Hadiri menyaksikan tarian sufi yang dibawakan penari dari salah satu ponpes di Magetan saat acara Deklarasi Jaringan Kiai Santri Nusantara (JKSN) Madiun Raya di GOR Wilis Kota Madiun, Selasa (5/2/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, SOLO – Pesantren di Indonesia telah menerima santri asing dari mancanegara, seperti di pesantren Amanatul Ummah, Salafiyah Syafiiyah Situbondo, Lirboyo Kediri, Gontor Ponorogo, Darun Najah Jakarta [hasil survei Puslitbang Penda 2014].

Karakter pesantren sebagai pusat pengembangan Islam wasatiyah menjadi daya tarik bagi santri asing. Termasuk tafaquh fiddin di pesantren Indonesia lebih mendalam dibanding di negara lain, dan pendidikan pesantren di Indonesia relatif murah. Selain itu, pesantren sudah memiliki budaya kosmopolitan dalam menerima santri asing. Pesantren membutuhkan persiapan yang matang dari sisi layanan, baik berupa layanan admiistrasi maupun layanan akademik yang dibutuhkan bagi asntri asing di pesantren di Indonesia.

Persoalan layanan administrasi menyangkut tata kelola perizinan santri asing di pesantren bisa berdampak pada motivasi belajar santri asing di pesantren. Adapun persoalan layanan akademis menyangkut pengelolaan pembelajaran yang bermutu akan berdampak pada pemenuhan orientasi dan harapan belajar santri asing di pesantren. Dengan demikian menjadi strategis melakukan kajian layanan santri asing di pesantren.

Dasar kajian layanan santri asing di pesantren adalah penelitian Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI tahun 2018.

Penelitian tersebut merupakan penelitian kualitatif di sejumlah pesantren Indonesia yang sedikitnya memiliki santri asing 10 orang. Yaitu pada pesantren Darul Habib Sukabumi, Daruttauhid Bandung, Albahjah Cirebon, Wahid Hasyim Semarang, Sirajul Mukhlasin Magelang, Al-Irsyad Boyolali, Al Fatah Temboro, Wali Barokah Kediri, Darul Lughah Bangil, Amanatul Umah Mojokerto, Madinatul Fata Aceh, Ar-Raudlatul Hasanah Medan, Al-Ihsan Banjarmasin, dan PMI Dea Malela Sumbawa.

Di antara temuan penelitian menemukan adanya persoalan layanan administrasi berupa pengurusan izin belajar santri asing di pesantren, dan persoalan layanan akademis yang membutuhkan kesiapan pesantren dari segi mutu pembelajaran, SDM dan sarana prasarana.

Harapan belajar santri asing di pesantren di Indonesia, yaitu santri asing berharap setelah belajar di pesantren Indonesia mereka akan menjadi pemuka agama, baik menjadi da’i, ustaz, kyai, ulama, dan tahfidz. Termasuk keinginannya mendirikan lembaga keagamaan di negara masing-masing.

Hal ini tentu menjadi harapan pesantren juga. Untuk memenuhi harapan tersebut pesantren juga telah memberikan layanan semaksimal mungkin untuk dapat memenuhi harapan belajar santri asing di pesantren Indonesia.

Layanan santri asing di pesantren belum optimal, baik layanan administrasi maupun layanan akademis. Sehingga dibutuhkan kebijakan khusus layanan santri asing di pesantren. Untuk layanan santri asing di pesantren, maka layanan administrasi berupa pengurusan izin belajar santri asing di pesantren dikelola secara beragam baik oleh pesantren, agen, lembaga, organisasi maupun individu. Untuk layanan akademis, selama ini pesantren telah berhidmat untuk tafaquh fiddin dalam menstransfer keilmuan, kaderisasi ulama dan pembiasaan nilai-nilai sosial budaya Islami.

Untuk itu Pemerintah perlu membuat kebijakan khusus tentang layanan santri asing di pesantren. Di antara isi kebijakan tersebut adalah pemerintah perlu memberikan kemudahan dalam proses pemberian izin tinggal bagi santri asing; melakukan pengawasan dan pengendalian secara berkala terhadap keberadaan santri asing di pesantren.

Selain itu pesantren juga diharapkan berperan aktif mempromosikan pendidikan pesantren sebagai destinasi pendidikan global dan pengembangan Islam Wasatiyah melalui berbagai kegiatan kementerian terkait, terutama dalam kegiatan skala internasional; mensosialisasikan kebijakan layanan santri asing di pesantren yang lebih luas melalui penguatan jaringan alumni pesantren, media sosial, media cetak, website, kerja sama kelembagaan pesantren dengan dunia luar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten