Pendiri NET TV Wishnutama memberi hormat saat meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). (Antara-Wahyu Putro A.)

Solopos.com, JAKARTA -- Pendiri NET TV Wishnutama Kusubandio menjadi salah satu sosok yang dipanggil ke Istana Presiden menjelang pengumuman para menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Senin (21/10/2019).

Dilansir Bisnis.com, sepak terjang Wishnutama di industri media imulai sejak di Amerika Serikat saat menjadi Asisten Direktur di New England Cable News pada 1993. Setelah itu, pria kelahiran Jayapura, 4 Mei 1976 ini berpindah ke WHDH TV Amerika Serikat sebagai Asisten Produksi.

Wishnutama lalu kembali ke Indonesia pada 1994. Dia langsung ditunjuk sebagai Manajer Produksi di Indosiar.

Karier Wishnutama berlanjut pada 2001 dengan menjadi Kelapa Divisi Produksi dan Fasilitas di Trans TV selama empat tahun.

Jenjang karier Wishnutama kian menanjak dengan terpilihnya dia sebagai Direktur Operasi Trans TV (2004-2005). Setelah itu, dia dipercaya menjadi Wakil Presiden Direktur Trans TV hingga 2008.

Saat Trans TV mulai mengepakkan sayap membentuk Trans 7, Wishnutama juga ditunjuk sebagai Presiden Direktur Trans 7. Posisi ini dipegangnya sekaligus hingga 2008.

Setelah menjadi Presdir Trans 7 dan Wakil Presdir Trans TV, dia resmi menjabat sebagai Presiden Direktur Trans TV. Jabatan itu dipegangnya sejak 2008-2013, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Detik.com.

Jalan baru Wishnutama mulai terlihat saat dirinya keluar dari Trans Corp dan membentuk televisi sendiri, NET TV. Dia menjadi Presiden Direktur di televisi bertagline Televisi Masa Kini itu.

Jabatan itu dipegang hingga awal 2019. Pada April 2019, Wishnutama menjadi Komisaris Net TV. Pada rentan waktu tersebut, namanya juga tercatat sebagai komisaris di Kumparan.com sejak 2017.

Selain di industri media, dia juga memiliki bisnis restauran Parc 19 lewat PT Global Tama Nusantara. Namanya kian melejit setelah menjadi Direktur Kreatif seremoni pembukaan dan penutupan Asian Games 2019.

Wishnutama juga menjadi Ketua Pengurus Asosiasi Televisi Nasional Indonesia sejak Agustus 2017. Beberapa karyanya dalam industri media seperti program Dunia Lain, Opera Van Java, On The Spot, Indonesia Mencari Bakat, Patroli, Gebyar BCA, hingga Extravaganza.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten