Jadi Sentra Bisnis, Desa Madegondo Sukoharjo Ingin Warganya Tetap Guyub

Meskipun terbilang banyak pendatang yang berdomisili maupun menetap di Desa Madegondo, tingkat keamanan desa masih terbilang kondusif.

 Balai Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. (Solopos/Magdalena Naviriana Putri)

SOLOPOS.COM - Balai Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. (Solopos/Magdalena Naviriana Putri)

Solopos.com, SUKOHARJO — Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Sukoharjo yang dilirik investor untuk pengembangan bisnis. Di tengah geliat perekonomian di wilayah desa yang masuk kawasan Solo Baru itu, Kepala Desa Madegondo, Marzuki, tak menginginkan warganya berubah menjadi individualistis atau patembayan.

“Harapannya tetap jadi desa makmur, berkecukupan pangan, sandang dan papan dan tetap menjadi desa paguyuban meskipun dalam lingkungan perkotaan,” katanya saat dijumpai Solopos.com di kantornya, Senin (27/6/2022).

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Di Desa Madegondo saat ini terdapat bank, dealer mobil dan sepeda motor, perusahaan multi finance, hingga perguruan tinggi yang baru saja didirikan di wilayah setempat. Selain itu ada pula fasilitas hiburan seperti mal, hotel, pusat perbelanjaan.

Marzuki mengatakan dalam perkembangannya, Desa Madegondo turut mendapat dampak perekonomian akibat pembangunan itu. Warga setempat banyak yang menjadi pedagang dengan memanfaatkan keramaian lalu lintas dan padatnya aktivitas di wilayah setempat.

“Memang mendongkrak, lumayan ya, karena berjajar ruko-ruko jadi bisa mendongkrak perekonomian warga desa. Kalau malam bahkan siang juga ada pasti banyak ditemukan pedagang kaki lima atau hik yang buka di daerah sini,” kata dia.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Solo Baru Dibangun di Madegondo Sukoharjo

Meskipun terbilang banyak pendatang yang berdomisili maupun menetap di kawasan itu, menurutnya tingkat keamanan desa masih terbilang kondusif. Sementara dalam tingkat desa dia menyebut baru saja membuat BUMDes untuk menjembatani potensi desa yang ada.

“Kalau untuk BUMDes lebih ke makanan sementara ini, karena potensinya di situ dan juga menaungi UMKM. Tapi kalau untuk membuat kebutuhan pokok semacam toko atau lainnya kami jelas kalah dengan yang sudah ada seperti mal dan pusat perbelanjaan lain,” jelasnya.

kepala desa madegondo sukoharjo
Kepala Desa Madegondo, Grogol, Sukoharjo, Marzuki, saat diwawancara di kantornya, Senin (27/6/2022). (Solopos-Magdalena Naviriana Putri)

BUMDes di Desa Madegondo sendiri baru berjalan sejak 2021. Ke depan, Marzuki telah mengagendakan pengelolaan sampah di kawasan setempat untuk di kelola BUMDes, bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang ada. Mengingat lahan di desanya kini tak banyak sehingga pengelolaan sampah juga menjadi PR tersendiri.

Punya Fasilitas Komplet

Pendidikan di kawasan Madegondo terbilang komplet lantaran fasilitas pendidikan jenjang SD hingga perguruan tinggi ada di wilayah itu. Seperti SD Negeri Madegondo 01, SD Negeri Madegondo 03, SD Tarakanita, SMP Tarakanita, SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo, SMK Saraswati dan terbaru Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) Sugeng Hartono untuk tingkat perguruan tinggi.

Baca juga: Wahana Permainan dan Kuliner Sentra Market Solo Baru Ramai Pengunjung

Sementara dalam bidang kesehatan Desa Madegondo juga tidak perlu khawatir mengingat akses ke rumah sakit terbilang mudah dan dekat. Lebih lanjut, Marzuki mengatakan kini tak lagi ada warga yang terpapar Covid-19 di desanya, walaupun memang pandemi belum dinyatakan usai.

Sementara itu, warga setempat, Ria, 28, mengatakan senang dengan pertumbuhan desa, mengingat beberapa fasilitas dan akses menjadi lebih mudah. Tak hanya itu menurutnya perekonomian menjadi lebih berkembang.

“Ya sekarang jadi apa-apa mudah dan dekat ga perlu harus jauh-jauh. Kalau perekonomian sekarang, paling pada jualan itu. Jadi nambah lahan pekerjaan kan. Kecuali kalau mau beli tanah nah itu baru susah. Di sini paling sudah mahal,” katanya saat berbincang di depan kantor kecamatan.

Baca juga: Pemkab Sukoharjo Larang Pembangunan Holywings Solo Baru Sebelum Ada PBG

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Komunikasi dan Sinergi Kunci Menghadapi Ancaman Krisis Pangan

      + PLUS Komunikasi dan Sinergi Kunci Menghadapi Ancaman Krisis Pangan

      Sinergi yang kuat dan komunikasi efektif menjadi unsur penting dalam upaya mempercepat diseminasi informasi melalui kanal milik instansi pemerintah untuk menghadapi ancaman krisis pangan.

      Berita Terkini

      Harga Tepung Terigu Naik, 1 Porsi Mi Ayam Wajan Wonogiri Jadi Segini

      Kenaikan harga tepung terigu secara bertahap membuat sejumlah pengusaha kuliner mesti memutar otak.

      Rudy Buka Lomba Paduan Suara PDIP Solo, Hadiahnya Rp40 Juta Lur!

      Eks Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo membuka lomba paduan suara yang digelar DPC PDIP Solo berhadiah total Rp40 juta.

      Songsong Generasi Emas, 34 Sekolah di Jateng Ikuti Program Gesid

      Danone Indonesia bersama Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Surakarta melakukan kick off program Generasi Sehat Indonesia (Gesid) di Kabupaten Klaten, Kabupaten Magelang, dan Kota Semarang.

      Seru! Lomba Mewarnai & Fashion Show Anak di Sragen, Biar Tambah PD

      Seratus anak mengikuti lomba mewarnai dan fashion show di Front One Hotel Sragen pada Minggu (14/8/2022).

      Begini Cara Tukang Pungut Sampah di Sragen Peringati HUT ke-77 RI

      Para pemungut sampah di Sragen tergabung dalam Paguyuban Lingkungan Asri (PLA) bersama Lazismu Sragen memiliki cara unik memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 RI.

      Tak Cuma Penjual, Pembeli Lahan Bong Mojo Solo juga Bisa Dijerat Pidana

      Tak hanya penjual, warga yang membeli lahan milik Pemkot Solo di Bong Mojo, Jebres, juga bisa dijerat KUHP maupun perdata.

      Harga Tepung Terigu di Wonogiri Tembus Rp265.000 per Sak, Penyebabnya?

      Harga tepung terigu di Kabupaten Wonogiri menembus Rp265.000 per atau per 25 kilogram (kg).

      Kloter Terakhir Tiba di Debarkasi Haji Solo, 1 Orang Masih Tertahan

      Kloter terakhir atau kloter 43 jemaah haji telah tiba di Debarkasi Solo, tapi masih ada satu orang anggota jemaah haji yang tertinggal di Tanah Suci karena sakit.

      Gulma Tumbuh Subur di WGM Wonogiri, Ini Dampaknya

      Jumlah gulma di perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri semakin bertambah dari tahun ke tahun.

      Begini Kemeriahan Siswa SMPN 2 Sambirejo Sragen Peringati HUT ke-77 RI

      Ratusan siswa di SMPN 2 Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan RI dengan menyelenggarakan lomba-lomba dan kegiatan lain. 

      Bisnis Hotel di Sragen Berkembang, Begini Kata Pelaku Usaha

      Kamar hotel di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah bertambah 45 unit dalam kurun waktu satu tahun terakhir. 

      Loncat ke Sungai Bengawan Solo, 1 Orang di Sragen Hilang

      Satu orang dilaporkan hilang akibat meloncat ke aliran Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Gesi, Sragen.

      Jalan Ngargoyoso Rusak, Pemkab Karanganyar Didesak segera Perbaiki

      Kalangan pelaku usaha wisata di wilayah Ngargoyoso, Karanganyar mendesak Pemkab Karanganyar membenahi infrastruktur jalan.

      Lokasi Tawangmangu Baru, Surganya Wisata Kuliner Internasional

      Tawangmangu Baru dipersiapkan sebagai destinasi wisata kuliner bertaraf internasional.

      Jalan Tembus Tawangmangu-Sarangan Disulap Jadi Tempat Wisata Kuliner

      Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menyulap jalan tembus Tawangmangu-Sarangan sebagai destinasi wisata kuliner pada Senin (15/8/2022).