Jadi Pahlawan Kemenangan Italia, Politano: Tak Akan Terlupakan!
Matteo Politano (Instagram)

Solopos.com, GENK - Turun sebagai pemain pengganti pada menit ke-87, Matteo Politano mencetak gol dramatis pada menit ke 90+4 yang membawa Timnas Italia mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 1-0. Dalam laga uji coba internasional yang digelar di Luminus Arena, Genk, Belgia itu Pelatih Italia Roberto Mancini berimprovisasi dengan menurunkan skuat lapis kedua.

Sejumlah pemain minim jam terbang di level internasional diturunkan sejak menit awal. Nicola Barella, Stefano Sensi dan Marco Verrati menghuni lini tengah. Sementara di lini depan, Mancini mempercayakan kepada trisula Domenico Berardi, Kevin Lasagna dan Federico Chiesa.

Italia terlihat kesulitan meladeni permaian tertutup dari Amerika Serikat. Meski tampil terus menyerang, barisan striker Italia kesulitian menembus lini pertahanan Amerika Serikat yang tampil disiplin. Hingga 30 menit babak pertama, Amerika Serikat dipaksa hanya menguasai bola sebanyak 26%.

Kiper Amerika Serikat Ethan Horvath juga tampil disiplin dalam menggagalkan sejumlah peluang emas Timnas Italia. Beberapa aksi cemerlang Horvath terlihat saat menepis sepakan melengkung Berardi dan mengamankan bola hasil sepakan bebas Verrati.

Saat Italia hampir frustasi dengan gaya permainan tertutup Amerika Serikat, Roberto Mancini menarik keluar Kevin Lasagna dan memasukkan Matteo Politano di pengujung babak kedua. Pergantian pemain terbukti membawa perubahan pada permainan Italia. Pemain pinjaman Inter Milan dari Sassuolo itu menjadi pahlawan Italia. Jebolan akademi As Roma berusia 25 tahun itu mencetak gol saat laga memasuki masa injury time tepatnya pada menit 90+4.

“Ini adalah malam yang tak terlupakan, saya sangat bahagia untuk kemenangan ini. Kami mendominasi permainan, tetapi berjuang untuk menerobos pertahanan dan untungnya kami bisa menang pada akhirnya,” kata Politano seperti dilansir football-italia.net.

“Kami sedikit tidak beruntung, tetapi harus melanjutkan dengan gaya sepakbola ini. Karena kami menciptakan banyak peluang dan akhirnya kami akan mencetak lebih banyak lagi. Saya siap ketika dipanggil tim saat dibutuhkan, baik untuk Italia dan Inter. Kesatuan kelompok adalah kekuatan kami dan kami tidak pernah menyerah, berjuang keras sampai akhir,” tambahnya. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom