Tutup Iklan

Jadi Desa Digital, Tawangsari Pertama Gunakan QRIS di Boyolali

Butuh pendekatan khusus agar masyarakat mau beralih ke transaksi non tunai.

 Sejumlah hadirin memindai barcode QRIS dalam peluncuran secara simbolis Desa Digital Tawangsari di Aula Camp Bell 2 Edupark, Tawangsari, Kamis (28/10/2021). (Solopos.com/Cahyadi Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Sejumlah hadirin memindai barcode QRIS dalam peluncuran secara simbolis Desa Digital Tawangsari di Aula Camp Bell 2 Edupark, Tawangsari, Kamis (28/10/2021). (Solopos.com/Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, BOYOLALIDesa Tawangsari, Kecamatan Teras, Boyolali, menjadi desa digital dengan penggunaan quick response code indonesian standard (QRIS) pertama di Boyolali.

Kepala Desa Tawangsari, Yayuk Tutiek Supriyanti, mengatakan butuh pendekatan khusus agar masyarakat mau beralih ke transaksi non tunai. Pendekatan ini salah satunya ditempuh dengan banyak berkunjung, saling menemui, dan bersosialisasi.

Selain itu memberikan pemahaman penting dan manfaatnya bertransaksi nontunai. “Tantangan ke depan, tentu kami tidak bisa kerja sendiri. Butuh kolaborasi dengan kabupaten, provinsi, BUMN, dan swasta. Hal ini agar kami menjadi Tawangsari yang mandiri,  paling tidak lebih kuat,” ujar Yayuk saat peluncuran Desa Digital Tawangsari di Aula Camp Bell 2 Edupark, Tawangsari, Teras, Boyolali, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga: Desa Tawangsari Boyolali Deklarasikan Diri sebagai Desa Digital

Direktur Marketing Netzme, Joseph Eko, mengatakan penggunaan transaksi nontunai ini memberikan banyak keuntungan seperti keamanan yang tinggi, meminimalisasi risiko, dan keamanan dana yang disimpan. Selain itu, pengelolaan dana lebih transparan lantaran monitoring berlangsung secara real time oleh pemilik QRIS.

Netzme merupakan startup financial technology baru di Indonesia. “Kami kerja sama dengan Tawangsari. Kami dampingi agar ekosistem digital Tawangsari terbentuk dan terintegrasi. Yang sudah dilakukan ada bank sampah, UMKM, dan Camp Bell 2 Edupark,” kata Joseph.

Ke depan, lanjut dia, ada wisata river tubing, sistem pembayaran air, pajak, dan semua sistem yang membutuhkan digital. Ketika pariwisata dibuka lagi, kata dia, akan menjadi keuntungan besar bagi desa.

Baca Juga: Pohon Asam Raksasa di Taskombang Klaten Dikenal Angker

“Kami berharap desa sekitar bisa juga terinspirasi membangun sebuah ekosistem digital bersama. Menikmati semua keuntungan yang bisa didapatkan dari QRIS,” harap Joseph.

Asisten 1 Setda Boyolali, Totok Eko Yudi Priyatno, mengatakan desa digital menjadi impian semua orang di era modern. Program internet masuk desa yang jadi modal dasarnya.

Selain itu, ada program untuk menyusun masterplan pengembangan potensi desa dan pengembagan website desa.

Baca Juga: Gede Banget, Pohon Asam di Taskombang Klaten Diyakini Berusia 200 Tahun

“Terima kasih atas fasilitasi dari Bank Indonesia, BUMN, Kemendes PDTT, Netzme, dan lainnya. Ke depan dari desa digital bisa memasarkan potensi desa. Ini solusi atas kelemahan UMKM selama ini karena sulit pasar. Ini bisa meningkatkan produsen dan konsumen di sini,” ujar Totok.

 


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.

Kongres ke-41 di Solo, Syarikat Islam Didorong Fokus Ekonomi Halal

Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, menyebut potensi ekonomi halal luar biasa, namun belum banyak dikembangkan. Ia mendorong Syarikat Islam menjadi pelopor ekonomi halal.

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.

Ini Alasan Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Menghadap ke Selatan

Semua rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, menghadap ke selatan.