indah.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Saya kuasa hukum yang ditunjuk Yosep dan Eko, bersama dua orang rekan saya yaitu Ricky dan Imam. Sementara koordinator untuk semua tim kuasa hukum Yosep adalah Henry Ananto yang berkedudukan di Jakarta,” katanya.

Dalam pesan yang ditulis tangan tersebut, Yosep menyampaikan jika dirinya mengaku bersalah dan siap bertanggung jawab, serta akan membantu KPK dalam mengusut kasus yang melibatkannya.

Yosep Parera dicokok KPK pada Kamis (22/9/2022) di kantornya, Jl Semarang Indah. Yosep tertangkap tangan dalam usaha meloloskan kliennya Koperasi Simpan Pinjam Intidana, dari status pailit.

Baca juga: Pengacara Semarang Tersangka Suap MA Beri Pernyataan Tertulis, Begini Isinya

Ada beberapa poin yang ditulis Yosep dalam pesan pada dua carik kertas tersebut. Di antaranya adalah dukungan Yosep terhadap penegakan hukum di Indonesia, serta harapannya agar Indonesia bisa menjadi rumah bersama.

Berikut poin-poin yang disampaikan Luhut, berdasarkan tulisan Yosep Parera:

  1. Saya bersalah saya siap dihukum seberat-beratnya,
  2. Saya tidak kenal Hakim Mahkamah Agung karena yang saya kenal hanya Desi,
  3. Bahwa pembelaan nanti di pengadilan, bukan tentang saya, tapi tentang masyarakat yang susah mendapatkan keadilan dalam penegakan hukum dan keadilan sosial
  4. Saat suara kecil di kota kecil tidak dapat membuka mata, telinga, dan hati kita untuk Indonesia yang lebih baik, maka mungkom saya diutus Tuhan untuk membukanya di ranah nasional agar didengar presiden untuk melakukan pembenahan.
  5. KPK tidak bisa bekerja sendiri, tanpa dukungan masyarakat dan aparatur penegak hukum serta pemerintahan secara bersama dalam sebuah commitment gentlemen agreement yang disepakati secara tertulis.
  6. Menghukum orang dan saling mencaci di rumah Indonesia tidak akan menjadi Indonesia menjadi lebih baik, karena penhalaman saya, yang bersalah justri susah untuk tersentuh.
  7. Tunggu pembelaan saya di pengadilan tentang substansi hukum, sistem birokrasi dan budaya masyarakat yang saling mempengaruhi buruknya penegakan hukum dan keadilan sosial di Indonesia, agar Indonesia menjadi lebih baik.
  8. Ini bukan malapetaka, tetapi berkat dari Tuhan untuk saya bisa bicara di kancah nasional.
  9. Terima kasih kepada KPK untuk ruang yang diberikan kepada saya, ruang ini akan saya gunakan bukan untuk membela diri saya, karena saya memang bersalah tetapi akan saya gunakan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dalam penegakan hukum dan keadilan sosial.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Ini Kronologi Nelayan Rawa Pening Meninggal Tenggelam

      Saat perahu terguling, korban sempat berteriak minta tolong, tetapi karena jarak terdekat dari nelayan lain di luar jangkauan.

      Sedih! Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Pati Bertambah

      Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), bertambah menjadi dua orang pada Kamis (1/12/2022).

      Diduga Korsleting, 3 Kios di Pasar Buah Mlati Kopeng Hangus Terbakar

      Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika H A, membenarkan akan kejadian kebakaran kios buah tersebut, dan pihaknya menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

      Gegara Baling-Baling Perahu Nyangkut Tali, Nelayan Rawa Pening Meninggal Dunia

      Saat di tengah rawa, tiba-tiba baling-baling perahu tersangkut bekas tali pancang beranjang. Perahu terbalik di kedalaman kurang lebih 6 meter

      Pj Wali Kota: Layanan Kesehatan RSUD Salatiga Harus Maksimal dan Lebih Ramah

      Pada Desember ini RSUD Salatiga akan menggelar survei akreditasi agar bisa mempertahankan akreditasi paripurna.

      Intiyas Utami, Serba Pertama dari Guru Besar hingga Rektor Perempuan di UKSW

      Rektor UKSW Intiyas Utami merupakan guru besar perempuan pertama UKSW pemegang sertifikat internasional Qualified Auditor Internal dan Certified Management Accountant.

      Banjir Bandang Akibatkan 1 Orang Meninggal dan 146 Warga di Pati Dievakuasi

      Banjir bandang yang melanda dua desa pada dua kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 146 orang dievakuasi.

      Cabul! Pria di Tegal Rudapaksa Bocah Perempuan saat Tidur

      Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), tega melakukan perbuatan rudapaksa terhadap bocah perempuan berusia 13 tahun yang tengah tidur.

      Seharian Hujan Lebat, 3 Kecamatan di Pati Tergenang Banjir Bandang

      Sejumlah desa di tiga kecamatan pada Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) diterjang banjir bandang pada Rabu (30/11/2022).

      Resmi! Intiyas Utami Jabat Rektor UKSW 2022-2027

      Prof Intiyas Utami resmi menjabat sebagai Rektor UKSW Salatiga untuk periode 2022-2027.

      Foto Sosok Dheo Daffa, Pembunuh Keluarga di Magelang Beredar di Medsos

      Foto sosok pelaku pembunuhan keluarga di Magelang, Dheo Daffa, beredar dan viral di media sosial atau medsos.

      Ternyata! DD Magelang Beri Dawet Campur Racun ke Orang Lain Selain Keluarga

      DD atau Dheo Daffa Syahdilla, anak yang bunuh keluarga dengan racun ternyata juga memberikan racun dicampur minuman dawet ke orang lain.

      Dampak Perang Rusia, Ekspor Udang Cilacap ke Eropa Drop

      Krisis Eropa akibat perang Rusia turut dirasakan petambak udang di Cilacap di mana permintaan ekspor menurun.

      Baznas Susun Strategi Entaskan Kemiskinan dengan Zakat di UIN Semarang

      Baznas menggelar Konferensi Zakat Indonesia ke-6 atau The 6th ICONZ di Auditorium UIN Walisongo, Kota Semarang, Jateng.

      UMK Kudus 2023 bakal Naik 6,5%, Jadi Rp2,5 Juta

      Bupati Kudus, HM Hartopo, memberikan sinyal kenaikan UMK Kudus pada 2023 kemungkinan mencapai 6,5% atau menjadi Rp2,5 jutaan.