IPW Desak Kapolri Usut Pemecatan Pengacara Bharada E Deolipa Yumara

IPW mendesak Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, mengusut pemecatan Deolipa Yumara sebagai pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.

 Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso. (Istimewa/YouTube Metrotvnews)

SOLOPOS.COM - Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso. (Istimewa/YouTube Metrotvnews)

Solopos.com, SOLO — Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, mengusut pemecatan Deolipa Yumara sebagai pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.

Pengacara Bharada E itu dipecat mulai Rabu (10/8/2022). Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber acara Kontroversi di Metro TV, Kamis (11/8/2022) malam.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Sugeng hadir sebagai salah satu narasumber. Selain Sugeng, ada Deolipa Yumara dan pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, yaitu Kamaruddin Hendra Simanjuntak.

Saat itu Deolipa membacakan surat pemecatan dirinya secara live. Setelah mendengar isi surat pemecatan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, Sugeng menyampaikan bahwa dia tidak yakin surat itu dibuat oleh Bharada E.

“Ini saya persoalkan. Ini saya yakin bukan pencabutan Eliezer. Ada intervensi dari penyidik. Saya minta ini diperiksa. Kapolri harus memeriksa proses pencabutan kuasa ini. Ini tidak main-main,” ujar dia.

Baca Juga : Pengacara Bharada E Deolipa Yumara Dipecat, IPW: Ada Intervensi Polisi

Dia kembali menegaskan bahwa Polri tidak bisa mengintervensi pekerjaan pengacara.

“Saya sangat paham kode etik advokat. Saya mengingatkan Polri jangan intervensi pekerjaan pengacara. Walaupun Anda [Polri] yang menunjuk pengacara. Anda tidak berhak intervensi pekerjaan pengacara,” tutur Sugeng.

Surat Pemecatan

Dia juga menyinggung momen saat Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, mengkritik pernyataan pengacara Bharada E yang telah dipecat, Deolipa Yumara. Sugeng menuturkan pengacara memiliki hak menyampaikan pernyataan di depan publik.

“[Itu] untuik mempertahankan prinsip-prinsip hukum yang diperlukan. Saya melihat ada konflik ketika pengacara menyampaikan sesuatu dan Kabareskrim mengkritik. Saya mau mengingatkan Polri tidak ada di atas pengacara. Pengacara membuat proses ini jadi lebih bertanggung jawab,” jelasnya.

Baca Juga : Deolipa Dipecat Jadi Pengacara Bharada E, Apa Alasannya?

Diberitakan sebelumnya, pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, yakni Deolipa Yumara dipecat pada Rabu (10/8/2022). Deolipa menerima surat pemecatan sebagai pengacara Bharada E itu pada Kamis (11/8/2022) malam.

Staf Deolipa Yumara mengirim surat pemecatan tersebut melalui pesan aplikasi WhatsApp (WA). Pemecatan dirinya ini diketahui saat menjadi narasumber acara Kontroversi di Metro TV, Kamis malam. Deolipa membacakan isi surat pemecatan tersebut.

“Ini siaran langsung kan? Oh ya, bagus. Jadi saya dapat WA dari anak buah saya, pengacara dari kantor saya di Condet. Surat pencabutan kuasa [dari pengacara Bharada E],” ucap dia yang dikutip Solopos.com dari kanal Youtube metrotvnews, Jumat (12/8/2022).

Akan Melawan

Dipecat dari pengacara Bharada E, Deolipa mengaku tak percaya jika yang menulis surat pencabutan kuasa tersebut Bharada E. Surat tersebut diketik. Padahal, menurut Deolipa, Bharada E lebih suka menulis tangan.

Baca Juga : Dipecat Jadi Pengacara Bharada E, Ini Kata Deolipa Yumara

Apalagi, lanjutnya, kata-kata yang digunakan dalam surat tersebut merupakan bahasa hukum.

“Mengenai pencabutan kuasa ke saya, Eliezer ini kan di tahanan. Mana ngerti dia kejadian di luar. Mana bisa di tahanan bisa bikin ketikan secara rapi. [Bharada E] anak 24 tahun secara karakter kejiwaan enggak bisa menulis beginian. Ini kan tulisan bahasa hukum. Anak kuliah hukum yang bisa menulis beginian. Anggota Brimob tulis begini enggak cocok,” jelas dia.

Deolipa akan membawa hal ini ke forum pengacara Indonesia. “Ya saya bawa ke gerbong pengacara Indonesia. Kami ingin melawan ketidakbenaran, bukan melawan orang-orang di Bareskrim,” ucap dia.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Getirnya Lagu Kanjuruhan dan Konsistensi Kritik Sosial Iwan Fals

      Getirnya Lagu Kanjuruhan dan Konsistensi Kritik Sosial Iwan Fals

      Lewat lagunya berjudul Kanjuruhan, Iwan Fals menunjukkan konsistensinya sebagai musisi yang menyuarakan kegelisahan hati masyarakat di balik Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sekitar 130 orang. Kritik sosial tercermin dari setiap lirik lagunya yang terasa getir dan menyayat hati.

      Berita Terkini

      Solopos Hari Ini: Audit Sepak Bola

      Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan audit penyelenggaraan pertandingan sepak bola lewat tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF).

      PHRI Proyeksi Okupansi Hotel pada September 2022 Terus Menurun

      Pada dasarnya pasar sektor pariwisata khususnya hotel bergantung pada kegiatan wisata atau leisure dan korporasi/pemerintahan.

      Pedagang Sebut Beras Ilegal Asal Vietnam Masuk RI, Begini Respons Bapanas

      Wakil Ketua Perpadi Billy Haryanto mengatakan beras selundupan dari Vietnam sekali bongkar di Pelabuhan Kuala Tungkal, Jambi, bisa mencapai 3.000 ton.

      Besok, Kementerian PUPR Umumkan Penyesuaian Tarif Tol

      Sudah ada beberapa tarif ruas tol yang diproses untuk penyesuaian hingga akhir tahun ini. Adapun penentuan besarannya masih harus menunggu penandatanganan amandemen baru.

      Ma’ruf Amin Bahas Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim saat Terima Dubes Mesir

      Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menilai 75 tahun hubungan Indonesia-Mesir merupakan momentum penting dalam perjalanan diplomatik kedua negara. 

      Dewan Bisnis EU-ASEAN Gelar KTT ke-10 di Belgia

      Dewan Bisnis Uni Eropa (European Union/EU) dan ASEAN akan menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) ke-10 sebagai bentuk memperkuat kerja sama bisnis di Brussels, Belgia, 13 Desember 2022. 

      Pengusungan Anies Jadi Capres 2024 Berpotensi Belah Pendukung Nasdem

      CEO Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai pengusungan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024 merupakan langkah berani Partai NasDem. 

      Presiden Filipina Berencana Beli Minyak Rusia, Bagaimana Sikap Indonesia?

      Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan negaranya mungkin membeli minyak Rusia untuk memenuhi kebutuhan bahan bakarnya di tengah lonjakan harga energi global. 

      Jika China Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terancam Turun 0,3%

      Center of Economic and Law Studies atau Celios menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terdampak jika China mengalami resesi. 

      Pesparani Katolik Nasional II Usung Tema Persaudaraan

      Lembaga Pembinaan Pengembangan Pesparani Katolilk Nasional (LP3KN) kembali menggelar Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II setelah vakum dua tahun pada 28-31 Oktober 2022, di Kupang, Nusa Tenggara Timur. 

      Politikus Kembali Narasikan Penolakan Penetapan Tarif Cukai Rokok

      Kalangan politikus kembali menyuarakan penolakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2023 yang akan ditetapkan Kementerian Keuangan dalam waktu dekat.

      Kejagung Panggil Susi Pudjiastuti Urai Kasus Impor Garam Industri

      Kejaksaan Agung (Kejagung) akan melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti terkait dugaan tindak pidana korupsi fasilitas impor garam industri periode 2016-2020.

      Demokrat Rayu Nasdem dan PKS Duetkan Anies-AHY

      Partai Demokrat ingin mengajukan duet Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024. 

      Biaya Pelatihan Kartu Prakerja Tahun Depan Naik Rp3,5 Juta

      Pemerintah bersepakat melanjutkan program Kartu Prakerja dengan skema normal pada 2023 mendatang, bahkan bakal menyesuaikan besaran bantuan yang diterima oleh peserta program.

      Doa Terbaik Sandiaga Uno untuk Dua Mantannya, Prabowo dan Anies Baswedan

      Sandiaga Uno merespons positif kedua calon presiden, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, yang akan maju pada Pemilu 2024 itu.