Inspiratif! Pelajar SMK Ini Buka Tambal Ban Panggilan Solo dan Sekitarnya, Bayar Seikhlasnya Saja...
Wahyu Nugroho, pelajar SMK asal Gondangrejo, Karanganyar, membuka usaha tambal ban di rumah dan panggilan untuk wilayah Solo dan sekitarnya. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Wahyu Nugroho, 20, warga Wonoharjo, Gondangrejo, Karanganyar, sudah empat bulan terakhir ini membuka usaha tambal ban panggilan untuk wilayah Solo dan sekitarnya.

Pelajar kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo itu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk merintis jasa tambal ban online. Memanfaatkan masa pembelajaran online, ia membuka jasa tambal ban di rumahnya.

Namun ia juga melayani panggilan dari orang yang membutuhkan tambal ban. Untuk itu ia memasang tulisan "Jasa Tambal Ban Panggilan" lengkap dengan nomor Whatsapp-nya yakni 085713086260.

Baca Juga: 5 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Jambangan Mojogedang Karanganyar Tutup Sementara

“Bisa menambal ban di rumah atau panggilan. Tetapi lebih sering dipanggil lewat Whatsapp. Sehari bisa tiga kali ke Solo, biasanya Jl Slamet Riyadi. Daerah Gondangrejo malah jarang,” papar Wahyu kepada Solopos.com.

Pada biodata Whatsapp nomor miliknya, ia memasang tulisan rescue tambal ban. Pelajar jurusan otomotif itu tidak pernah memasang tarif jasa tambal ban panggilan untuk wilayah Solo dan sekitarnya itu.

Tidak Memasang Tarif

Ia menganggap ban bocor di jalan merupakan musibah yang bisa dialami setiap orang sehingga harus ditolong. Karenanya ia memutuskan untuk tidak membuka tarif meskipun jarak yang harus ditempuh jauh.

Baca Juga: Gibran Sebut Lahan Eks HP 16 Solo Dibangun Dengan Konsep 100-0-100, Apa Maksudnya?

“Saya ingin menolong saja, pahala pasti akan mengalir. Selama ini saya juga tidak pernah rugi. Pernah juga ada yang tidak membawa uang sama sekali, ya tidak apa-apa,” papar Wahyu.

Bahkan, ia juga tidak mematok tarif penggantian ban dalam. Meskipun kadang tombok, ia selalu percaya selalu ada yang mengganti kekurangan biaya itu.

Baca Juga: Kian Menggigit, Ini Harga Terbaru Cabai Rawit Merah Di Sukoharjo

Ia mengaku banyak teman-temannya yang sering kali mengejeknya karena menjadi tukang tambal ban panggilan di wilayah Solo dan sekitarnya. Namun ia tak memedulikan omongan orang dan memilih bekerja sekaligus menolong orang.

Sedikit demi sedikit uang yang terkumpul ia sisihkan. Ia bermimpi memiliki bengkel setelah ia lulus dari SMK. “Kalau suka menolong pasti akan dapat pertolongan dari Allah,” ucapnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom