Kategori: Jatim

Inspiratif, Pasutri di Madiun Buka Rumah Makan Gratis Bagi Siapa Saja (Bagian 1)


Solopos.com/Abdul Jalil

Solopos.com, MADIUN — Pasangan suami istri di Kota Madiun, Andi Ruslani dan Umi Mubalighotul Diniyah, membuka sebuah warung makan yang diperuntukkan bagi warga duafa atau bagi mereka yang membutuhkan.

Warung makan itu diberi nama Rumah Makan Gratis Madiun.

Bertempat di Jl. Mundu 4B, Kota Madiun,Taman, Kota Madiun, pasutri ini menyulap satu ruko menjadi warung makan sederhana. Setiap orang boleh datang dan makan di warung tersebut tanpa harus membayar.

Warung makan ini hanya buka dua hari dalam sepekan yaitu Senin dan Kamis. Buka mulai pukul 12.30 WIB hingga 19.00 WIB. Sekali buka, pengunjung yang datang bisa sampai 300 orang.

Kisah Kelam PSK: Melayani saat Mens

Seperti pada Kamis (9/1/2020) siang, puluhan orang terlihat silih berganti menyantap makanan yang tersedia di ruko tersebut.

Yang unik, saat jam makan siang, belasan becak terparkir di depan ruko itu. Mereka bisa makan sepuasnya hingga kenyang tanpa bayar.

Makam Lina Mantan Istri Sule Dibongkar

Pada hari itu, menu yang disediakan yaitu nasi, tumis wortel, mie goreng, telur dadar, tempe goreng, kerupuk, lengkap dengan sambal. Sedangkan minumannya tersedia es buah, kopi, teh panas, serta air putih.

Menu sajian tersebut tertata rapi di atas meja panjang. Setiap orang yang datang dipersilakan untuk mengambil makanan sesuai porsi dan selera.

Ramalan Bencana 2020, Waspada Gempa 9SR!

Salah seorang yang datang di Rumah Makan Gratis itu yakni Maryono. Warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun itu terlihat menikmati sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya.

Buruh bangunan ini mengaku senang dan kenyang setelah menyantap makanan di warung itu.

Cuma di Solo! Seporsi Gule Goreng+Es Teh Hanya Rp10.000

“Saya tadi lewat sini, terus melihat ada banyak orang yang makan dan tertulis ada keterangan gratis. Saya pun ikut makan,” ujar Maryono.

Setelah menyantap hidangan, Maryono dan orang-orang yang datang diminta untuk membawa piring serta gelas ke tempat cucian piring yang ada di depan roko.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

Matur nuwun mas, mbak [terima kasih mas mbak],” ucap Maryono kepada Andi Ruslani dan Umi Mubalighotul Diniyah yang kala itu sedang mengobrol dengan Madiunpos.com.

Umi menceritakan warung makan gratis ini didirikannya bersama sang suami pada Agustus 2019, tepatnya tiga hari sebelum Iduladha. Sebelumnya, ruko tersebut digunakan sebagai tempat usahanya.

Mengintip Pembuatan Boneka Seks di Pabriknya

Pada saat membuka rumah makan tersebut, sebenarnya kondisi keuangan keluarga sedang buruk. Tempat usahanya kala itu sedang lesu dan pendapatannya sangat minim.

“Ide untuk membuat rumah makan gratis ini muncul justru saat kondisi keuangan sedang menurun. Suami awalnya yang berkeinginan untuk membuka rumah makan, tapi gratis. Akhirnya diputuskan untuk membuka warung ini,” ujar ibu 38 tahun itu.

Yey! Fitur Dark Mode Bakal Ada di Whatsapp

Saat membuka awal warung ini, Umi bercerita hanya memiliki uang Rp300.000 beserta beras 5 kg dan daging 3 kg. Ia bersama suaminya kemudian memasak bahan-bahan itu menjadi santapan.

Pagi harinya ia membuka warung dan mempersilakan orang-orang yang lewat untuk datang dan makan. Tetapi tidak ada satu pun yang mau mampir ke warungnya.

Bahkan, Umi dan suaminya menawari setiap yang lewat di depan ruko untuk masuk dan makan di warungnya secara cuma-cuma.

Catat! Ini Cara Mengetahui Mobil yang Pernah Terendam Banjir

Ada beberapa orang yang datang dan makan hidangan yang telah disajikan. Namun, ada beberapa orang yang justru menganggap bahwa itu hanya modus untuk promosi belaka.

“Saya saat itu sampai teriak-teriak untuk mengajak warga untuk makan di sini. Ada yang bilang itu hoaks. Ada yang bilang kalau itu strategi jualan, makannya gratis tapi minumnya bayar,” kata ibu tiga anak itu.

Doa Agar Anak Tak Diganggu Makhluk Halus

Meski demikian, hal itu tidak membuatnya patah semangat. Niatnya yang tulus bersedekah lewat warung itu pun berlanjut. Namun, perjalanannya memang tidak bisa dianggap mulus.

Pernah suatu ketika, malam sebelum membuka rumah makan, ia hanya memiliki uang Rp2.000. Kala itu, ia sempat pesimistis esok harinya bisa membuka warung karena memang tidak ada uang dan kebutuhan sayuran juga habis.

Tak Berjilbab, Siswi SMAN 1 Gemolong Sragen Diintimidasi Pengurus Rohis

“Sehabis salat Isya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Ternyata ada orang yang hendak membayar utang, Rp50.000. Kemudian orang itu juga ikut nyumbang buat Rumah Makan Gratis Rp45.000. Uang yang ada itu kemudian kami gunakan untuk belanja sayuran di pasar. Alhamdulillah siangnya bisa menyediakan makanan,” ujarnya.

TNI Kerahkan Kapal Perang ke Natuna, China Minta Indonesia Tenang

Lain waktu, saat ia berencana membeli berbagai sayuran untuk dimasak. Tiba-tiba di depan rumahnya sudah ada satu keresek yang berisi aneka sayuran dan tempe.

Pengalaman-pengalaman seperti itu yang membuatnya yakin untuk konsisten menghidupkan rumah makan ini.

Shin Tae-yong Tak Jamin Indonesia Bisa Juara Jika Cuma Modal Pelatih Bagus

Lama kelamaan aksi sosialnya itu pun semakin berkembang. Yang awalnya hanya puluhan orang yang datang, saat ini sudah mencapai 300 orang dalam sekali buka. (bersambung)

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy