Irung Petruk Boyolali, Spot Selfie Sekaligus Tonggak Sejarah Dakwah Islam

Tikungan Irung Petruk Boyolali juga dikenal sebagai tonggak sejarah dakwah Islam di Boyolali.

Kamis, 29 September 2022 - 14:11 WIB Penulis: Ika Yuniati Hijriyah Al Wakhidah Editor: Ika Yuniati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Sejumlah pembalap sepeda melintasi tanjakan Selo di daerah Irung Petruk, Boyolali. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Dok/Agoes Rudianto/JIBI/SOLOPOS)

Solopos.com, BOYOLALI —  Taman Irung Petruk  Boyolali merupakan salah satu spot selfie di kaki Merapi yang cukup melegenda sekaligus bersejarah di Kabupaten Boyolali. 

Cerita tentang jalur Irung Petruk di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali, tak lepas dari sejarah penyebaran agama Islam di wilayah Cepogo dan Selo.

Saat Islam mulai menyebar di Jawa, ada seorang Kiai dari keturunan Sunan Kalijaga yang datang ke kawasan lereng Gunung Merapi itu. Orang tersebut bertubuh sangat tinggi, dan hidungnya sangat mancung. Orang tersebut menyerupai warga keturunan Arab.

Setelah menyebarkan agama Islam di Cepogo dan Selo, Mbah Petruk melakukan perjalanan sampai ke Gunung Bibi yang ada di sisi timur Gunung Merapi.

Lama tidak ada kabar dari Mbah Petruk, warga saat itu mengira Mbah Petruk meninggal dunia di Gunung Bibi.

Baca juga: Taman Irung Petruk Boyolali, Spot Selfie Melegenda di Kaki Merapi

Setelah itu, terdengar kabar bahwa Mbah Petruk sebenarnya Kyai Rohaji yang kemudian mendapat julukan Empu Permadi. Dulunya, Mbah Petruk sering jalan-jalan di gardu pandang dan membuat jalan menanjak, menikung mirip dengan hidung Petruk.

Jalan itu hingga kini masih ada sehingga dikenal dengan tikungan Irung Petruk Boyolali. Warga Cepogo hingga saat ini masih percaya Mbah Petruk menjadi penyelamat bagi orang Cepogo.

Bagi yang sering melintas di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) pasti tidak asing dengan patung Petruk ini. Lokasinya berada di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

Kawasan Irung Petruk Boyolali juga sering dijadikan tempat nongkrong bagi muda-mudi atau tempat beristirahat para pelancong yang melintas di jalur alternatif Boyolali-Magelang.

Baca juga: Berburu Spot Sunrise Dekat Merapi dari Tikungan Irung Petruk Boyolali

Lokasi ini berada di ketinggian lereng Gunung Merapi sehingga menyajikan pemandangan lepas yang indah ke arah Solo dan sekitarnya.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, seringkali, pengunjung mengabadikan perjalanan mereka dengan memotret patung Petruk sebagai latar depan atau latar belakang swafoto mereka.

Sayangnya, lokasi berfoto ini cukup terbatas karena terhalang tebing setinggi sekitar 3 meter di salah satu sisi jalan, sehingga mereka hanya bisa mengambil sisi jalan lainnya.

Tapi sekarang mereka sudah punya titik foto baru untuk memotret patung Petruk dan pemandangannya, yakni dari taman yang kini dibangun di tebing sisi atas patung Petruk.

Baca juga: Cegah Kerumunan, Irung Petruk Boyolali Dipagari

Dari taman bernama Taman Irung Petruk di Boyolali ini, pengunjung dapat mengambil foto dari sisi yang lebih beragam.

Dilansir dari https://visitjawatengah.jatengprov.go.id, Taman Irung Petruk sangat digandrungi masyarakat guna mencari hiburan dengan melihat pemadangan alam.

Taman Irung Petruk buka setiap hari mulai pukul 08.00-21.00 WIB. Tak hanya menawarkan keindahan bagi pemburu matahari terbit, tetapi juga pemadangan lampu-lampu bergemerlapan pada malam hari.

Masih berada di kompleks Taman Irung Petruk Boyolali, berdasarkan Visitjawatengah.jatengprov.go.id, ada beberapa kuliner yang layak dicoba. Di antaranya soto segar khas Boyolali yang disantap di antara pemandangan hijau Lereng Merapi.

Baca juga: BENCANA BOYOLALI : Irung Petruk Longsor, Jalur Selo-Borobudur Tersendat

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Nikahan Kaesang: Terima 45 Request Parkir Jet Pribadi, Begini Persiapan BIAS 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Syiar Kedamaian, Komunitas Ini Bagikan Ratusan Kaus dan Bunga di Solo Baru 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Selamat! Gerakan Literasi Sukoharjo Tembus Top 45 Kompetisi Inovasi Nasional 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Di Dayu Karanganyar, Jejak Sungai Besar Purba Ditemukan 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sejumlah Plafon Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo Jebol, Perbaikan Dianggarkan 2023 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Buruh Sukoharjo Minta Para Pengusaha Jalankan Struktur Skala Upah 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Profil Taufik M Widodo, MC Acara Ngunduh Mantu Nikahan Kaesang-Erina di Solo 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Pengumuman! Pilkades Serentak 67 Desa di Klaten Paling Cepat Digelar Juli 2023 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Arus Lalu Lintas Solo akan Dipantau Drone Polri saat Nikahan Kaesang-Erina 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Ada Alpukat Jumbo di Lereng Merapi Klaten, Harganya Sempat Tembus Rp40.000/Kg 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Akhirnya, BLT Sapu Jagat Karanganyar Tahap I Rp1,353 Miliar Cair 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sah! Pasangan Penghayat Kepercayaan Ini Resmi Menikah di Jatisrono Wonogiri 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Bocah Balita Telantar di Sragen Dapat Tawaran Bantuan Operasi Bibir Sumbing 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Pemkab Sragen Kini Punya Aplikasi yang Bisa Awasi Hibah untuk Tempat Ibadah 5 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Dijual Rp9.500/Kg, 3,5 Ton Beras di Pasar Murah Tasikmadu Ludes dalam 1 Jam 5 jam yang lalu