Kategori: Bisnis

Jadi Favorit Perusahaan AS dan Eropa, Indonesia Peringkat ke-4 di Asia Tenggara


Solopos.com/Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Solopos.com, JAKARTA -- Indonesia menjadi salah satu negara favorit perusahaan Amerika Serikat (AS) dan Eropa di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia menduduki peringkat ke-4 dibandingkan seluruh negara Asia Tenggara. Hal ini sesuai survei Borderless Business Studies yang dilakukan Standard Chartered.

Survei itu menunjukkan investor atau perusahaan AS dan Eropa menempatkan Indonesia di peringkat keempat se-Asia Tenggara sebagai negara yang paling disukai dalam hal peluang membangun atau memperluas sumber daya, penjualan, atau operasi perusahaan selama enam hingga 12 bulan ke depan.

Baca juga: Dijual Rp296,4 Juta, Honda CB650R Indonesia Kena Facelift

Pada studi ini, 42 persen dari perusahaan AS dan Eropa melihat potensi pertumbuhan terbesar berada di pasar luar negeri.

Standard Chartered melakukan survei terhadap lebih dari 1.000 chief financial officer (CFO) dan profesional keuangan senior pada perusahaan yang memiliki omzet di atas US$500 juta.

Studi ini mengungkapkan, terlepas dari ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi global dan dampak ekonomi yang terkait pandemi, pasar luar negeri tetap menjadi kunci utama pertumbuhan.

Baca juga: Sawah Warisan Terdampak Tol Solo Jogja, Buruh Pabrik di Klaten Malah Jadi Miliarder

Teknologi Digital

Studi ini juga mengungkapkan adanya perhatian yang lebih besar pada investasi dalam teknologi digital, penggunaan dana yang tertahan, dan meningkatkan fokus pada masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam kaitannya dengan perdagangan dan rantai pasokan.

Sementara itu, sebanyak 35 persen perusahaan secara menyeluruh dan 43 persen korporasi di AS mengindikasikan soal persyaratan regulasi masih menjadi perhatian nomor satu.

Merespons survei minat perusahaan AS itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan terus mendorong kemudahan berinvestasi di Indonesia melalui perbaikan sistem kemudahan berusaha.

Baca juga: Gubernur Jatim Tinjau Banjir di Magetan, Minta Perbaikan Jembatan Diprioritaskan

Dia yakin peningkatan keyakinan dalam pertumbuhan lintas batas dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan optimisme dan kesadaran terkait reformasi untuk mendukung kemudahan berusaha.

Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah inisiatif untuk mendorong kemudahan berusaha melalui UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja. Regulasi ini diharapkan sejalan dengan harapan calon investor, khusus perusahaan AS dan Eropa.

“UU Cipta Kerja yang telah lengkap dengan seluruh peraturan pelaksanaannya, akan memberikan kepastian kemudahan berusaha dan memangkas perizinan yang panjang bagi investor sehingga meningkatkan kepercayaan investor,” katanya melalui keterangan pers, Kamis (18/3/2021), seperti dikutip Bisnis.com.

Baca juga: 7 Makanan Pemicu Rambut Rontok, Apa Saja Ya?

Airlangga menjelaskan pemerintah akan terus mendorong promosi terkait kemudahan berinvestasi di Indonesia, dengan mengutamakan isu investasi dan pembangunan yang berkelanjutan.

Digitalisasi juga akan memiliki peranan penting dalam investasi dengan mengedepankan keuntungan kompetitif dari peluang investasi di Tanah Air. Selain itu, Indonesia Investment Authority (INA) juga membuka peluang investasi terutama terkait proyek infrastruktur untuk menunjang pembangunan Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Share
Dipublikasikan oleh
Tika Sekar Arum