Jadi Tempat Ngumpul PGOT, Rumah di Gembongan Kartasura Disegel

Satu rumah kosong di kawasan Gembongan, Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, disegel Satpol PP karena jadi tempat berkumpul PGOT.

 Petugas menyegel rumah di Gembongan, Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo, yang dijadikan tempat nongkrong PGOT. Foto dirilis Rabu (8/12/2021). (Istimewa/Satpol PP Sukoharjo)

SOLOPOS.COM - Petugas menyegel rumah di Gembongan, Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo, yang dijadikan tempat nongkrong PGOT. Foto dirilis Rabu (8/12/2021). (Istimewa/Satpol PP Sukoharjo)

Solopos.com, SUKOHARJO — Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Sukoharjo menyegel rumah kosong di wilayah Gembongan, Desa Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, yang dijadikan tempat ngumpul dan tidur PGOT (pengemis, gelandangan, dan orang terlantar).

Saat penyegelan yang berlangsung pada Selasa (7/12/2021) sore itu, personel Satpol PP Sukoharjo didampingi Polsek Kartasura dan Koramil Kartasura serta warga sekitar. Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Sukoharjo, Karyono, mengatakan sebelumna banyak laporan masuk dari masyarakat mengenai rumah yang dijadikan tempat berkumpul PGOT.

Baca Juga: 23 Adegan Rekonstruksi Ungkap Proses Pembuangan Bayi Nguter Sukoharjo

“Rumahnya itu kondisinya kosong. Karena itu dijadikan pangkalan [tempat nongkrong] mereka [PGOT]. Masyarakat resah dengan itu dan akhirnya kami putuskan untuk menyegel,” jelasnya kepada Solopos.com, Rabu (8/12/2021).

Karyono mengatakan para PGOT di Gembongan, Kartasura, itu mengaku sudah meminta izin kepada pemilik rumah untuk menggunakan tempat tersebut. Namun, berdasarkan kesaksian ketua RT setempat, tidak ada izin yang diberikan kepada PGOT untuk menggunakan tempat itu.

Baca Juga: Akui Salah, Bakul Tengkleng Viral Solo Baru Mulai Benahi Cara Berjualan

“Informasinya sudah izin pemilik rumah tapi Pak RT bilang tidak ada yang menghubunginya terkait izin penggunaan rumah itu. Makanya akhirnya disegel saja,” bebernya.

Selain menyegel rumah, petugas juga menciduk 15 orang PGOT yang terdiri dari anak jalanan, pengamen, badut jalanan, dan gelandangan dan mengamankan alat ngamen. Sebanyak 15 PGOT tersebut kemudian dibawa ke Kantor Kecamatan Kartasura untuk didata dan diberi pembinaan.

Baca Juga: Paguyuban PKL Solo Baru Beri Saran Perbaikan ke Bakul Tengkleng Viral

Berdasarkan hasil pendataan, diketahui PGOT tersebut bukan merupakan warga KTP Sukoharjo. “Beberapa mengaku orang Solo. Mereka itu sudah lama beroperasi di lampu merah Kartasura. Jadi kalau mengulangi perbuatan mereka lagi akan kami lakukan operasi gabungan besar-besaran untuk menciduk mereka. Kami juga tidak akan segan mengirim mereka ke rumah singgah atau panti biar ada efek jeranya,” jelasnya.

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Anggota DPRD Solo Beri Pesan Begini soal Penataan Selter PKL Manahan

Anggota DPRD Solo memberikan pesan terkait rencana penataan PKL di selter sekitar Stadion Manahan untuk mendukung Solo sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Hall di Pedaringan Solo Sempat Ditawarkan ke Investor Senilai Rp124,5 M

Gedung Solo Convention - Exhibition Hall berkapasitas sampai 15.000 orang yang akan dibangun di Pedaringan, Jebres, pernah ditawarkan lewat ajang Solo Investment Forum senilai Rp124,5 miliar.

KSP Sejahtera Bersama, Bagi Hasil 10% hingga Raih Penghargaan Presiden

KSP Sejahtera Bersama Klaten menggaet ribuan nasabah dengan menawarkan sistem bagi hasil yang menggiurkan, hingga 10 persen.

Geruduk KSP Sejahtera Bersama Klaten Lagi, Nasabah Ancam Lapor Polisi

Nasabah akan menempuh jalur hukum setelah dana yang mereka simpan di KSP Sejahtera Bersama Klaten tak kunjung cair.

Penyebab Truk Ngglondor Hantam Kontainer di Tanjakan Keboan Boyolali

Evakuasi truk yang terlibat kecelakaan sempat mengalami kendala karena barang bawaan truk tronton tidak mudah dievakuasi dan terkendala cuaca.

Komunitas Isuzu Panther Soloraya Jadi Duta Wisata Karanganyar

Komunitas Isuzu Panther Soloraya menjadi duta wisata yang membantu mempromosikan tempat-tempat pariwisata Karanganyar.

Atit Novitasari Berpulang, Klaten Kehilangan 16 Kades Aktif

Sebelum kades Glagahwangi, Atit Novitasari, meninggal dunia, jumlah kades aktif yang meninggal dunia telah mencapai 15 orang.

Gibran Dilaporkan ke KPK, Legislator DPRD Solo: Laporkan Balik

Wakil Ketua DPRD Solo Taufiqurrahman menilai perlu untuk Gibran dan Kaesang yang telah dilaporkan ke KPK untuk melaporkan balik si pelapor.

Sampah Kayu di Kali Buntung Sukoharjo Bersih Usai Dikeruk Alat Berat

Proses pengerukan sampah kayu di Jembatan Cendini selama sekitar tiga jam dan akhirnya aliran air Kali Buntung kembali lancar.

Kabar Duka, Kades Glagahwangi Klaten Berpulang pada Usia 41 Tahun

Kades Glagahwangi, Polanharjo, Klaten, Atit Novitasari, meninggal dunia di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, Selasa (18/1/2022) pukul 09.00 WIB.

Soal Bank Sampah di Tiap RW untuk Papi Sarimah, DLH Solo: Dikaji Dulu!

Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Solo menyatakan perlu dikaji dulu soal usulan satu bank sampah di tiap RW untuk mendukung program Papi Sarimah.

Ketimpangan Pengeluaran dan Pengaruh Buta Huruf Terhadap Kemiskinan

Angka ketimpangan pengeluaran dan rasio angka buta huruf dan pengaruhnya terhadap kemiskinan.

Ternyata Ada Jembatan Amien Rais di Klaten, Ini Lokasinya

Jembatan itu kerap disebut dengan nama Jembatan Amien Rais lantaran pengecoran jembatan dilakukan warga memanfaatkan gelontoran bantuan dari tim Amien Rais kala menjadi capres pada Pilpres 2004.

Overpass DI Pandjaitan Diharap Kelar Sebelum Rel Layang Joglo Dimulai

Dishub Solo berharap pengerjaan peninggian overpass di Jl DI Pandjaitan, Ngemplak, Banjarsari, bisa selesai sebelum rel layang Joglo dan perbaikan viaduk Gilingan dimulai.

Kejari Karanganyar Tuntut 2 Pelaku Kekerasan Seksual Bayar Ganti Rugi

Kejari Karanganyar tahun ini menuntut dua terdakwa kasus kekerasan seksual dengan membayar ganti rugi (restitusi) kepada korban selain menuntut hukuman penjara dan denda.