Alumnus UNS Solo yang pernah menerima Djarum Beasiswa Plus, Bunga Fatimah. (Semarangpos.com-Djarum Foundation)

Semarangpos.com, SEMARANG – Bunga Fatimah, 22, tampak percaya diri saat berbicara di depan belasan awak media di Hotel Eastpack, Yogyakarta, Kamis (14/3/2019). Baik tutur kata, intonasi, maupun nada bicaranya sangat tertata saat menjelaskan perihal pelatihan Leading Development yang diperuntukan bagi penerima Djarum Beasiswa Plus atau yang akrab disebut Beswan Djarum.

“Pelatihan ini sangat penting. Di sini kita tak hanya dilatih menjadi seorang pemimpin, tapi juga keterampilan lain, seperti visi, menulis, public speaking, dan lain-lain,” ujar alumus Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu.

Bunga merupakan alumnus Beswan Djarum tahun lalu atau angkatan 34. Kini, setelah lulus ia pun turut memberikan bantuan kepada adik-adik angkatan yang mendapat kesempatan menjadi Beswan Djarum tahun ini.

Menjadi salah seorang Beswan Djarum, Bunga mengaku mendapat sederet keuntungan. Selain mendapat beasiswa Rp750.000 setiap bulan selama menjalani kuliah, ia juga mendapat kesempatan mengikuti berbagai pelatihan yang dipandu mentor-mentor berpengalaman.

Salah satu pelatihan yang didapat adalah Leading Development, yang menghadirkan pemateri seperti jurnalis Kompas TV, Roro Ajeng Sekar Arum; presenter TV, Bayu Sulistiyono, hingga motivator kondang, James Gwee.

Tak hanya itu, berkat Djarum Foundation, gadis yang saat ini tengah menjalani masa ko-asisten (koas) di sebuah rumah sakit itu pun berkesempatan ke luar negeri untuk mengikuti simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Model United Nations (MUN).

“Sidang simulasinya nanti digelar di NUS [National University Singapore]. Saya mewakili Djarum Foundation. Ada 10 Beswan Djarum angkatan tahun kemarin yang terpilih MUN tahun ini, termasuk saya,” ujar Bunga saat berbincang dengan Semarangpos.com, Kamis.

Menjadi delegasi Djarum Foundation di MUN, Bunga mengaku senang. Apalagi, sebelum didapuk menjadi delegasi di MUN, ia harus menyisihkan ratusan teman seangkatannya di Beswan Djarum melalui berbagai seleksi.

“Seleksinya itu membuat artikel dan video seolah-olah kita menjadi menteri luar negeri. Setelah dinyatakan lolos, kita ikuti pelatihan mulai Maret-Juni ini. Berangkatnya nanti Juni, setelah lebaran,” imbuh gadis berjilbab itu.

Bunga mengaku sudah tak sabar untuk mengikuti sidang simulasi itu. Apalagi, di sidang nanti ia bakal bersaing dengan ratusan delegasi dari berbagai negara anggota PBB.

“Penasaran saja, penging tahu seperti apa Sidang PBB berlangsung. Ingin tahu seperti apa resolusi PBB dibuat. Semoga bermanfaat bagi karier aku ke depan,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten