Inspiratif! Komunitas Sedulur Kompak Boyolali Bedah Rumah Warga Tak Mampu
Inisiator Komunitas Sedulut Kompak Boyolali, Budiyono. (Istimewa)

Solopos.com, BOYOLALI - Setahun terakhir, Komunitas Sedulur Kompak sukses menunjukkan eksistensinya lewat sejumlah kegiatan bedah rumah. Komunitas yang beranggotakan puluhan relawan ini menyasar kalangan warga tidak mampu untuk diperbaiki tempat tinggalnya.

Kebanyakan warga yang merasakan manfaat dari komunitas ini adalah janda lanjut usia, juga anak-anak yatim piatu. Di ulang tahun pertamanya akhir tahun lalu, komunitas ini berhasil membedah rumah milik keluarga Juwedi, 15, seorang bocah yatim berkebutuhan khusus yang tinggal di Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Gladagsari.

Laga Uji Coba Persis Solo Vs Sriwijaya FC Terancam Batal

Di samping menyulap rumah anyaman bambu menjadi berdinding batu bata, Sedulur Kompak juga memberi bantuan barang dagangan bagi ibu Juwedi. Dagangan itu menjadi sumber pendapatan keluarga di luar pekerjaan Juwedi sebagai buruh harian lepas.

Di balik Sedulur Kompak, ada sosok Budiyono, 39, warga Kaligentong, Kecamatan Gladagsari, yang menginisiasi gerakan itu. Budiyono atau akrab disapa Gogon ini memilih berkomunitas sosial dengan alasan pengalaman pribadinya di masa kecil.

Kabar Baik! Tanggul Sungai Gamping Klaten Segera Dibangun Permanen

“Dulu saya juga anak yatim dan menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Gogon kepada Solopos.com, Senin (17/2/2020). Tak sampai di situ, rumah yang sejak kecil ditempatinya di Desa Kaligentong, Kecamatan Gladagsari juga nyaris roboh karena tak punya biaya untuk merenovasinya.

Masa kecil hingga remaja Gogon dihabiskan di sepetak rumah semipermanen. Rumah itu kerap bocor saat hujan deras melanda. “Itu bikin kami sekeluarga tidak bisa tidur nyenyak,” imbuh dia.

2 Rumah di Purwosari Solo Ludes Terbakar Gara-Gara Korsleting

Dulu Gogon juga pernah merasakan tidak bisa berobat saat sakit karena alasan ekonomi. Kini setelah bekerja, Gogon mengumpulkan kawan-kawannya sesama pegiat sosial. Mereka membikin komunitas di jejaring sosial Facebook untuk menghimpun donasi. Jika strategi lewat media sosial ini gagal, komunitas tak ragu untuk mendatangi rumah-rumah warga mampu.

Gogon mengatakan tidak ada tujuan lain dari komunitas selain menjadi media beribadah. Prinsip itu dia pegang bersama anggota komunitasnya yang lain. Di luar kegiatan bedah rumah, Sedulur Kompak juga menggelar bakti sosial.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho