Tutup Iklan
Prancis Vs Albania (Reuters-Christian Hartmann)

Solopos.com, PARIS - Skuat Albania hanya bisa terbengong-bengong sambil celingukan ketika lagu El Gran Carlemany berkumandang di Stade de France, Paris, Minggu (8/9/2019) dini hari WIB. Di tribune penonton, para pendukung Albania tampak berteriak emosi ketika lagu kebangsaan itu berkumandang jelang duel timnya melawan Prancis di https://bola.solopos.com/read/20190909/498/1017374/irlandia-utara-vs-jerman-ayo-bangkit-tim-panser">Kualifikasi Euro 2020.

Momen sakral bagi pesepakbola yang membela negaranya tersebut memang baru saja tercoreng setelah tuan rumah Prancis salah memutar lagu kebangsaan. Alih-alih mengumandangkan Himni I Flamurit (Lagu untuk Bendera) milik Albania, Prancis justru memutar lagu kebangsaan Andorra.

Kesalahan Prancis tak sampai di situ saja. Lewat pengeras suara, panitia pelaksana pertandingan justru meminta maaf pada Armenia ketimbang segenap warga Albania. Elseid Hysaj dkk. sempat menolak pertandingan lantaran kesalahan memalukan itu, seperti dilansir Mirror, Minggu.

Wasit Jesus Gil asal Spanyol pun memilih menunda pertandingan sampai Prancis memutar lagu kebangsaaan Albania dengan tepat. Sepak mula laga pun molor sekitar tujuh menit. Sejumlah pihak menilai blunder tersebut terjadi karena Prancis memang akan menghadapi Andorra di https://bola.solopos.com/read/20190908/498/1017352/mantap-inggris-nyaris-10-tahun-tak-terkalahkan-di-babak-penyisihan">Kualifikasi Euro 2020 selanjutnya, 11 September.

Entah kebetulan atau tidak, insiden di awal laga itu membuat Albania tampil loyo. Tim tamu dihajar dengan skor 1-4 setelah Kingsley Coman (dua gol), Olivier Giroud dan gelandang muda, Jonathan Ikone, bergiliran menjebol gawang Thomas Strakosha. Albania sendiri hanya mampu mencetak gol penggembira lewat penalti Sokol Chikallesi di menit ke-90.

Dalam laga tersebut, Coman dipuji karena mampu menggantikan peran Kylian Mbappe yang absen karena cedera paha. Setahun terakhir Mbappe adalah pemain sentral bagi Tim Ayam Jantan dengan 12 gol dari 23 penampilan. Namun performa Coman mampu menepis kekhawatiran Prancis bakal kehilangan tajinya tanpa Mbappe.

Winger Bayern Munich itu sukses mencetak brace hanya dari dua peluang sepanjang 77 menit berada di lapangan. Catatan ini menarik mengingat Coman sebelumnya tampil tak terlalu impresif karena sudah puasa gol sejak tiga tahun lalu di timnas.

“Performanya hari ini seperti yang kerap ditunjukkan selama ini bersama Bayern Munich. Dia lebih bagus dalam penyelesaian akhir dan begitu dingin. Senang melihatnya bisa tampil di level seperti ini,” puji Pelatih Prancis, Didier Deschamps, seperti dilansir Sportskeeda.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten