Jadi Menteri, Erick Thohir Masih Mau Beli Persis Solo?
Erick Thohir (Instagram-@erickthohir)

Solopos.com, SOLOErick Thohir diklaim masih berminat mengelola Persis Solo meski baru saja menjabat sebagai Menteri BUMN. Agar tidak rangkap jabatan, Erick disebut bakal menunjuk orang kepercayaannya untuk mengkaji pembelian saham Persis. Namun hal tersebut dengan catatan sudah tidak ada konflik internal dalam tubuh Laskar Sambernyawa.

Demikian diungkapkan salah seorang pendiri PT Persis Solo Saestu (PSS), Her Suprabu, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (24/10/2019), Menurut Her, Erick Thohir tetap serius membantu Persis Solo kembali berprestasi. Tak hanya itu, Erick siap mengembangkan infrastruktur sepak bola Solo secara keseluruhan.

Namun dengan terpilihnya Erick Thohir sebagai menteri, Her tak menampik Erick harus mendelegasikan kewenangannya pada pihak lain. “Agar tidak ada conflict of interest karena beliau sudah menjadi menteri,” ujar Her.

Her mengatakan Erick Thohir memiliki perusahaan yang bergerak di bidang olahraga yang bisa dipercaya untuk melanjutkan rencana akuisisi Persis. Hingga kini Pihaknya masih menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan kelanjutan rencana akuisisi dengan Erick.

Setelah Erick terpilih sebagai menteri, Rabu (24/10/2019), Her baru berkomunikasi via Whatsapp. “Itu pun baru ucapan selamat saja. Menurut saya belum saatnya kembali menyinggung Persis karena beliau masih sibuk-sibuknya mempersiapkan diri di jabatan baru,” tutur Her.

Menurut Her, Erick hanya menggarisbawahi konflik di internal PT PSS yang selama ini masih bergulir. Erick mengirim sinyal menunggu konflik itu diselesaikan terlebih dulu sebelum melangkah lebih serius. Sebagai informasi, Her Suprabu tidak mengakui keabsahan penjualan 70% saham PT PSS yang dimiliki PT Syahdana Property Nusantara (SPN) pada Vijaya Fitriyasa. Her menegaskan jual-beli saham di PT PSS harus melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, PT PSS baru saja menggelar RUPS pada tanggal 15 Oktober 2019 dengan mengundang Her Suprabu sebagai salah satu pemilik saham. Namun Her menyebut surat undangan baru diketahuinya pada 14 Oktober. Padahal sejak 12 Oktober dia harus ke Arab Saudi terkait pekerjaan.

“Surat undangannya tertanggal 30 September, tapi kenapa baru sampai saya 14 Oktober? Ini kan aneh. Saat ini saya sudah menyerahkan segala urusan terkait saham pada pengacara. Nanti akan dikaji kebijakan selanjutnya seperti apa,” ujarnya.

Sementara itu, bos anyar Persis VIjaya Fitriyasa tampak tak terlalu memusingkan konflik jual-beli saham yang tengah terjadi. Lelaki yang juga calon Ketua Umum PSSI lebih memilih fokus pada musim berikutnya. Dia berjanji akan memperkuat skuat Persis dengan pemain berkualitas.

“Kami juga membuka peluang mendatangkan pemain naturalisasi yang berusia muda,” ujarnya beberapa hari lalu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho