Istimewa, Kerajinan Kulit Warga Madiun Ini Tembus Jepang Hingga Kanada

Seorang warga Madiun berhasil membuat kerajinan kulit handmade yang mampu menembus pasar luar negeri.

 Hendro Suwignyo, 38, warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun menunjukkan hasil produk handmade kulit miliknya, Rabu (13/10/2021). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

SOLOPOS.COM - Hendro Suwignyo, 38, warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun menunjukkan hasil produk handmade kulit miliknya, Rabu (13/10/2021). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN — Di Kota Madiun, tepatnya di Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, ada usaha kecil kerajinan kulit. Istimewanya, kerajinan kulit buatan tangan produksi UKM ini bisa menembus pasar Asia dan Amerika.

Adalah Hendro Suwignyo, si pemilik usaha kerajinan kulit. Awalnya pria 38 tahun itu tidak menyangka kerajinan kulit buatannya diminati pasar.

Ditemui Madiunpos.com di rumahnya di RT 012/RW 005, Kelurahan Demangan, Rabu (13/10/2021) siang, Hendro menceritakan awal mula menekuni usaha handmade kerajinan kulit ini pada 2018. Saat itu, dia dihadapkan pilihan berat untuk meninggalkan pekerjaan yang cukup mapan di Surabaya dan memilih tinggal di Madiun.

Baca Juga: Kece Abis, Jip Mini Buatan Santri Jember Ini Bikin Kesengsem

“Karena istri saya punya ikatan dinas di Madiun. Jadi saya akhirnya pulang ke Madiun. Pekerjaan di Surabaya ditinggal,” kata dia.

Sebelum benar-benar resign dari tempat kerjanya, Hendro terlebih dahulu mencari inspirasi usaha yang cocok dikembangkan di Madiun. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membikin usaha kerajinan kulit handmade.

“Karena saya berpikir bahan baku kulit di sini kan tidak sulit didapat. Kan ada sentra bahan baku kulit di Magetan. Jadi untuk bahan baku enggak perlu takut kehabisan,” katanya.

Dia pun mulai belajar mengolah kulit untuk dijadikan berbagai kerajinan. Selain berguru pada seseorang perajin kulit di Surabaya, dia juga berlatih secara mandiri dengan melihat video-video di YouTube.

Baca Juga: Kisah Stik Sukun Pertama di Klaten, Pernah Tembus ke Taiwan & Australia

Setelah menguasai teori-teorinya, dia pun langsung praktik untuk membuat kerajinan kulit. Produk pertama yang dibikin adalah Zippo pouch atau sarung korek api Zippo. Hasil kerajinan itu pun langsung mendapat sambutan positif dari pasar.

Saat diunggah di Facebook dan membuka pre order, Hendro mengaku tidak menyangka langsung ada 50 pesanan dalam beberapa waktu.

“Awal-awal ya memang sedang coba-coba pasar. Di-launching dan ternyata mendapat respons positif dari pasar,” ujar suami dari Kurnia Anindya Yanti.

Dia juga menjual produknya di beberapa market place. Produknya pun dilirik oleh konsumen dari luar negeri. Tercatat, produknya dikirim ke sejumlah negara, seperti Singapura, Thailand, Jepang, Kalifornia (AS), dan Kanada. Kerajinan kulit sapi yang dibeli yaitu seperti tempat pena dan masker kulit.

Berita Terkait

Espos Plus

Berita Terkini

Perkuat Branding, Pemkab Madiun Resmikan Taman Wisata Edukasi

Pemkab Madiun meresmikan Taman Wisata Edukasi Porang dan TIC di kawasan GOR Pangeran Timoer, Rabu (19/1/2022), untuk memperkuat branding Kabupaten Madiun sebagai daerah penghasil porang.

8 Karyawan Terpapar Covid-19, BNI Madiun Tutup Sementara 3 Hari

Sebanyak delapan karyawan BNI Cabang Madiun terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga tutup sementara selama tiga hari, mulai Selasa-Kamis (18-20/1/2022).

Truk Muatan Mobil Nyangkut di Rel, Kereta Api ke Kediri Tersendat

Sebuah truk Mitsubishi Fuso yang mengangkut mobil baru tersangkut di rel kereta api yang ada di Kediri, Jatim.

Lecehkan Mahasiswi saat Bimbingan Skripsi, Dosen Unesa Dinonaktifkan

Seorang dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi saat bimbingan skripsi.

Hujan Deras, 12 Desa di Pasuruan Dikepung Banjir

Sebanyak 12 desa yang berada di enam kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) dilanda banjir pada Selasa (18/1/2022).

Sama-Sama Sakti, Ini Perbedaan Rajah dengan Azimat atau Jimat

Meski sama-sama dianggap sakti, rajah dan azimat atau jimat memiliki sejumlah perbedaan yang tak diketahui banyak orang.

Banjir Lahar Dingin Semeru Terjang Sungai di Lumajang, Warga Waspada

Banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang sejumlah daerah aliran sungai di Lumajang. Tingginya curah hujan yang mengguyur Lumajang sejak siang menjadi faktor penyebab terjadinya banjir ini.

Resmi! Daging Anjing Dilarang Diperjualbelikan di Kota Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji, resmi melarang perdagangan daging anjing di wilayahnya, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).

Angin Kencang di Madiun, 1 Tower SUTET PLN Roboh, 56 Rumah Rusak

Satu tower SUTET milik PLN di Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim), roboh akibat diterpa angin kencang yang terjadi pada Minggu (16/1/2022).

Jelajah Pasir Putih dan Pesona Mistis di Pantai Gondo Mayit Blitar

Objek wisata Pantai Gondo Mayit atau kadang disebut Pantai Pasir Putih Pasetran Gondo Mayit di Kota Blitar, Jawa Timur, menyimpan sejumlah misteri, salah satunya soal keberadaan rajah.

Kota Malang Bakal Larang Perdagangan Daging Anjing, Pertama di Jatim

Kota Malang akan menjadi kota pertama di Jawa Timur (Jatim) yang melarang perdagangan daging anjing untuk dikonsumsi.

Waspada! Omicron Terdeteksi di Malang, Tiga Warga Terkonfirmasi

Sebanyak tiga warga Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron.

Gempa Bumi Magnitudo 4,1 Guncang Surabaya

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,1 terjadi di Bangkalan, Jawa Timur (Jatim), yang efeknya dirasakan warga Surabaya, Sabtu (15/1/2022).

Waspada Omicron, Pemkab Pasuruan Aktifkan Lagi Tempat Karantina

Pemkab Pasuruan sudah mulai mengantisipasi kemunculan kasus Omicron dengan menyiapkan ruang karantina.

Pancur Pitu, Destinasi Wisata Menarik di Lereng Gunung Pandan Madiun

Objek Wisata Pancur Pitu di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun menjadi wisata alternatif yang menarik dengan keindahan alam serta kolam air dengan tujuh pancurannya.