Investor Pasar Modal Diprediksi Tumbuh Pesat, Ini Alasannya
Ilustrasi Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Dok/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, SOLO—Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk 2021 telah dimulai.

Tahun ini diawali dengan tren positif pasar modal yang merupakan kelanjutan kinerja positif sepanjang 2020, meski tekanan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 sangat kuat. Tren apik ini diprediksi mendongkrak pertumbuhan investor yang makin melejit.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan tren positif pasar moda 2021 merupakan kelanjutan kinerja positif sepanjang 2020, meski tekanan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 sangat kuat.

“Setelah mencapai titik terendah yang ditandai dengan penurunan IHSG hingga level 3.900 pada Maret 2020, pasar saham Indonesia berhasil rebound dan menutup tahun 2020 dengan posisi IHSG 5.979,07 pada 30 Desember,” ujar dia, dalam rilis yang diterima Solopos.com, Minggu (17/1/2021).

Tekanan akibat pandemi Covid-19 tak menghalangi pasar modal Indonesia mencatat sejumlah milestone penting. Sepanjang 2020, rata-rata investor aktif per hari mencapai 95 ribu per hari atau meningkat 75% dari 2019. yakni 55.000 per hari.

Ini diikuti dengan jumlah investor aktif ritel per hari yang meningkat empat kali lipat dibandingkan 2019. Seiring dengan itu, jumlah total investor berdasarkan jumlah Single Investor Identification (SID) saham, reksadana, dan obligasi juga meningkat hingga 56% menjadi 3,88 juta investor.

Menteri BUMN Optimistis Vaksinasi Nakes Lindungi & Perangi Covid-19

Usia di Bawah 30 Tahun Mendominasi

Dari jumlah tersebut, investor dengan usia di bawah 30 tahun mendominasi dengan porsi 54,79% dari total investor di pasar modal.
Selain itu, sepanjang 2020 terdapat 51 perusahaan tercatat baru yang mencatatkan saham di BEI dengan nilai fund raising mencapai Rp118,7 triliun. Dengan demikian, total perusahaan tercatat di BEI sampai akhir 2020 sebanyak 713 emiten.

Pasar saham 2020 juga mencatat rekor frekuensi transaksi harian tertinggi pada 22 Desember yang mencapai 1,69 juta transaksi dengan rata-rata nilai transaksi pada 2020 mencapai Rp9,21 triliun per hari. Partisipasi aktif investor ikut menentukan lonjakan berbagai indikator tersebut karena selama 2020.

Menurutnya, milestone penting ini menjadi modal melewati 2021. Selain itu, salah satu modal penting pasar modal 2021 adalah diresmikannya securities crowdfunding (SCF) pada hari pertama perdagangan 2021.

Securities crowdfunding merupakan skema pembiayaan alternatif penggalangan dana melalui pasar modal. Melalui skema ini, sebuah bisnis atau individu dapat mencari pendanaan dari satu atau beberapa investor di pasar modal. Di samping itu, dana yang dihimpun bisa dilindung nilai (hedge) untuk jangka waktu tertentu.

“Skema penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi ini memberi kesempatan bagi pengusaha muda maupun kelompok UKM untuk menggalang dana dari pasar modal. Pada saat yang sama, para pemilik dana dapat berinvestasi di pasar modal,” papar dia.

Alamak! Lionel Messi Terancam Hukuman Larangan Bertanding 12 Laga

Optimisme

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah II, Wira Adibrata, mengatakan optimisme juga dirasakan di Solo dengan bertambahnya jumlah investor dan nalai transaksi yang terus meningkat. Ia pun optimistis penambahan investor bisa di atas 8.000-an sepanjang 2021.

“BEI Jateng II akan meningkatkan edukasi melalui daring yang selama pandemi ini dinilai sangat efektif. Adanya pembatasan sosial berskala besar [PSBB] pun tidak menjadi halangan edukasi bagi kami. Dengan banyak orang work from home, justru memberikan banyak waktu untuk belajar bagaimana cari berinvestasi,” jelas dia.

Wira menjelaskan peningkatan jumlah investor mulai melejit sejak Juni 2020, yakni tambah 760 investor baru. Setelah itu Juli 2020 tambah 824 investor dan Agustus 2020 ada 753 investor baru.

Sedangkan tiga bulan terakhir pertumbuhan investor baru di atas 1.000 orang per bulan, yakni September 2020 ada 1.737 orang, Oktober 2020 ada 1.210 orang, dan November 2020 tembus 2.171 investor baru.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah investor ini berbanding lurus dengan kenaikan nilai transaksi di pasar saham. Misalnya, sebelum pandemi nilai investasi sekitar Rp800-an miliar. Angka ini naik tajam menjadi di atas Rp2 triliun sejak Maret 2020.

Pihaknya mencatat total penambahan investor pada 2020 ini sebanyak 9.091 investor baru hingga November 2020. Capaian ini melebihi targetnya pada 2020 sebanyak 7.500 investor. Kini total investor di lingkup BEI Jateng II sebanyak 37.078 orang hingga November 2020. Sebelumnya pada 2019 ada sebanyak 27.987 investor.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom