Inspirasi Bisnis, Minuman Tren di Sragen Beromzet Hingga Rp8 Juta/Hari

Minuman cokelat dipadu dengan roti kekinian tengah ngetren di Sragen. Salah satu penjualnya bisa meraup omzet hingga Rp8 juta/hari.

 Es Coklat Cokot Sragen yang terletak di Taman Siara Sachari, Kebayan I, Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. Menu yang ditawarkan cukup sederhana, yaitu satu es coklat dengan roti seharga Rp8.000/porsi dan roti Rp2.000/buah. (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo).

SOLOPOS.COM - Es Coklat Cokot Sragen yang terletak di Taman Siara Sachari, Kebayan I, Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. Menu yang ditawarkan cukup sederhana, yaitu satu es coklat dengan roti seharga Rp8.000/porsi dan roti Rp2.000/buah. (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo).

Solopos.com, SRAGEN —  Stan Es Coklat Cokot Sragen yang menjual minuman cokelat dengan topping roti tengah dengan menjadi tren baru di Sragen. Usaha yang baru buka sebulan terakhir tersebut kini sudah bisa membukukan omzet Rp8 juta/hari.

Stan Es Coklat Cokot Sragen terletak di Taman Siara Sachari, Kebayan I, Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. Menu yang ditawarkan cukup sederhana, yaitu satu es coklat dengan roti seharga Rp8.000/porsi dan roti Rp2.000/buah.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Pemilik usaha Es Coklat Cokot Sragen, Anggo Prasetyo, 20, mengaku baru soft opening stan minumannya ini pada 27 Agustus lalu. Pada awal membuka usahanya ia mampu menjual 200 gelas/hari, kemudian saat ini saat weekdays, Senin-Kamis ia mampu menjual 800 gelas/hari.

“Kalau weekend dari Jumat-Minggu biasanya bisa mencapai 1.000 gelas/hari. Belum ditambah penjualan roti secara terpisah, biasanya ada yang nambah roti karena rasanya enak,” terang Anggo, pemuda asal Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen pada Solopos.com di stan minumannya, Senin (19/9/2022).

Baca Juga: Keriuk Keriuk.. Saat Gurihnya Kerupuk Menggoyang Lidah Orang Lintas Benua

Artinya saat weekend ia bisa meraup omzet paling tidak Rp8 juta/hari. Sementara saat weekdays, omzetnya sekitar Rp6,4 juta/hari.

Ia menyebutkan peminat minuman cokelat tersebut berasal dari semua kalangan, mulai anak sekolah hingga pekerja. Ditambah lagi posisi stan nya yang strategis, yakni dengan dengan SMAN 3 Sragen an kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen.

Stan Es Coklat Cokot Sragen biasanya ramai pembeli menjelang sore hari, mulai Pukul 14.00 WIB ke atas.

es coklat Cokot sragen
Es Coklat Cokot Sragen. (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo).

Anggo yang masih kuliah semester III di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  melihat peluang bisnis minuman tren ini dari cabang pertama es cokelat di sekitar kampusnya. Kemudian ia memutuskan membukanya di Sragen dengan modal franchise sekitar Rp25 juta. Saat ini ia mempunyai lima karyawan yang membantu usahanya.

Salah satu pembeli Es Coklat Cokot, Nur Aina Almardiyah, mengatakan sebenarnya tidak ada yang berbeda dari minuman es coklat pada umumnya.

Baca Juga: Batik Kombinasi Bikinan Emak-Emak Jendi Wonogiri Laris Manis di Pasaran

“Karena baru di Sragen yang menyebabkan ramai pengunjung dan juga dekat jalan juga,” terang Aina.

Ia menilai harga yang murah dan porsi yang cukup banyak menambah minat masyarakat untuk mencoba minuman kekinian tersebut.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Pemkab Boyolali Gelar Pengajian Maulid Nabi, Sekda: Terbesar Seusai Pandemi

      Sekda Boyolali meminta semua elemen untuk meramaikan kegiatan tersebut, baik warga muslim atau nonmuslim.

      Waspada, Sudah 207 Pohon Tumbang di Sragen Akibat Angin Kencang

      Kepala BPBD Sragen Agus Cahyono menyatakan jalur angin di Sragen berada di Kecamatan Plupuh, Tanon, Kedawung, Gondang, dan Sambirejo.

      LK3 Boyolali: Pelaku KDRT Sudah Tidak Sayang pada Pasangan

      Kalau pasangan sayang, pasti akan berpikir dua kali untuk menyakiti orang yang disayangi.

      Harga Kedelai Melambung, Bakul Tahu di Sragen Mengeluh

      Para bakul tahu di Sragen terpaksa harus mengurangi ukuran tahu agar bisa mendapatkan laba meskipun para pembeli juga mengeluh.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Ganti Musim, BPBD Karanganyar: Waspada Bencana Alam

      Hujan dengan intensitas rendah, sedang, hingga lebat sudah terjadi di wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

      Sudah Musim Penghujan, BPBD Sragen Masih Lakukan Dropping Air

      Kepala BPBD Sragen, Agus Cahyono, mengatakan dropping air dilakukan di wilayah sisi utara Bengawan Solo.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak di sini.

      Ustaz Adi Hidayat akan Isi Pengajian Muktamar Muhammadiyah Solo Akhir Pekan Ini

      Tabligh Akbar itu bakal diikuti warga persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya secara daring dan luring. Diperkirakan ada 100.000 jemaah yang bakal mengikuti acara.

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Rabu (5/10/2022), akan ada Fashion Show By Sosialita di Solo Batik Fashion, Krenova Subosukawonosraten di Solo Technopark dan wayang orang di GWO Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.