Inter Milan Vs Juventus: Bukan Trofi, Tapi Gengsi
Pertandingan pekan ke-15 Liga Italia antara Juventus dan Napoli di Allianz Stadium, Turin, Italia, Sabtu (8/12/2018) dini hari WIB. (Reuters-Stefano Rellandini)

Solopos.com, MILAN — Tak ada kamus main seadanya jika bertemu Inter Milan. Hal tersebut tampaknya diyakini semua pemain Juventus saat melawat ke markas Inter di Giuseppe Meazza, Minggu (26/4/2019) dini hari WIB. Ya, meski sudah memastikan scudetto saat mengalahkan Fiorentina dengan skor 3-1 di pekan ke-33 lalu, Juve tetap akan tampil ngotot di laga bertajuk Derby d'Italia tersebut.

Kedua tim memang dikenal sebagai musuh bebuyutan dalam sejarah kompetisi tertinggi di Italia. Pendukung Bianconeri tentu masih ingat saat gelar scudetto mereka “dirampok” Inter karena skandal Calciopoli yang menggemparkan Negeri Piza tahun 2006 silam.

Gengsi dan rivalitas yang mendarah daging diyakini membuat laga kedua tim bakal tetap sengit. “Di Giuseppe Meazza, saya mengharapkan Juventus yang sangat agresif,” ujar gelandang Juventus, Rodrigo Bentancur, seperti dilansir Sky Sport, Jumat (26/4).

Jual beli serangan berpeluang besar terjadi lantaran Inter juga memburu tiga poin untuk menjaga posisi agar tetap aman di peringkat ketiga. Dengan sisa empat laga, poin Nerazzurri (61) masih mungkin dikejar AC Milan dan Atalanta yang sama-sama mengemas 56 angka.

Inter juga berambisi membalas kekalahan 2-3 mereka di Giuseppe Meazza musim lalu. Saat itu Nerazzurri kehilangan kemenangan di depan mata lantaran gol bunuh diri Milan Skriniar dan aksi Gonzalo Higuain pada empat menit terakhir. “Kami harus menghadapi Inter dengan semangat yang sama. Scudetto sudah milik kami, tapi kami harus menunjukkan mengapa kami memenanginya,” sambung Bentancur.

Inter sendiri kerap kali kesulitan ketika menjamu Nyonya Tua. Total Nerazzurri cuma menang sekali dalam delapan laga kandang terakhir melawan Juve di Seri-A, empat di antaranya berakhir kekalahan. Nerazzurri juga gagal menang dalam empat laga terbarunya melawan Juventus di Seri-A. Namun Inter kali ini tampaknya bisa memanfaatkan limbungnya lini depan Juve setelah cedera Paulo Dybala dan Mario Mandzukic.

Adapun Cristiano Ronaldo belakangan melempem di kompetisi domestik dengan tak mencetak gol di tiga laga terakhir. Sebaliknya, winger Inter seperti Ivan Perisic tengah on fire dengan mengemas tiga gol dan satu assist di empat partai terakhir.

Gelandang Inter, Matias Vecino, menilai timnya wajib mengambil kesempatan emas saat menjamu Juve sebagai penegasan Inter bakal kembali untuk scudetto musim depan. Musim ini Inter dan Juve memang bak bumi dan langit. Meski hanya tertinggal dua undakan di klasemen, Inter terpaut 26 poin dari Bianconeri.

“Juve menunjukkan konsistensi yang lebih baik, mereka bisa menjadi referensi, tak hanya untuk kami,” ucap pemain asal Uruguay ini. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom