Lingkungan sekitar Gunung Slamet. (Liputan6.com-Muhamad Ridlo)

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Gempa embusan di Gunung Slamet, Jawa Tengah mengalami penurunan berarti dan sebagai gantinya getaran bumi di kawasan itu kini didominasi oleh tremor menerus.

"Sekarang gempanya dominan pada gempa tremor, gempa dangkal. Memang, gempa embusan cenderung hilang," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sukedi saat dihubungi Kantor Berita Antara dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (31/8/2019).

Mengingat kondisi itu, maka status Gunung Slamet tak akan segera diturunkan dari Waspada (Level II) menjadi aktif normal. Menurut dia, aktivitas Gunung Slamet hingga saat ini masih fluktuatif yang terlihat dari amplitudo tremor menerus yang terekam oleh Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

"Amplitudo tremor menerusnya masih berkisar 0,5 - 5 milimeter. Dalam setiap periode pengamatan (selama enam jam per periode, red.), kadang dominan 3 milimeter, sempat turun hingga 0,5 milimeter, dan sekarang dominan 4 milimeter," katanya.

Lebih lanjut, Sukedi mengatakan berdasarkan pengamatan yang dilakukan, Sabtu (31/8/2019) pukul 06.00 WIB-12.00 WIB, gempa embusan yang terekam di Pos PGA Slamet mencapai 10 kali dengan amplitudo 2 mm-8 mm dan durasi 10 detik-25 detik, sedangkan tremor menerus terekam dengan amplitudo 0,5 mm-5 mm yang dominan pada 4 mm. Sementara itu, dalam pengamatan pada hari Sabtu pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, hanya terekam tremor menerus dengan amplitudo 0,5 mm-6 mm yang dominan pada 4 mm.

Kondisi tersebut juga terekam pada periode pengamatan Jumat (30/8/2019) pukul 18.00 WIB-00.00 WIB. Dalam periode pengamatan hari Jumat pukul 12.00 WIB-18.00 WIB, Pos PGA Slamet merekam gempa embusan 28 kali dengan amplitudo 3 mm-10 mm dan durasi 10 detik-40 detik, sedangkan tremor menerus tercatat dengan amplitudo 0,5 mm-6 mm.

Jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya atau sejak status Gunung Slamet ditingkatkan dari Aktif Normal menjadi Waspada pada tanggal 9 Agustus 2019, gempa embusan yang terjadi dalam dua hari terakhir terlihat mengalami penurunan drastis dari sebelumnya yang mencapai lebih dari 100 kali dalam satu periode pengamatan.

Sebelumnya, Sukedi mengatakan aktivitas Gunung Slamet yang fluktuatif itu merupakan karakter gunung yang berada di antara Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes tersebut sehingga petugas Pos PGA Slamet maupun masyarakat harus sabar. "Sabar ada dua, sabar menanti apakah statusnya akan naik, ataukah sabar statusnya akan turun kembali menjadi normal," katanya.

Ia mengakui peningkatan aktivitas Gunung Slamet kali ini hampir sama dengan peristiwa yang sama pada tahun 2008-2009 karena saat itu, status waspada berlangsung cukup lama hingga akhirnya diturunkan menjadi aktif normal atau tidak sampai ditingkatkan menjadi siaga.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten