Jadi Orang Tertua yang Divaksin di Wonogiri, Anggota DPRD Ini Beri Pesan Kepada Sesama Lansia
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wonogiri, Suparmo, 72, menunjukkan kartu vaksinasi pertama di ruang observasi Gedung Giri Wahana Kompleks Gor Giri Mandala Wonogiri, Kamis (25/2/2021). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com,WONOGIRI-- Anggota DPRD Wonogiri, Suparmo, 72,menjadi orang tertua yang menerima vaksin Covid-19 di Wonogiri pada tahap kedua yang menyasar kepada petugas pelayan publik.

Warga RT 002/RW 001, Dusun Gowok , Desa Jatirejo, Kecamatan Jatiroto, Wonogiri itu disuntik vaksin di Gedung Giri Wahana Kompleks Gor Giri Mandala Wonogiri, Kamis (25/2). Hari itu seluruh anggota dan staf DPRD Wonogiri divaksin.

Saat Solopos.com menghampiri Suparmo di tempat observasi, ia berbincang dengan anggota DPRD lain dan mengaku tidak mengalami gejala apa pun selepas divaksin. "Sampeyan bisa melihat sendiri bahwa saya tidak apa-apa. Umur saya sudah 70 lebih, saat disuntik tidak merasakan sakit juga," kata dia.

Baca juga: Kulineran di Solo, Ini 5 Spot Tujuan Dimas Beck dan Ncess Nabati

Saat proses screening, ia mengaku mendapat beberapa pertanyaan terkait riwayat penyakit, keluhan yang dirasakan saat ini dan beberapa pertanyaan lain. "Saat dicek, tekanan darah saya 170/90 mmHg. Tapi saya teges [bugar], tidak ada keluhan," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Suparmo menuturkan bahwa ia memiliki penyakit hernia. Hal itu sudah disampaikan saat screening dan tidak berpengaruh. Ia dinyatakan layak menerima vaksin.

"Selain itu saya pernah berstatus sebagai suspect Covid-19 pada Agustus 2020 dan menjalani isolasi selama tiga hari. Karena pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Namun hasil tes PCR negatif," ungkap dia.

Suparmo mengimbau kepada masyarakat, khususnya golongan lansia, agar tidak takut dan khawatir divaksin Covid-19. Menurut dia, vaksinasi merupakan langkah pemerintah untuk menyelamatkan masyarakat.

Baca juga: SD di Wonogiri Implementasikan E-Rapor

"Terkait adanya informasi yang tidak benar tentang vaksin dan terkesan menakut-nakuti itu tidak benar. Jangan percaya dengan sumber tidak jelas. Masyarakat tidak perlu takut, karena kita ini mau diselamatkan dengan cara divaksin. Sehingga semuanya bisa sehat dan mengurangi resiko terpapar Covid-19," kata Suparmo. (M. Aris Munandar)



Berita Terkini Lainnya








Kolom