Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Isu perselingkuhan di Sukoharjo yang menyeret nama seorang PNS, belakangan ditepis.

Solopos.com, SUKOHARJO -- PNS Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Dispertan) Sukoharjo, Sl, 50, membenarkan pernah didatangi sejumlah warga sekitar rumahnya, Gadingan, Jombor, Bendosari, Sukoharjo, Jumat (13/3/2015) malam, karena menerima tamu pria bukan suaminya.

Namun dia membantah tudingan warga yang menyebutkan dirinya merupakan selingkuhan pria tersebut. Baca: Didatangi Teman Pria Tengah Malam, PNS Sukoharjo Digerebek Saat ditemui Solopos.com di Bendosari, Kamis (2/4/2015), Sl membeberkan peristiwa yang dialaminya.

Menurut dia, tuduhan yang menyatakan dirinya adalah selingkuhan tamu prianya tidak berdasar. Dia membenarkan malam itu ada seorang lelaki yang berada di rumahnya. Lelaki itu bernama Tn, seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di sebuah instansi pemerintah di Jakarta.

Dia mengaku Tn merupakan teman lamanya. Kedatangan Tn, kata dia, untuk menjenguk anak Sl, RP, 26. Tn peduli terhadap RP karena dia menganggap RP seperti keponakannya sendiri. “Anak saya itu pernah ditolong Pak Tn untuk menjadi honorer di tempat kerjanya. Suatu ketika anak saya mengundurkan diri karena sakit. Kedatangan Pak Tn itu untuk menjenguk anak saya karena sebelumnya sakit. Kepentingannya dengan anak saya, bukan sama saya. Dan malam itu anak saya ada di rumah. Pak Tn hanya berbincang dengan anak saya. Kami selingkuh jelas tidak mungkin,” kata Sl.

Ditanya mengenai alasan Tn bertamu pada malam hari dan tak pulang meski sudah larut malam, Sl menceritakan kala itu Tn mengaku pulang dari menjalani tugas di Bojonegoro, Jawa Timur. Karena sudah malam Tn mampir ke rumahnya sambil menunggu keberangkatan pesawat yang akan ditumpanginya untuk pulang ke Jakarta pada pagi harinya.

Dia tidak memungkiri Tn kala itu berniat menginap di rumahnya. Tetapi keinginannya itu tidak disampaikan kepadanya langsung, melainkan kepada RP. “Dan memang betul Pak Tn sudah beristri. Saya kenal baik dengan istri beliau. Pak Tn sendiri juga baik sama anak-anak saya. Jadi tidak ada pikiran macam-macam,” imbuh Sl.

Dia mengakui malam itu salah karena tidak melaporkan kedatangan Tn kepada pengurus rukun tetangga (RT). Dia menyadari malam itu memang sudah melampaui jam bertamu. Sl beralasan saat itu tidak berpikir panjang karena sudah malam.

Dia mengklaim sekarang sudah tidak mempunyai masalah dengan warga Gadingan. Ketua RT Gadingan, Widoyo, kepada Solopos.com mengatakan warga dan Sl sudah saling memaafkan. Permasalahan yang sempat timbul kini sudah selesai.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten