Investasi Raksasa Rp142 Triliun, Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Bakal Berdiri di Batang
Ilustrasi baterai mobil listrik (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Pabrik baterai untuk kendaraan listrik yang akan dibangun di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah digadang-gadang akan menjadi pabrik baterai terbesar di dunia.

Kementerian BUMN pun menyiapkan konsorsium BUMN yang akan berkolaborasi dengan perusahaan baterai listrik asal Korea Selatan LG Energy Solution Ltd (LG).

Menteri BUMN Erick Thohir menyiapkan Konsorsium MIND ID yang terdiri atas PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Pertamina (Persero).

Konsorsium MIND ID inilah yang diminta Erick berkolaborasi dengan LG untuk mendirikan pabrik baterai di Batang, Jawa Tengah. Erick memastikan investasi itu berjalan dari sisi produksi dan juga memiliki pasar di dalam dan luar negeri.

Begini Upaya Pemerintah Bangkitkan Sektor Perumahan

Pabrik baterai kendaraan listrik akan dipusatkan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, yang lokasinya sudah ditinjau Presiden Jokowi pada akhir Juni 2020.

Kawasan industri seluas 4.300 hektare itu merupakan percontohan kerja sama pemerintah dan BUMN dalam menyediakan lahan yang kompetitif dari sisi harga, konektivitas, dan tenaga kerja.

Sebagaimana dikutip dari laman indonesia.go.id, sebagian baterai yang dihasilkan di sana akan dipasok ke pabrik mobil listrik pertama di Indonesia yang sudah lebih dahulu ada dan dalam waktu dekat akan memulai tahap produksi.

Investasi raksasa LG Consortium ini akan menjadi investasi terbesar sejak dua dekade terakhir. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, yakni U$9,8 miliar, atau sekitar Rp142 triliun.

Hulu hingga Hilir

Realisasi pabrik itu akan membuat Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang punya industri baterai kendaraan listrik dari hulu (pertambangan) hingga hilir (baterai lithium dan mobil listrik). Indonesia juga segera memiliki pusat industri sel baterai kendaraan listrik terintegrasi pertama di dunia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan investasi ini merupakan yang terbesar yang pernah masuk Indonesia setidaknya setelah dua dekade lebih. "Investasi LG ini terbesar setelah era reformasi," kata Bahlil.

Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) sudah ditandatangani BKPM dengan LG Energy Solution Ltd di Seoul, Korea Selatan, pada 18 Desember 2020.

Tips Investasi Emas Bagi Pemula, Bisa Jadi Cuan Hlo!

MoU itu berisi tentang kerja sama proyek investasi raksasa dan strategis di bidang industri sel baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan pertambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining), serta industri prekursor dan katoda, dengan nilai rencana investasi yang mencapai US$9,8 miliar.

MoU itu sekaligus menjadi sinyal keseriusan yang sangat tinggi dari pihak LG dan Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri baterai terintegrasi.

"Indonesia akan naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik. Di mana, baterai memegang peranan kunci, bisa mencapai 40% dari total biaya untuk membuat sebuah kendaraan listrik," ujar Bahlil.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom