Persis Solo (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, SOLO - Teka-teki investor baru Persis Solo akhirnya terjawab pada Sabtu (14/9/2019). Sosok yang membeli 70 persen saham PT Syahdana Property Nusantara (SPN) di PT Persis Solo Saestu (PSS) adalah Vijaya Fitriyasa (VF).

Mantan Presiden Keluarga Mahasiswa (KM) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang kini menjadi pengusaha bidang minyak dan gas (migas) tersebut sebelumnya telah memiliki klub lokal yang tercatat sebagai anggota Asprov PSSI DKI Jakarta. Klub tersebut bernama Jakarta United Football Club (JUFC).

Pada 2018, JUFC pernah berlaga di Liga 3 Indonesia zona DKI Jakarta. Namun, musim ini, tim tersebut tak ambil bagian pada kompetisi yang sama. Perwakilan VF menemui kelompok suporter Persis Solo, Pasoepati dan Surakartans di Resto Godong Salam, Solo, pada Sabtu malam.

VF diwakili oleh Raja Pane dan Azmi. Pada kesempatan itu, Presiden Direktur PT PSS Eddy Junaidi dan Sekjen Persis Sigid Rudi Gunawan juga hadir dalam kesempatan itu. Raja Pane mengatakan kehadiran VF sebagai investor baru yang memiliki saham mayoritas di PT PSS dimaksudkan untuk mengembalikan citra Persis Solo sebagai klub besar di Indonesia.

Ia mengungkapkan manajemen akan berganti dan manajemen baru ingin tak ada jarak dengan suporter. “Suporter adalah bagian penting angkat harkat martabat Persis Solo,” kata dia di hadapan sekitar 50-an suporter itu.

Pada kesempatan itu, Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mempertanyakan legalitas penjualan saham milik PT SPN ke VF. Menurutnya, hal itu penting diketahui oleh suporter. Eddy Junaidi memaparkan, kedatangan VF adalah jawaban atas keinginan manajemen mencari solusi permanen demi perbaikan Persis menuju sepak bola industri.

Ia membeberkan, beberapa nama investor yang masuk melalui Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, memiliki kaitan dengan mafia sepak bola Indonesia. “Empat tahun kami berdarah-darah, kok Persis Solo mau diberikan. Memang sudah legawa asal tidak untuk yang pengatur skor dan memiliki endurance empat tahun ke depan. Pak Vijay punya anggaran itu,” papar dia.

Meski demikian, perwakilan Surakartans, Adith, menilai momen malam itu masih kurang tepat. Menurutnya, manajemen hendaknya mengundang suporter setelah semua urusan dengan pemangku wilayah dan Askot PSSI Solo telah klir. “Kami ini netral, yang penting Persis main di Solo,” kata dia.

Mantan Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, juga sepakat dengan hal itu. Menurutnya suporter harus ditempatkan pada posisi sebagai suporter. “Setelah klir semua, baru kami diundang. Kami menempatkan diri sebagai suporter. Mau Persis di Liga 1, 2, atau 3, kami tetap suporter,” kata dia. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: