Jadi Primadona, Segini Harga Rumah di Karangmalang Sragen

Karangmalang menjadi kecamatan dengan pertumbuhan perumahan tertinggi di Kabupaten Sragen diikuti Gemolong. Harga rumah di Karangmalang bisa dibilang tak lagi murah.

 Foto salah satu rumah di Karangmalang, Sragen, yang dijual di situs jual beli. (olx.co.id)

SOLOPOS.COM - Foto salah satu rumah di Karangmalang, Sragen, yang dijual di situs jual beli. (olx.co.id)

Solopos.com, SRAGEN — Wilayah Kecamatan Karangmalang kini menjadi incaran para pengembang properti untuk membangun perumahan di Kabupaten Sragen. Harga rumah di Karangmalang pun kini sudah tidak lagi bisa dibilang murah.

Karangmalam menjadi primadona untuk dijadikan kawasan permukimam karena lokasinya yang dekat wilayah Ibu Kota Kabupaten Sragen. Sehingga akses ke fasilitas ekonomi, kesehatan, dan pemerintahan relatif dekat dan mudah.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Mengacu situs jual beli olx.co.id, Kamis (4/8/2022), rumah satu lantai dengan luas bangunan 52 m2 dan luas tanah 68 m2 di Kroyo, Karangmalang harganya dibanderol Rp285 juta. Ini adalah harga rumah baru.

Sementara harga rumah di Perumahan Sukolelo Tentram di Karangmalang dengan luas bangunan 55 m2 dan luas tanah 90 meter persegi dibanderol Rp350 juta. Bangunan baru itu terdiri dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

Baca Juga: Karangmalang Jadi Primadona Bagi Pengembang Perumahan di Sragen

Ada pula harga rumah yang ditawarkan lebih tinggi yakni di Perumahan Griya Sukowati Asri di Plumbungan, Karangmalang. Di sini, rumah dengan bangunan 45 m2 dan tanah 266 m2 dihargai Rp609 juta.

Sementara informasi dari rumah123.com, harga rumah di Kroyo, Karangmalang dengan luas bangunan 40 m2 dan tahan 70 m2 dijual Rp343 juta.

Seperti diketahui Karangmalang menjadi kecamatan dengan angka pertumbuhan perumahan tertinggi di Kabupaten Sragen. Baru di belakangnya ada Gemolong.

Pada 2021, dari 26 lokasi perumahan baru, 10 di antaranya berada di Karangmalang. Di wilayah Kecamatan Sragen hanya tiga lokasi perumahan.

Baca Juga: Ini Dia Kecamatan Paling Ramai dan Sepi di Sragen

Meskipun secara luasan lebih besar Gemolong, tetapi dari jumlah lokasi perumahan masih lebih banyak di Karangmalang. Pertumbuhan perumahan di Gemolong hanya tiga lokasi selama 2021, tetapi setiap lokasinya hampir mencapai 2 hektare.

Di 2022, pertumbuhan perumahan terbanyak masih di Kecamatan Karangmalang. Dari 17 lokasi perumahan baru, 10 lokasi di antaranya berada di wilayah Kecamatan Karangmalang, terutama di Kelurahan Pelemgadung, Kelurahan Kroyo, Desa Puro, dan Desa Jurangjero.

“Sementara dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan perumahan terbanyak berada di wilayah Kecamatan Karangmalang,” jelas Kabid Perumahan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Tata Ruang (Disperkimtaru) Sragen, Puji Lestari.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Bandit Sosial Marak Terjadi di Klaten Tahun 1870-1900, Apa Itu?

      Istilah bandit mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat.

      Sambut HUT RI, Warga Binaan LP Kelas II B Klaten Lomba Makan Kerupuk

      Warga binaan pemasyarakatan (WBP) LP Kelas II B Klaten mengikuti aneka lomba di LP setempat, Jumat (5/8/2022).

      Pengumuman! Besok Pagi Hindari Simpang Joglo Solo, Ada Penutupan 1 Jam

      Bakal ada penutupan jalan kawasan Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo, selama satu jam pada Rabu (10/8/2022) pagi.

      Bakar Daun Siang-Siang, Warga Perumahan di Jaten Karanganyar Waswas

      aksi bakar-bakar daun kering oleh warga di Desa Papahan, Tasikmadu, bikin warga lain di Perumahan, Desa Jati, Jaten, Karanganyar waswas. Mereka lantas meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

      Ada Raden Bagus Munyul di Situs Pringgoloyo Zaman Megalitikum Klaten

      Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diyakini menyimpan kawasan diduga situs peninggalan zaman megalitikum atau masa prasejarah.

      Pasar Hewan di Karanganyar Belum Juga Dibuka, Ada Apa?

      Disdagnakerkop UKM Karanganyar belum ada rencana membuka kembali pasar hewan yang sudah ditutup sejak Juni lalu.

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.