Salah satu bus pariwisata yang mengangkut napi pindahan diseberangkan menuju Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jateng, Rabu (28/11/2018). (Antara-Sumarwoto)

Solopos.com, SEMARANG — Insiden kekerasan yang melibatkan narapidana kasus narkotika di Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang terjadi Maret 2019 lalu baru diungkap penyebabnya oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Wilayah Jawa Tengah, Jumat (3/5/2019).

Kepala Kemenkumham Jawa Tengah Sutrisman mengakui terjadi pelanggaran standar operasi prosedur (SOP) menyusul insiden kekerasaan fisik saat pemindahan tahanan narkotika ke Lembaga Pensayarakatan Narkotika Nusakambangan Cilacap pada akhir Maret 2019. "Dari sisi SOP sudah menyimpang dari yang seharusnya," kata Sutrisman di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat.

Menurut dia, tim investigasi dari pusat maupun kanwil sudah diterjunkan. Tim investigasi, lanjut dia, masih mendalami penyebab insiden tersebut. "Masih didalami penyebabnya. Spontanitas ataukah napinya melawan," katanya.

Kalapas Narkotika yang dianggap bertangung jawab atas insiden itu, kata dia, sudah ditarik ke Kanwil Kemenkumham sambil menunggu hasil investasi. Sedangkan 13 petugas yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, masih didalami keterlibatannya.

Hingga hari ini, ia menyebut sudah ada 26 petugas di Nusakambangan yang diperiksa berkaitan dengan insiden tersebut. Namun, Sutrisman belum bisa menyebutkan sanksi yang akan dijatuhkan terhadap oknum petugas yang terlibat dalam insiden tersebut.

Sebelumnya beredar video tentang insiden kekerasan fisik yang diduga dilakukan petugas LP Narkotika Nusakambangan Cilacap terhadap napi pindahan dari Bali. Insiden tersebut yang terjadi di Pelabuhan Wijayapura Cilacap pada 28 Maret 2019 itu dibenarkan oleh Kepala Kemenkumham Jawa Tengah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten