Tutup Iklan
Rumah korban ECP yang diduga sudah tewas sebelum ditemukan terbakar di dalam MPV di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Bisnis-Sholahuddin Al Ayyubi)

Solopos.com, JAKARTA -- Aulia Kusuma, https://news.solopos.com/read/20190827/496/1014792/istri-muda-bunuh-suami-ini-kronologi-pembunuhan-sadisnya" target="_blank" rel="noopener">istri muda yang menjadi otak pembunuhan atas suami dan anak tirinya, disebut menggunakan jasa pembunuh bayaran untuk menghilangkan nyawa suami dan anak tirinya itu. Kedua korbannya ditemukan terbakar di dalam mobil di Sukabumi, Jawa Barat. 

Para eksekutor dijanjikan bayaan hingga senilai Rp500 juta untuk melancarkan aksinya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menerangkan tersangka Aulia meminta empat eksekutor melancarkan niat kejinya.

"Disuruh untuk menghabisi  suami dan anak tirinya itu dengan bayaran Rp500 juta dan sementara baru dibayar Rp10 juta," kata Argo saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Dari empat eksekutor itu, polisi telah menangkap satu orang di antarannya dan sisanya masih dalam pengejaran. Sebelum penangkapan eksekutor ini, polisi terlebih dahulu membekuk Aulia.

Aulia rupanya tidak sendiri dalam merancang aksinya. Setelah para eksekutor https://semarang.solopos.com/read/20190827/515/1014680/penemuan-4-kerangka-manusia-di-banyumas-korban-pembunuhan" target="_blank" rel="noopener">membunuh kedua korban, giliran Aulia dan anak kandungnya yakni GKOR menjalankan aksinya. GKOR diduga membakar mobil yang menampung dua jasad tersebut.

GKOR diduga ikut dalam pembakaran mobil tersebut di wilayah Sukabumi. Namun, dalam prosesnya, dia ikut terbakar dan kini masih dirawat di RS Pertamina untuk mendapat penanganan medis.

"Untuk sementara pelaku tadi malam kita tangkap di Lampung dan saat ini sedang dalam pengembangan 1 orang sudah kita amankan dan kita interogasi," ujar Argo.

Pembunuhan sadis diketahui setelah adanya kebakaran mobil di Kampung Bondol, Sukabumi pada Minggu (25/8/2019). Warga menemukan kebakaran mobil jenis Suzuki MPV di semak-semak kampung tersebut.

Setelah api berhasil dipadamkan, warga menemukan dua jasad dalam kondisi terikat di jok belakang mobil. Setelah itu, polisi mulai melakukan pendalaman kasus dugaan pembunuhan tersebut. Tidak lama berselang, polisi menangkap otak pembunuhan itu. Dua korban diketahui bernama ECP alias PS dan MAP alias D. 

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten