Kategori: Solo

Jadi Sukarelawan Pengantar Jenazah Covid-19 Solo, Di-Bully dan Dikucilkan Sudah Biasa Bagi Hananto


Solopos.com/Ichsan Kholif Rahman

Solopos.com, SOLO -- Sukarelawan pengantar jenazah Covid-19 asal Pucangsawit, Jebres, Solo, Hananto, 38, mengaku sudah terbiasa mendapat perlakuan tidak mengenakan selama enam bulan terakhir.

Bully, pengucilan, bahkan kerap diminta tak datang pada acara warga lingkungan tempat tinggalnya ia terima dengan lapang dada.

Hananto sadar, aktivitasnya sebagai pengantar jenazah pasien Covid-19 membuatnya rawat terpapar dan bisa menjadi pembawa virus tersebut. Namun kalaupun kemungkinan terburuk terjadi yakni ia akhirnya tertular Covid-19, Hananto mengaku akan tetap bangga dengan pekerjaannya.

Kuliah Perdana UNS Solo Via Zoom: Mahasiswa Harus Kuasai 16 Keterampilan, Apa Saja?

Terpapar virus corona, bagi Hananto menunjukkan ia benar-benar bekerja menjalankan tugasnya sebagai pengantar jenazah Covid-19.

"Meskipun saya mendapat bully setiap datang ke lingkungan saya biasa saja. Diminta tidak datang ke acara ya biasa saja. Niat saya baik, kalau suatu saat terpapar [Covid-19], Tuhan bersama saya. Mau bicara apa saja mangga, saya bekerja, tidak duduk-duduk saja" papar Hananto kepada Solopos.com melalui sambungan telepon, Selasa (1/9/2020).

Jadikan Motivasi

Hananto menambahkan pengucilan dirinya pada setiap tongkrongan karena rekan-rekannya menganggapnya membawa virus justru ia jadikan motivasi untuk selalu waspada dalam bertugas.

45 Warga Lansia Sukoharjo Terkonfirmasi Covid-19, Lebih Banyak Ketimbang Anak-Anak dan Remaja

Kuncinya, kata Hananto, adalah mengawali kegiatan dengan berdoa dan jangan sampai abai pada safety ketika bertugas sebagai pengantar jenazah Covid-19.

Pesan penyemangat dari keluarga untuk Hananto saat bertugas mengantar jenazah pasien Covid-19 di Solo. (Istimewa)

Hananto bersyukur sejak bertugas pada Maret lalu ia dua kali rapid test dan sekali swab test hasilnya selalu negatif Covid-19.

"Setiap saya melangkah untuk menolong orang dan ikhlas pasti memperoleh bantuan Tuhan. Kalau ada jenazah pasien Covid-19 tidak ada yang mau mengubur terus bagaimana? Setiap kali bertugas saya minta keselamatan kepada Tugan, dan hingga saat ini saya baik-baik saja," papar Hananto.

6 Parpol Nonparlemen Pastikan Dukung Joswi Maju Pilkada Sukoharjo 2020

Hananto mengakui selama enam bulan menjadi pengantar jenazah Covid-19, suara-suara tidak enak masih kerap terdengar sampai telinganya. Namun, ia memilih mendengarkan dukungan yang terus-menerus dari keluarganya.

Semula keluarga Hananto juga mengkhawatirkan dengan pilihan hidup Hananto. Namun, seiring berjalannya waktu, keluarga pun akhirnya mendukung.

Menurutnya, kekhawatiran itu karena pandemi virus corona jelas berbeda dengan pengalaman Hananto saat mengevakuasi jenazah korban bencana alam.

Tambah 18 Kasus Baru, Ini Data Terkini Covid-19 Solo

Mengisolasi Diri

"Kalau saya mengevakuasi jenazah korban bencana itu jelas terlihat. Tapi ini jenazah Covid-19, virusnya tidak terlihat. Saya beri pengertian ke istri saya bahwa seluruhnya akan baik-baik saja dengan doa," imbuhnya.

Selama menjadi pengantar jenazah Covid-19, Hananto mengaku pernah tidak pulang ke rumah pada Maret, April, dan Mei. Ia memilih mengisolasi diri seusai mengantarkan jenazah karena khawatir dengan keselamatan keluarganya.

Namun, kini istri Hananto sudah terbiasa dengan tugas sang suami. Bahkan, keluarga kecilnya juga terbiasa jika tiba-tiba ia meninggalkan keluarganya saat sedang makan bersama karena tiba-tiba ada panggilan tugas mendadak.

Gubernur Ganjar Godain Anya Geraldine Saat Nongkrong Solo, Eh... Gibran Tiba-Tiba Nimbrung!

Keluarganya juga sudah terbiasa saat kendaraannya harus putar balik saat menuju lokasi wisata karena ada panggilan mengantar jenazah.

Bahkan, mereka bisa menerima saat waktu libur Hananto tiba-tiba membatalkan karena panggilan tugas. Padahal, tugas itu bisa berlangsung mulai pagi hingga pagi lagi.

Tak jarang, saat para warga hendak memulai beraktivitas pagi hari, Hananto baru selesai bertugas.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih