Sejumlah pejabat Pemkab Lamongan dalam peluncuran kapal Maritim Perkasa 3032 di Lamongan. (detik.com)

Solopos.com, SURABAYA -- Kabupaten Lamongan ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) industri maritim oleh Pemerintah Provinsi Jatim. Sejumlah upaya pengembangan akan dilakukan untuk mendukung kebijakan tersebut.

Pengembangan tidak hanya dilakukan pada penyediaan sarana infrastruktur, namun juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sesuai kebutuhan.

Peningkatan kapasitas SDM ini dilakukan salah satunya dengan mengembangkan kerja sama link & match antara sekolah dengan industri. Seperti yang dilakukan PT Dok Pantai Lamongan dengan SMKN 2 Lamongan. Kerjasama link & match ini sudah berlangsung sejak 2016 hingga 2022 mendatang. Dalam periode pertama kerja sama langsung direkrut 10 siswa.

Pemkab Lamongan juga memberikan kemudahan dalam penyediaan lahan seluas 900 hektare untuk kawasan industri. Sementara untuk infrastruktur yang diharapkan, yakni kemudahan akses dengan pembangunan jalan bebas hambatan untuk wilayah pantura. Pemerintah pusat sedang mengevaluasi tata ruang nasional untuk membuka akses tol yang akan menghubungkan Gresik dengan Tuban dan akan melintasi wilayah Lamongan.

"Salah satu upaya sudah dilakukan secara komprehensif. Saat ini sudah mulai diberlakukan Online Single Submission (OSS). Hingga upaya meminta dukungan dari pemerintah pusat, baik itu dukungan dalam bentuk kebijakan, serta bantuan infrastruktur," kata Kepala Bappeda Pemkab Lamongan, M. Faiz Junaedi, seperti dilansir detik.com.

Faiz menambahkan upaya menjadikan Lamongan sebagai KEK untuk industri maritim sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

"Untuk alternatifnya apakah dari melalui jalur tengah atau jalur pantura. Saat ini masih dikaji oleh pemerintah pusat. Dan pengelolaannya oleh konsorsium BUMN," ujarnya.

Faiz menegaskan bahwa Pemkab Lamongan juga berharap dengan berkembangnya industri maritim juga diikuti dengan perkembangan SDM. Salah satunya bekerjasama dengan Pemprov Jatim untuk mengembangkan SMK Maritim, dan tanah disediakan oleh pemkab, sementara pengelolaan oleh Pemprov Jatim.

"Kapal yang kami luncurkan hari ini bernama Maritim Perkasa 3032, dengan pengerjaan kapal ini dilakukan selama kurun waktu empat bulan," kata Romeo Hasan Basri, Commercial Division Head PT Dok Pantai Lamongan (DPL).

"Peluncuran kapal ini juga turut menandai kemampuan sumber daya yang dimiliki Jawa Timur dan Lamongan, khususnya potensi sumber daya manusia (tenaga kerja, red.) serta aksesibilitas terhadap material produksi," kata Romeo.

Dia menambahkan selain menjalin kerja sama dengan kampus Politeknik Perkapalan ITS, pihaknya juga membuka program pemagangan nasional hasil kerja sama perusahaan, Disnaker, dan pemerintah desa dengan, dengan merekrut warga desa sekitar.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten