Jadi Simpanan Pangeran Arab Saudi, Wanita Ini Dijatah Rp57 Juta/Hari

Wanita cantik dan seksi ini disebut-sebut sebagai simpanan pangeran Arab Saudi yang dapat jatah jajan Rp57 juta per hari.

 Yana Orfeeva, waniya yang disebut-sebut sebagai simpanan Pangeran Arab Saudi. (Instagram/@yana.orfeeva)

SOLOPOS.COM - Yana Orfeeva, waniya yang disebut-sebut sebagai simpanan Pangeran Arab Saudi. (Instagram/@yana.orfeeva)

Solopos.com, RIYADH — Seorang model asal Ukraina, Yana Orfeeva, disebut-sebut menjadi wanita simpanan Pangeran Arab Saudi. Wanita berusia 22 tahun itu kabarnya sudah dua tahun tinggal bersama sang pangeran.

Hidup sebagai wanita simpanan keluarga kerajaan tentu saja membuat Yana kaya raya. Dikutip dari Daily Star, Selasa (7/12/2021), Yana mengantongi uang sebesar US$30.000 atau sekitar Rp540 juta setiap pekan. Artinya dalam sehari dia mendapatkan jatah uang jajan senilai Rp57 juta.

Selain uang jajan rutin, sang pangeran Arab Saudi itu dikabarkan memberi bayaran tunai kepada wanita simpanannya senilai Rp1,8 miliar. Dia juga mendapatkan sejumlah fasilitas mewah dan sering diajak bepergian keliling dunia.

Baca juga: Arab Saudi Butuh Lebih Banyak TKI, Tertarik?

Dikutip dari Okezone.com, sebelum menjadi wanita simpanan Pangeran Arab Saudi, Yana diketahui bekerja sebagai blogger dan model di Kota Cherkasy, Ukraina. Sayangnya tidak banyak informasi yang diperoleh tentang kehidupan pribadi wanita bernama asli Vasilenko itu.

Beberapa sumber menyebutkan jika klien pertama Yana adalah Putra Mahkota Arab Saudi. Dia dikabarkan banyak menghabiskan waktu dengan sang pangeran untuk mendampingi ke berbagai acara.

Baca juga: Megahnya, Ini Rumah Termahal di Dunia Milik Pangeran Arab Saudi

Selama menjadi simpanan pangeran Arab Saudi, Yana yang disebut mendapatkan bayaran fantasitis itu memiliki koleksi mobil mewah. Dia sering memperlihatkan koleksi mewahnya di media sosial.

Yana juga dikabarkan membawa uang senilai Rp58 miliar saat pulang kampung. Dengan uang itu dia membeli beberapa apartemen mewah di ibu kota Ukraina dan perumahan di Moskow.

Uang itu selayaknya pesangon yang diberikan karena Yana mengalami rotasi seperti hareem lainnya.

Berita Terkait

Espos Plus

Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Berita Terkini

Wow, Pebisnis Ini Sedekah Perusahaan kepada Ustaz Yusuf Mansur

Ia menyedekahkan perusahaan miliknya PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) untuk Pondok Pesantren Darul Quran melalui Yusuf Mansur

Faisal Basri Bakal Gugat UU Ibu Kota Negara

Faisal Basri menilai pengesahan UU IKN tergesa-gesa.

Kasus Omicron Melonjak, Ini Pesan Presiden Jokowi

Jokowi mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap varian Omicron tetapi tidak perlu bereaksi berlebihan.

Sosok Sabdo Palon, Tokoh yang Dikenal Sebagai Penguasa Tanah Jawa

Inilah sosok Sabdo Palon yang dikenal sebagai tokoh penguasa Tanah Jawa.

+ PLUS Jaksa Ajukan Banding, Jurnalis Tempo Masih Dilindungi LPSK

Jurnalis Tempo di Kota Surabaya, Jawa Timur, Nurhadi, hingga kini masih dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Jaksa penuntut umum mengajukan banding atas vonis terhadap dua polisi penganiaya Nurhadi.

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$35,34 M, Tertinggi Sejak 2006

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut neraca perdagangan Indonesia pada 2021 mengalami surplus tertinggi sejak 2006 atau 15 tahun lalu.

Kapolri Impikan Polisi Punya Kemampuan Auditor Keuangan

Kapolri menyebutkan, pentingnya pemberian sertifikat CSFA untuk para perwira menengah dan perwira pertama Polri agar memiliki kemampuan untuk melakukan audit.

Ahli Kepolisian: Penembakan Anggota Laskar FPI Seusai Prosedur

Penembakan empat anggota FPI yang dilakukan oleh dua polisi di Tol KM 50 tidak menyalahi prosedur karena insiden itu masuk kategori situasi ekstrem.

Kisah Dibalik Perubahan Nama Yusuf Mansur, Sama-Sama 2 Kali Dipenjara

Yusuf Mansur membeberkan kisah dibalik perubahan namanya dari Jam'an Nurchotib Mansur menjadi Yusuf Mansur, yakni sama-sama pernah dua kali dipenjara.

Gempa Afghanistan Telan Korban 22 Nyawa

Korban meninggal akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Provinsi Badghis, Afghanistan bertambah menjadi 22 orang, Selasa (18/1/2022).

Vaksin Merah Putih Jadi Prioritas Badan Riset Negara

Vaksin Merah Putih menjadi salah satu jenis vaksin yang diharapkan menjadi vaksin yang dihasilkan oleh anak bangsa.

Perempuan Depresi Turun dari Menara Setelah Kapolsek Panggil "Sayang"

Melalui alat pengeras suara (toa), Kompol Manapar bereaksi dan mengucapkan, 'Sayang ayo turun", sebanyak dua kali, untuk membujuk Julidar.

+ PLUS Periode Maret-September 2021, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Menurun

Tingkat ketimpangan atau pengeluaran masyarakat di tingkat nasional yang diukur oleh rasio Gini pada Maret 2021 dan pada September 2021 menunjukkan penurunan.

Miris, Umrah Batal Gara-Gara Investasi ke Yusuf Mansur Menguap

Padahal, uang tabungan tersebut sengaja mereka investasikan dengan harapan hasilnya bisa dipakai untuk biaya umrah orang tua mereka.

Vonis Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat, Akan Lebih Ringan atau Mati

Vonis Komisaris PT TRAM, Heru Hidayat, terdakwa kasus korupsi dana investasi PT Asabri akan sesuai tuntutan atau lebih ringan tergantung keputusan Pengadilan Tipikor Jakarta Selasa (18/1/2022).

Tsunami Tonga Disebut Ledakan Satu Kali dalam Ribuan Tahun

Tsunami di kepulauan Tonga yang disebabkan oleh letusan gunung berapi pada Minggu (16/1/2022), disebut ilmuwan sebagai once in a thousand years atau ledakan satu kali dalam ribuan tahun.