Interaksi Gustika Hatta dan Ibunya Bikin Kagum
Video Gustika di Channel Youtube Asumsi. (Istimewa/Youtube)

Solopos.com, SOLO - Nama Gustika Jusuf Hatta ramai diperbincangkan usai melayangkan protes keras lantaran kakeknya disamakan dengan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno. Cucu proklamator Mohammad Hatta ini mengungkapkan keresahannya soal politik terutama Pilpres.

Gustika meluapkan isi hatinya lewat Twitter. Dia protes ketika Koordinator Jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menyamakan Sandiaga dengan Bung Hatta. "Untuk orang yg kesabarannya minus kyk gue gini denger kakek gue disamain sama sandiaga uno rasanya mau muntah," tulis Gustika di Twitter.

Gustika mengaku tidak terima Bung Hatta disamakan dengan Sandiaga. Dia juga keberatan saat kakeknya dibawa-bawa dalam kepentingan politik.

"Tidak kenal dengan Bung Hatta tidak usah mengibaratkan sebagai Bung Hatta. tidak elok menggunakan nama beliau (dan Eyang Karno) demi kepentingan politik. I'm so done, setiap pilpres nama beliau digadai-gadai. it's getting old @Dahnilanzar" tulis Gustika sambil me-retweet video dari akun Twitter Faldo Maldini.

Gara-gara cuitan ini, Gustika menjadi tamu dalam beberapa talkshow. Salah satu yang menjadi viral di Internet adalah saat dirinya bersama sang ibu hadir di acara Pangeran, Mingguan channel Asumsi.

Pembawa acara, Pengeran Siahaan berusaha mengulik persoalan yang menyangkut Gustika akhir-akhir ini. Terkait cuitannya yang sedang viral, Gustika menanggapinya dengan santai. Ia berpendapat cuitannya berdasarkan fakta. Lebih lanjut Gustika membandingkan sosok Sandiaga Uno dan Bung Hatta.

Menurutnya, Sandiaga Uno memang masuk di dunia politik baru-baru ini dengan backgroundnya yang merupakan seorang pengusaha. Sedangkan untuk sang kakek, Bung Hatta, telah menjadi politisi sejak beliau berumur kira-kira 15 tahun.

Gadis berusia 24 tahun ini juga merasa dirinya sangat tidak suka jika kakeknya selalu disangkutpautkan dengan politik era sekarang. Lantaran secara tidak langsung, sosok Bung Hatta menjadi alat politik yang banyak dimanfaatkan untuk mendongkrak popularitas dari masing-masing partai. “Enggak ada anggota keluarga mana pun yang suka kalau keluarganya itu dipolitisasi dan bukan gue doang”.

Tak jauh beda dengan sang anak, Halida Hatta juga berpendapat jika ia tidak setuju nama ayahnya dicatut di dalam politik zaman sekarang. Masalahnya, pencatutan nama ini hanya muncul ketika menjelang pemilu saja. “Jadi sepertinya memang enggak dihargai [jasa-jasa dari Bung Hatta]”, begitu ungkap Halida ketika ditanyai masalah Bung Hatta yang selalu disebutkan dalam masalah politik era sekarang.

Dari wawancara ini Gustika dan Halida tampak sangat menjunjung tinggi semua pelajaran dari Bung Hatta. Salah satu contohnya adalah tentang koperasi. Koperasi yang dianggap hanya pelayanan kecil, sebenarnya sangat bermanfaat untuk kehidupan kita. Sehingga semua mindset atau pemikiran dari orang-orang sebaiknya diubah dari sekarang. Termasuk orang-orang yang suka mengejek dan menghujat seseorang tanpa tahu kebenarannya.

Profil Gustika

Gustika adalah anak Halida Hatta dan Gary Rachman Makmun Jusuf. Halida merupakan putri bungsu Mohammad Hatta dan Rachmi Rahim.

Jauh sebelum namanya menjadi buah bibir karena protes Sandiaga disamakan dengan Bung Hatta, Gustika mencatatkan banyak prestasi sebagai anak muda. Mengutip laman LinkedIn, Gustika telah menyelesaikan kuliah di King's College London jurusan War Studies.

Selama kuliah, dia tertarik soal perlindungan warisan budaya di tengah konflik bersenjata, peran perempuan di aksi militer dan isu-isu strategis di Asia Tenggara serta Asia Pasifik.

Sejak 2016, Gustika menjadi anggota Badan Pengawas Youth of Indonesia (YOI). Di Instagram YOI, Gustika pernah bicara soal anak muda Indonesia.

Gustika juga menjadi mentor di Indonesian UN Intern Association. Di akun Instagram indonesianunintern, tertulis bahwa Gustika punya banyak pengalaman terkait PBB. Mulai dari magang hingga mewakili Indonesia sebagai delegasi anak muda untuk CSW, UNESCO, dan UNFCCC.

Di akun media sosial, Gustika menyebut dirinya sebagai pecinta kucing. Perempuan kelahiran 19 Januari 1994 ini juga menyukai buku, seni dan musik.\



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom