Jadi Pusat Baru, Begini Mengerikannya Wabah Covid-19 di Brazil
Proses penguburan jasad Covid-19 di Vila Formosa, Sao Paulo, Brazil, 22 Mei 2020. (Reuters/Amanda Perobelli)

Solopos.com, RIO DE JENEIRO - Brazil mencatat angka infeksi virus corona Covid-19 tertinggi dalam satu pekan terakhir. Brazil kini menjadi episentrum baru penyebaran virus corona Covid-19.

Imbau Tak Salat Idulfitri di Masjid, Kepala Desa Dianiaya Jemaah

Brazil melaporkan 965 kematian harian akibat virus corona baru pada Sabtu (23/5/2020) ditambah 125 pada Minggu (24/5/2020). Angka kematin total di Brazil kini sudah menyentuh 22.165 jiwa.

Di Sao Paulo, kota terparah dilanda corona, video yang mengambil gambar dari atas memperlihatkan barisan galian terbuka di Pemakaman Formosa. Pihak pemakaman itu berpacu untuk memenuhi tuntutan atas banyaknya jasad yang harus dikubur.

Presiden Jair Bolsonaro secara luas dikritik karena penanganannya terhadap wabah dan juga sedang berada di pusat krisis politik yang mendalam.

Viral, Rekaman Kades di Buol Dihajar Gara-Gara Larang Salat Id Berjemaah

Jumlah kasus infeksi dan kematian yang sebenarnya mungkin lebih tinggi dari angka yang diperkirakan. Hal ini karena negara Amerika Latin dengan perekonomian tertinggi itu lamban untuk meningkatkan pengujian corona.

Wabah itu sedang melaju. Pada Senin, Brazil menyalip Inggris menjadi negara ketiga dalam jumlah infeksi tertinggi. Brazil melewati Rusia pada Jumat namun tak mungkin segera melewati AS.

Negara dengan perekonomian tertinggi dunia itu mencatat lebih dari 1,5 juta kasus corona. Sejak wabah mulai, Bolsonaro kehilangan dua menteri kesehatan, setelah menekan mereka untuk mempromosikan pemakaian awal obat antimalaria seperti chloroquine dan hydrochloroquine.

Dijaga Ketat, 15 OTG Klaster Gowa Sragen Rayakan Lebaran di Gedung SMS

Beberapa pakar kesehatan masyarakat terkemuka juga meninggalkannya. Banyak yang digantikan oleh prajurit. Pada Rabu, Menteri Kesehatan Sementara Eduardo Pazuello, jenderal pasukan bersenjata yang berdinas aktif, mengeluarkan pedoman baru untuk menggunakan chloroquine dan hydrochloroquine untuk kasus-kasus ringan.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho