Investasi Industri Semen Rp6,1 Triliun Masuk Wonogiri
ilustrasi industri semen. (Solopos-Dok)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pembangunan pabrik semen di Wonogiri oleh investor besar semakin mendekati realisasi. Investor bersangkutan telah mengajukan izin tahap awal kepada pemerintah pusat mulai tahun lalu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri  mencatat nilai investasi yang ditanamkan mencapai Rp6,1 triliun. Data yang diperoleh Solopos.com dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Wonogiri, Selasa (17/4/2018), investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) 2017 tercatat Rp6,806 triliun dari 612 proyek.

Usaha tersebut diproyeksikan bisa menyerap 5.479 tenaga kerja. Kontribusi investasi terbesar disumbangkan satu investor yang bakal mendirikan industri semen, yakni Rp6,1 triliun. Nilai investasi tersebut jauh lebih tinggi daripada 2016.

Investasi tahun tersebut tercatat Rp987,046 miliar dari 1.102 proyek. Meski investasi lebih rendah tetapi usaha mampu menyerap tenaga kerja  lebih banyak, yakni 7.473 orang.

Kepala DPMPTSP Wonogiri, Eko Subagyo, kepada Solopos.com mengatakan izin pendirian industri semen merupakan wewenang pemerintah pusat. Investor yang akan mendirikan industri semen di Kota Sukses meningkatkan izin dari eksplorasi menjadi operasi produksi tahun lalu.

Langkah itu masih tahap awal. Menurut dia, realisasi operasi produksi masih lama karena investor masih harus menempuh banyak tahapan di tataran pusat maupun daerah. Izin yang harus diproses di daerah seperti analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan izin mendirikan bangunan (IMB).

“Sebelum pemerintah pusat menerbitkan izin operasi produksi, Pemkab belum akan memproses amdal dan IMB,” kata Eko saat ditemui Solopos.com di Sekretariat Daerah (Setda).

Dia menegaskan pendirian industri harus di kawasan industri yang telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Saat ini perda tersebut sedang proses revisi.

Disinggung mengenai seluk beluk investor yang akan mendirikan industri semen, Eko belum mengetahui secara pasti. Dia mengaku dahulu ada calon investor yang ingin mendirikan industri semen di Wuryantoro.

Namun, dia belum mengetahui secara pasti investor tersebut sama dengan investor yang sudah mulai mengurus izin atau bukan. Pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, saat Lokakarya Perencanaan Pengembangan dan Sosialisasi Regulasi Investasi mengapresiasi Pemkab Wonogiri  yang membuat inovasi dalam pengurusan perizinan, seperti dengan membuat sistem online secara real time.

Dia mendorong Pemkab Wonogiri menciptakan iklim investasi yang baik. Investasi di daerah berkontribusi besar dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional. Pada 2018 pertumbuhan ekonomi nasional ditarget 5,4 persen. Capaian tahun lalu tercatat 5,0 persen.

“Artinya perlu ada akselerasi agar realisasi tahun lalu meningkat 0,4 persen pada tahun ini. Pemda [pemerintah daerah] harus terlibat aktif ikut menggenjot, salah satunya mendorong investasi,” kata Ferry.



Avatar
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho