Tutup Iklan
Kelapa Staf Presiden Moeldoko (kiri) berbincang dengan Menkopolhukam Wiranto dan Kepala BIN Budi Gunawan di Istana Negara Jakarta, Rabu (16/5/2018). (Antara - Wahyu Putro A)

Solopos.com, JAKARTA -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ikut mengomentari soal polemik keberadaan lahan di Kalimantan Timur--Ibu Kota Baru--yang disebut-sebut milik Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Status lahan ini menjadi polemik setelah mantan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan kepemilikan lahan itu melalui https://news.solopos.com/read/20190827/496/1014763/dahlan-iskan-ungkap-lahan-prabowo-di-lokasi-ibu-kota-baru" target="_blank" rel="noopener">tulisannya berjudul Ibu Kota Baru.

Moeldoko mengakui lahan tersebut adalah lahan bekas Hak Pengusahaan Hutan (HPH) International Timber Corporation Indonesia (ITCI). Namun, kata Moeldoko, lahan tersebut bukan lagi milik Prabowo.

"Kemarin itu [lahan] ex ICTI, katanya sih bukan lagi kepemilikan Prabowo," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/8/2019), dilansir Suara.com.

Ketika ditanya apakah lahan tersebut bisa diambil negara, mantan Panglima TNI itu tak menjelaskan secara rinci. Namun ia menuturkan, ada tahapan yang harus dilalui. "Sepertinya begitu, tapi kan ada tahapannya," tandasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, membantah lahan tersebut bukan milik Ketua Umum Partai Gerindra itu. Isu ini berawal dari tulisan mantan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan yang menyebut lahan calon ibu kota RI tersebut sebagai bekas hutan yang HPH-nya pernah dimiliki International Timber Corporation Indonesia (ITCI) asal Amerika Serikat.

Dahlan kemudian menyebut HPH tersebut kini dipegang perusahaan Prabowo. Menurut Dahnil, Dahlan Iskan salah menyebut kepemilikan HPH lahan tersebut.

"Itu bukan lahannya Pak Prabowo, tapi lahan milik Arsari Group, https://news.solopos.com/read/20190827/496/1014786/dahnil-lahan-ibu-kota-baru-bukan-milik-prabowo-subianto" target="_blank" rel="noopener">perusahaannya Pak Hashim [Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo]," kata Dahnil saat dihubungi Solopos.com, Selasa (27/8/2019) sore. "Jadi Pak Dahlan salah menyebut itu."

Terkait lahan calon ibu kota RI tersebut, Dahnil yakin jika kawasan yang dimaksud oleh pemerintah tersebut sama sekali bukan lahan yang dimaksudkan oleh Dahlan Iskan. Dia berpegang pada pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa pemerintah hanya menggunakan lahan milik negara untuk membangun calon ibu kota baru.

Namun, pernyataan lain muncul dari Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. Dia menampik bahwa adik https://news.solopos.com/read/20190827/496/1014778/lahan-prabowo-di-ibu-kota-baru-gerindra-beliau-siap-serahkan-apa-pun" target="_blank" rel="noopener">Prabowo Subianto, yakni Hashim Djojohadikusumo, dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pemilik lahan di lokasi Ibu Kota baru.

"Sepanjang saya tahu, tak ada nama tersebut di dalam kepemilikan tanah, bahwa ada HTI yang kena, tapi bukan miliknya, jadi jangan berpikir dengan pemindahan orang itu dapat keuntungan, tidak ada," kata Sofyan dalam konferensi pers di kantornya, siang tadi.

Meski demikian, Sofyan Djalil tak menampik adanya Hutan Tanaman Industri (HTI) di dalam lokasi lahan pembangunan Ibu Kota baru. Eks Kepala Bappenas ini mengatakan, hampir seluruh lahan sekitar 180.000 hektare itu dimiliki negara. Akan tetapi, ia tak merinci terkait kepemilikan tersebut, karena sedang dilakukan identifikasi.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten