Tutup Iklan
Inspiratif, Pria Bisu Tuli Asal Cilacap 30 Tahun Keliling Indonesia dan Dunia
Mochammad Muzayin Arifin, 51, anggota pramuka asal Cilacap, menunjukkan empat buah paspor sebelum bertemu Bupati Sragen di Kantor Dinas Bupati Sragen, Rabu (8/7/2020). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mendapati tamu seorang pria anggota pramuka tunawicara dan tunarungu atau bisu tuli bernama Mochammad Muzayin Arifin, Rabu (8/7/2020).

Laki-laki kelahiran Cilacap, 9 Agustus 1968, itu datang menemui Bupati Sragen dengan pakaian pramuka. Pria berumur 51 tahun itu mengaku sudah keliling Indonesia dan mengunjungi sejumlah negara selama hampir 30 tahun.

Muzayin, sapaannya, menunjukkan sejumlah dokumen dan foto-foto sebagai bukti perjalanannya selama puluhan tahun. Salah satunya foto dirinya bersama Ketua DPR Puan Maharani yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Lengkap! Ini 7 Poin Kesepakatan Pengurus Perguruan Silat di Sragen

Pria itu juga menunjukkan foto bersama Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, dan foto-foto lainnya.

Ia juga menunjukkan dokumen pertemuannya dengan Tjahjo Kumolo saat menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Bahkan ia juga mendapatkan dokumen pertemuannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat masih menjabat Menteri Pertambangan dan Energi pada masa Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

Muzayin juga memiliki empat paspor yang pernah digunakannya untuk perjalanan ke luar negeri. Ia bercita-cita untuk berkeliling dunia.

Overstay di Soloraya Selama Pandemi, WNA Bebas Denda

Pria itu ingin bertemu Bupati untuk sekadar foto bersama sebagai bukti telah berkunjung ke Kabupaten Sragen.

Muzayin sempat ditemui Kabag Umum Sekretariat Daerah (Setda) Sragen Aris Tri Hartanto bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto di ruang lobi lantai II Kantor Dinas Bupati Sragen.

Dalam komunikasinya dengan dua pejabat itu, pria asal Cilacap itu sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia tak mau berjabat tangan. Bahkan ketika Aris menyentuh tangannya secara tak sengaja pun langsung diingatkan.

Wong Sragen Wajib Nonton, Seniman Bumi Sukowati Tampil Perdana Setelah Vakum 3 Bulan

Aris kemudian menyodorkan hand sanitizer untuk menyemprotkan ke tangan yang bersentuhan tadi. Karena tunawicara dan tunarungu, komunikasi yang dilakukan dengan bahasa isyarat dan bahasa tulis.

Solopos.com pun ketika bertanya sesuatu lewat bahasa tulis yang dibaca Muzayin. Ia pun menjawabnya dengan bahasa tulis, yakni menuliskan jawaban pada secarik kertas.

Biaya Perjalanan

Demikian pula ketika ajudan Bupati, Wira, bertanya sesuatu lewat bahasa isyarat, maka jawaban yang diberikan pria itu dengan menggunakan tulisan.

“Biaya perjalanan keliling Indonesia itu darimana?” tanya Wira dengan bahasa isyarat.

“Tahun Desember 2020 ini, saya mau ke Negeri Paris [Perancis]. Saya dapat potongan diskon sampai 50%. Saya sudah memiliki paspor empat buah saat melakukan perjalanan keliling dunia pada 1997-2001,” tulis Muzayin lewat tulisan di secarik kertas saat menjawab pertanyaan Wira.

Laki-laki asal Majenang, Cilacap, itu pun pernah bertemu dengan pasangan artis Ikang Fauzi dan Marisa Haque. Pada 1993 silam sudah tiba di Kalimantan Barat, pernah bertemu dengan Gubernur Kalimantan Utara..


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho