Intensitas Hujan Masih Tinggi, 3 Kabupaten di Jatim Ini Rawan Banjir
Ilustrasi banjir. (Antara/Aprillio Akbar)

Solopos.com SURABAYA -- Sejumlah wilayah di Jawa timur yang bersinggung daerah aliran sungai (DAS) Brantas dan Bengawan Solo disebut rawan banjir. Hal ini menyusul intensitas hujan tinggi yang diprediksi berangsung hingga April 2021.

Beberapa wilayah yang rawan banjir di Jatim itu antara lain Sidoarjo, Pasuruan, dan Jombang.

"Kami komunikasi dengan BWS [Balai Wilayah Sungai] di situ untuk semua wilayah yang bersinggungan dengan DAS (daerah aliran sungai) Brantas dan Bengawan Solo potensi banjir. Juga selama DAS Bengawan Solo belum diperbaiki, ada potensi terus banjir di sekitarnya," ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Naik Tinggi, Bupati Madiun: Itu karena Testing Dilakukan

Gatot mengatakan Sidoarjo dan Pasuruan adalah wilayah yang paling sering diterjang banjir. Slain itu banjir juga berpotensi terjadi di Jombang karena wilayahnya yang rendah.

Lebih lanjut, Gatot menyebut ada 2.742 desa/kelurahan di Jatim yang rawan bencana. Seluruh desa itu tersebar di seluruh Jatim. "Kalau berbicara daerah rawan, hampir semua wilayah Jatim rawan. Hanya kategori tinggi ada di 2.742 desa atau kelurahan. Dari jumlah tersebut ada 13 kategori 13 ancaman, termasuk di dalamnya banjir," ungkapnya.

Gatot menambahkan, hampir seluruh daerah di Jatim berpotensi banjir. Namun dengan skala yang berbeda. Daerah-daerah seperti Jombang, Pasuruan, Sidoarjo lebih rawan banjir dari pada daerah lainnya.

Baca juga: Buat Kawasan Ikonik yang Ponorogo Banget jadi Prioritas Bupati Sugiri di 99 Hari Pertamanya

"Hampir semua miliki potensi banjir. Ada beberapa tempat yang potensi longsor saja, tsunami saja. Kalau banjir punya potensi itu semua. Kalau rawan gempa semua punya wilayah. Kita di atas lempeng aktif, potensi gempa selalu ada. Setiap hari ada tapi kecil skalanya," pungkasnya.

Sumber: Detik.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom