Istri Mas Bechi Sebut Banyak Pelakor yang Ingin Rebut Suaminya

Durrotun Mahsunnah, istri anak kiai Jombang yang menjadi terdakwa kasus pencabulan dan kekerasan seksual terhadap santri, MSAT atau Mas Bechi, menyebut suaminya banyak disukai wanita.

 Istri terdakwa kasus pencabulan di Ponpes Jombang, MSAT atau Mas Bechi, Durrotun Mahsunnah, saat memberikan keterangan kepada awak media di Surabaya, Jumat (12/8/2022). (Solopos.com-Antara/Hanif Nasrullah)

SOLOPOS.COM - Istri terdakwa kasus pencabulan di Ponpes Jombang, MSAT atau Mas Bechi, Durrotun Mahsunnah, saat memberikan keterangan kepada awak media di Surabaya, Jumat (12/8/2022). (Solopos.com-Antara/Hanif Nasrullah)

Solopos.com, SURABAYA – Durrotun Mahsunnah, istri terdakwa kasus pencabulan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, putra kiai ternama di Jombang, Jawa Timur (Jatim), akhirnya buka suara atas kasus yang saat ini tengah menjerat suaminya. Istri Mas Bechi itu menyebut jika suaminya hanya korban fitnah dari para wanita yang ingin merusak kebahagiaan rumah tangganya atau yang populer disebut pelakor.

Pelakor merupakan akronim dari perebut lelaki orang. Istilah ini cukup populer dan kerap ditujukan bagi perempuan yang menyukai suami orang lain.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Sunnah, sapaan istri Mas Bechi, yakin jika suaminya tidak pernah melakukan kekerasan seksual terhadap siapapun. Ia juga menyebutkan jika selama ini suaminya memang disukai banyak wanita.

“Sejak awal kasus ini mengemuka, saya telah mendampingi suami. Saya tahu persis duduk persoalannya,” klaim istri Sunnah kepada wartawan di Surabaya, Jumat (12/8/2022).

Istri Mas Bechi, terdakwa kasus pencabulan itu juga menyebut perempuan berinisial P, pelapor perkara itu adalah salah satu dari sekian banyak wanita yang tergila-gila dengan suaminya.

Baca juga: Tampil di Publik, Istri Mas Bechi Sebut Suaminya hanya Korban Fitnah

Dia mengaku mengetahui bagaimana pelapor berusaha mendekati suaminya melalui berbagai cara, mulai berswafoto bersama hingga merayu melalui percakapan atau chatting di telepon seluler.

“Saya melihat sendiri rayuannya lewat chatting itu. Memang pada kenyataannya, banyak perempuan yang mendekati suami saya. Berusaha merebut. Meskipun mereka tahu Mas Bechi sudah punya anak,” ujar istri Mas Bechi.

Dia menandaskan banyak perempuan yang salah mengartikan kebaikan Mas Bechi. Atas kebaikan itu pulalah, Sunnah yakin jika suaminya tak pernah melakukan pemerkosaan atau kekerasan seksual seperti yang dituduhkan dalam dakwaan.

Baca juga: Mas Bechi, Anak Kiai Jombang Terancam Hukuman Lebih dari 12 Tahun

“Tuduhan pemerkosaan ini fitnah yang sangat keji dan penuh rekayasa,” ucapnya.

Proses persidangan dugaan pencabulan yang mendudukkan Mas Bechi atau MSAT sebagai terdakwa sampai sekarang masih berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya. Sementara itu, istri Mas Bechi mengaku saat ini berupaya menjaga psikologis anak-anaknya terkait perkara yang membelit sang suami.

“Saya merasa cemas karena pemberitaan di media yang telah menyudutkan Mas Bechi sewaktu-waktu bisa saja dilihat anak anak,” ujarnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Prakirana Cuaca Madiun Kamis: Cerah & Suhu Capai 33 Derajat Celcius

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Kamis 29 September 2022.

      Kampus Unesa di Magetan Mulai Dibangun, Tahun Depan Terima Mahasiswa Baru

      Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Kabupaten Magetan sudah mulai dibangun dan rencananya tahun depan sudah bisa terima mahasiswa baru.

      Bentrokan Antar Perguruan Silat di Kediri, 15 Pesilat Ditetapkan Jadi Tersangka

      Satreskrim Polres Kediri menetapkan 15 pesilat sebagai tersangka dalam kasus rentetan bentrok yang melibatkan antar perguruan silat.

      3 Hari 2 Kecelakaan Beruntun Terjadi di Madiun, 3 Tewas & 6 Kendaraan Ringsek

      Dua kali kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Madiun-Surabaya dalam tempo waktu tiga hari terakhir.

      Prakiraan Cuaca Madiun Rabu: Cerah dari Pagi & Berkabut Malam Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Rabu 28 September 2022.

      Usai Sosialisasi Pemilu, Mobil Anggota KPU Probolinggo Alami Kecelalakaan

      Anggota KPU Probolinggo mengalami kecelakaan seusai melakukan sosialisasi Pemilu.

      Terima Suap Rp390 Juta, Hakim Itong Dituntut 7 Tahun Penjara & Denda Rp300 Juta

      Hakim nonaktif Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat, dituntut oleh jaksa KPK dengan hukuman tujuh tahun penjara dalam kasus dugaan suap.

      Menang Sayembara Desain Monumen Reog Ponorogo, Tim dari Bali dapat Rp100 Juta

      Sayembara desain Monumen Reog Ponorogo dimenangkan oleh tim dari Bali dengan karyanya berjudul Taman Ragam Selaras.

      Rumah di Malang Ludes Terbakar, Satu Penghuni Meninggal Dunia

      Rumah di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (27/9/2022) pagi, terbakar dan satu penghuninya meninggal dunia.

      Hakim Itong Isnaeni Dituntut 7 Tahun Penjara Gara-gara Kasus Suap

      Hakim nonaktif PN Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat, dituntut hukuman tujuh tahun penjara dalam sidang lanjutan dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (27/9/2022).

      Misi Kebudayaan, Reog Ponorogo Sukses Pukau Penonton di Empat Negara Eropa

      Seniman reog Ponorogo sukses tampil di empat negara Eropa dalam misi kebudayaan.

      Lebih Tinggi dari GWK Bali, Intip Megahnya Desain Monumen Reog Ponorogo

      Begini megahnya desain Monumen Reog Ponorogo yang bakal dibangun di Kecamatan Sampung, Ponorogo.

      Pemkot Surabaya Gelar Sayembara Desain Patung Bung Karno, Berhadiah Rp100 Juta

      Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan membangun patung Bung Karno di tengah perempatan di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno (Merr) dan Jalan Raya Kertajaya Indah.

      Kecelakaan Beruntun Libatkan 3 Kendaraan Terjadi di Madiun, 2 Orang Meninggal

      Kecelakaan beruntun terjadi lagi di Madiun, kali ini terjadi di Jalan Raya Madiun-Surabaya tepatnya di Desa Tiron dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

      94 Jemaah Umrah Gagal Berangkat di Bandara Juanda, Ini Alasannya

      Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) melaporkan sebanyak 94 umat pelaku jemaah umrah di Bandara Juanda Surabaya gagal berangkat akibat tidak adanya petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

      Kalahkan GWK di Bali, Monumen Reog Ponorogo Dibangun Setinggi 126 Meter

      Monumen Reog Ponorogo bakal dibangun dengan arsitektur yang estetik dan ketinggiannya mencapai 126 meter.