Kategori: Sragen

Isolasi Mandiri Di Technopark Dinilai Terlalu Singkat, Ini Kata DKK Sragen


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN -- Masa isolasi mandiri orang positif Covid-19 tanpa gejala atau OTG di Technopark Ganesha Sukowati Sragen yang singkat, kurang dari 10 hari, menjadi pertanyaan masyarakat.

Apalagi sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang baru, pasien asimptomatik di Technopark tidak perlu menjalani swab test evaluasi untuk memastikan sudah negatif atau belum.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menjelaskan masa isolasi mandiri 10 hari itu dihitung sejak pengambilan spesimen swab. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) DKK Sragen dr Sri Subekti menjelaskan isolasi pasien positif Covid-19 asimptomatik di Technopark itu berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/413/2020.

Kaleidoskop Politik Solo 2020: Figur Cawali-Cawawali Bermunculan Berebut Restu Megawati

Keputusan Menkes tertanggal 13 Juli 2020 itu tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Revisi ke-5. Sri Subekti menerangkan sesuai SOP terbaru isolasi mandiri memang hanya 10 hari plus isolasi di rumah selama tujuh hari.

Bekti menyimulasikan perhitungan isolasi mandiri itu. Ia mencontohkan seorang pasien A diambil spesimen swab-nya pada 11 Desember 2020 dan hasilnya positif keluar pada 13 Desember 2020 sore.

Dihitung Dari Tanggal Swab

Selanjutnya, pasien A itu dijemput untuk menjalani isolasi ke Technopark Sragen pada 14 Desember 2020 pagi, kemudian pulang 21 Desember 2020. Dengan demikian, pasien A menjalani isolasi di Technopark hanya tujuh hari.

Jumlah Pengungsi Merapi Di TES Balerante Klaten Terus Berkurang

Kasus kedua, terangnya, pasien B yang diswab pada 10 Desember 2020 kemudian hasilnya positif keluar pada 14 Desember 2020. Pasien B itu masuk Technopark pada 15 Desember 2020 dan pulang pada 20 Desember 2020. Artinya, hanya lima hari di Technopark.

"Jadi perhitungan 10 hari itu dari tanggal swab. Maka bagi warga seusai swab test wajib isolasi mandiri di rumah sampai hasilnya keluar,” ujarnya kepada Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (28/12/2020).

Bekti berharap masyarakat dapat memahami perhitungan lama isolasi mandiri di Technopark Sragen. Masa inkubasi Covid-19, lanjutnya, hanya 14 hari sehingga sepulang dari Technopark wajib isolasi mandiri tambahan selama tujuh hari di rumah.

Pemkab Sukoharjo Petakan Calon Penerima Vaksin Covid-19, Ini Target Utamanya

Setelah 14 hari, Bekti mengatakan potensi penularan Covid-19 sudah lemah. Berbeda penanganan untuk pasien simptomatik yang biasanya disertai komorbid. Bekti menjelaskan pasien simptomatik dirawat di RSUD, baik di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen atau RSUD dr Soeratno Gemolong atau RS rujukan lainnya.

Kewenangan Dokter

Ia mengatakan bagi pasien simptomatik harus melewati swab test evaluasi. Kalau hasil swab test evaluasi negatif bisa langsung pulang.

Namun, jika masih positif dan tidak ada gejala demam dan gangguan pernapasan, atas kewenangan dokter penanggungjawab pasien (DPJP) dapat dipindahkan untuk isolasi ke Technopark Sragen. "Kemudian bisa pulang setelah tiga hari di Tehnopark,” jelas Bekti.

5 Warga Solo Meninggal Terpapar Covid-19, Kasus Positif Tambah 53 Orang

Sri Subekti menerangkan pada awal-awal pandemi memang ada swab test evaluasi harus dua kali negatif baru dinyatakan sembuh. Karenanya saat itu OTG bisa lama tinggal isolasi di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS).

Saat ada Keputusan Menkes tersebut, Bekti mengatakan Pemkab Sragen mengambil kebijakan swab test evaluasi dengan negatif sekali bisa pulang. Kemudian dengan pertimbangan perkembangan kasus, perkembangan informasi, dan penyesuaian pengambilan kebijakan, jelas Bekti, tidak ada swab test evaluasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr Hargiyanto, menyampaikan jumlah orang yang menjalani swab test karena kontak erat mencapai 300 orang lebih per Senin. Artinya, hasil tracing masih cukup banyak.

Share