Istimewanya Monstera dari Lereng Lawu Karanganyar, Bisa Seharga Mobil dan Rumah

Berjualan tanaman hias tidak selamanya berjalan mulus, ada kalanya harga merosot tajam dan pembelian lesu sehingga membutuhkan kesabaran.

 Tanaman dari lereng Gunung Lawu jenis Monstera King Variegata yang dibeli warga Solo dengan harga Rp225 juta.

SOLOPOS.COM - Tanaman dari lereng Gunung Lawu jenis Monstera King Variegata yang dibeli warga Solo dengan harga Rp225 juta.

Solopos.com, KARANGANYAR — Pecinta tanaman hias pasti tidak asing dengan tanaman Monstera, Violin, Syngonium Kuning, Kabel Busi, Philodendron Caramel, dan tanaman hias lainnya. Bahkan, Monstera King Variegata baru-baru ini menjadi primadona karena dibeli dengan harga fantastis.

Hal itu setelah kisah pasutri asal Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, membeli tanaman hias jenis Monstera King Variegata dari lereng Gunung Lawu seharga Rp225 juta pada pekan lalu marak diberitakan. Tapi sebetulnya apa yang membuat tanaman hias itu istimewa sehingga bisa seharga satu unit mobil?

Solopos.com mengulik hal itu dari salah seorang petani sekaligus pedagang tanaman hias di Kecamatan Karangpandan dan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Warga Dukuh Tajiwetan, Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Sariyanto alias Wibisono, itu menyebut Monstera King Variegata memiliki keistimewaan pada warna dan karakter daun. Semakin istimewa, katanya, harga tanaman semakin mahal.

Baca juga: Pemilik Monstera King Dibeli Warga Solo Rp225 Juta Punya 2 Mobil & Rumah dari Bisnis Tanaman Hias

“Monstera King itu pada bagian tengah punggung daun bolong-bolong, kayak sobek. Monstera yang berharga mahal itu yang King atau White Tiger. Harganya bisa mencapai ratusan juta untuk Monstera White Tiger yang sudah besar,” kata Wibi, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan Solopos.com melalui telepon selular, Selasa (14/9/2021).

Wibi membagikan tips melihat usia tanaman. Dia menyebut Monstera kecil apabila memiliki satu hingga empat daun. Monstera remaja disebut-sebut memiliki lebih dari lima daun.

Ujian Kesabaran dan Nyali

Ditanya soal transaksi tanaman hias berharga mahal itu, Wibi menceritakan keinginan menukar satu unit mobil Honda Jazz RS keluaran terbaru seharga Rp250 juta. Mobil miliknya itu akan ditukar dengan Monstera White Tiger milik rekan sesama petani tanaman hias di Kecamatan Tawangmangu.

“Kadang kan ada yang enggak mau dinilai dengan uang. Maunya menukar mobil. Itu kan juga trik supaya dapat barang [tanaman hias]. Ini saya tawarkan empat mobil untuk ditukar dengan tanaman hias. Ada Honda Stream, Toyota Avanza Veloz, Honda Jazz RS, dan Honda City,” tutur lelaki yang mengaku memiliki 14 unit mobil itu.

Baca juga: Begini Awal Mula Titi Kamal Ketagihan Membeli Aneka Jenis Monstera Variegata

Bahkan, lanjut dia, sejumlah petani maupun pedagang tanaman hias itu menukar dengan satu unit rumah. Dia mencontohkan dua orang kenalannya hendak menukar satu unit rumah di daerah Jaten dan Tasikmadu dengan tanaman hias.

Di sisi lain, petani sekaligus pedagang tanaman hias di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Dwi Haryanto, menuturkan berjualan tanaman hias tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya harga tanaman hias merosot tajam dan pembelian lesu. Dwi menyebut momen itu sebagai ujian kesabaran dan nyali.

“Harus punya nyali karena jualan tanaman itu tidak tahu kapan berhenti dan mandek pada harga berapa. Itu risiko. Harus siap mental. Berbeda dengan ternak kambing. Saat butuh uang bisa dijual dan laku,” ujar Dwi saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa.

Baca juga: Pasutri Solo Beli Monstera King Rp225 Juta dari Petani di Lereng Gunung Lawu: Perjuangannya Berat

Pemilik Mas Dwi Nursery itu menyampaikan pembeli tanaman hias berharga mahal itu tidak selalu orang umum. Bahkan, menurut dia pembeli didominasi rekan sesama komunitas pecinta, petani, maupun pedagang tanaman hias.

“Saya unggah foto tanaman dan harga pasti ada yang beli. Pembeli dari satu komunitas. Kalau enggak laku bisa dikembangbiakkan dan dirawat. Yang penting beli dengan uang sendiri. Jadi kalau harga jatuh masih bisa eksis. Kami ini rata-rata pemain lama jadi mental sudah terdidik,” ujar dia terkekeh.

Berita Terkait

Espos Premium

Samudra Biru Penjara

Samudra Biru Penjara

Keahlian kunci merehabilitasi narapidana ternyata berada di luar ranah kementerian yang bertanggung jawab atas eksistensi dan pengelolaan penjara.

Berita Terkini

5 Jabatan Kepala OPD Pemkot Solo Masih Kosong, Kapan Pengisiannya?

Pematangan SOTK baru sedang diproses oleh Bagian Organisasi bersama legislatif dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

2 Pemuda Karanganyar yang Ditangkap BNNP DIY Ternyata Edarkan Sabu-Sabu Pasokan Napi Lapas Sragen

Dua pemuda Karanganyar yang menjadi kurir sabu-sabu memperoleh barang haram tersebut dari bandar yang merupakan napi Lapas Sragen.

Ini Alasan Sekeluarga Tidur di Warung Wedangan Kartasura Tolak Tawaran Tinggal di Rusunawa

Bupati Sukoharjo melalui Dinas Sosial memberikan bantuan kepada satu keluarga pasutri pedagang kaki lima (PKL) wedangan di depan SMP Negeri 3 Kartasura ini.

Belum Sempat Bertemu Pembeli, 2 Kurir Sabu-Sabu Asal Karanganyar Diringkus BNNP DIY

Dua pemuda asal Karanganyar dibekuk BNNP DIY saat hendak bertransaksi sabu-sabu di jalan raya Solo-Jogja di wilayah Sleman.

Keren, 3 Warga Sragen Ini Ambil Bagian dalam PON XX 2021 di Papua

Dua atlet dan satu asisten pelatih itu dilepas Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, di Ruang Transit, Setda Pemkab Sragen, Kamis (16/9/2020) sore.

Pemkab Sukoharjo Jamin Sekolah Gratis dan KIS Keluarga Kartasura Tidur Di Warung Wedangan

Selain tawarkan rusunawa, Pemkab Sukoharjo memberikan jaminan sekolah gratis bagi anak-anak keluarga yang tinggal di kolong meja wedangan Kartasura.

Bed Isolasi RS Covid-19 Solo Mulai Kosong, Sukarelawan Dibebastugaskan

Bed ruang isolasi untuk merawat pasien di RS rujukan Covid-19 Kota Solo sudah jauh menurun bahkan mulai kosong dalam beberapa hari terakhir.

BPBD Karanganyar: Waspadai Bencana Awal Musim Hujan

BPBD Karanganyar mulai melakukan sosialisasi antisipasi bencana ke masyarakat di kawasan rawan bencana alam.

115 Desa di Boyolali Gelar Vaksinasi Covid-19, Sasar 15.000 orang

Melalui pengoptimalan tim vaksinasi desa, diperkirakan vaksinasi Covid-19 di Boyolali akan selesai di tahun ini.

Pemkot Solo-Kemenperin Kerja Sama Kembangkan AK Tekstil, Gibran: Terpenting Lulusan Terserap Industri

Pemkot Solo bekerja sama dengan Kemenperin dalam pengembangan Akademi Komunitas atau AK Tekstil terutama penyerapan tenaga kerja.

Bioskop Sukoharjo Sudah Kembali Buka, Ini Syarat bagi Pengunjung

Bioskop di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, sudah mulai buka, Kamis (16/9/2021), menyusul turunnya level PPKM dan zona risiko Covid-19.

Gibran Masuk Bursa Pilkada DKI Jakarta, Pengamat Politik Refly Harun: Cek Ombak

Pengamat politik nasional Refly Harun menyebut wacana Gibran maju sebagai cagub pada Pilkada DKI Jakarta hanya untuk cek ombak.

Angka Kesembuhan di Klaten Lebih Tinggi dari Kasus Terkonfirmasi Covid-19, Tapi...

Angka kesembuhan Covid-19 di Klaten dinilai jauh berada di atas angka terkonfirmasi Covid-19 dalam sehari, Kamis (16/9/2021).

Arisan Online Menjamur di Soloraya, Pengacara Solo Sebut ini Pemicunya

Arisan online marak di Soloraya belakangan ini dan tak sedikit yang akhirnya mbledos, uang member sulit kembali.

3 Warga Sragen Dibekuk Polisi Karanganyar Gara-gara Transaksi Sabu-Sabu

Tiga warga Sragen ditangkap aparat Satnarkoba Polres Karanganyar gara-gara transaksi narkoba jenis sabu-sabu di jalan Solo-Sragen.

Dilaporkan ke Polisi oleh Advokat dan Warga, Begini Tanggapan Bupati Sragen

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dilaporkan oleh empat warga dan 18 advokat ke Polres Sragen, Kamis (16/9/2021).