Insentif untuk Dokter di Jatim Tak Lancar, Banyak yang Belum Terima

Banyak dokter di Jawa Timur disebut belum menerima insentif.

 ilustrasi (Detik.com/AP Photo)

SOLOPOS.COM - ilustrasi (Detik.com/AP Photo)

Solopos.com, SURABAYA — Insentif untuk tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, terutama dokter, di Jawa Timur belum merata. Ada beberapa dokter yang sudah menerima insentif, namun tak sedikit pula yang belum menerima.

Hal tersebut disampaikan Ketua IDI Jatim,┬áDr dr Sutrisno SpOG (K).”Insentif itu ada yang jalannya lancar, dan ada yang belum lancar,” kata Sutrisno saat dihubungi detikcom, Selasa (27/7/2021).

Saat ditanya berapa dokter di Jatim yang sudah menerima insentif, Sutrisno belum bisa memastikan persentasenya. Tetapi, ia menyebut banyak yang belum cair. “Ada yang sudah, ada yang belum. Saya tidak tahu pasti berapa persen yang sudah menerima. Tapi kesannya banyak yang belum lancar,” ujarnya.

Baca Juga: Duka Mendalam, 47 Dokter di Jatim Meninggal Karena Covid-19 Sepanjang Juli

Menurutnya, seharusnya insentif kepada tenaga kesehatan diberikan secara lancar. Sebab, dengan begitu akan membuat nakes bersemangat dalam bertugas menghadapi COVID-19.

“Jadi semestinya insentif ini harus dibuat lancar. Agar menambah daya tahan petugas kesehatan di dalam menghadapi dan memberikan pelayanan di masa pandemi COVID-19,” jelasnya.

Lalu, kenapa insentif untuk dokter di Jatim tidak lancar? Sutrisno mengatakan, prosedurnya memang sedikit sulit. Sehingga terjadi penghambatan pada bagian administrasi.

“Sebenarnya ada prosedur yang memang cukup ruwet (ribet), sehingga prosedur ini menjadi penghambat secara administratif pencairan dana insentif,” tutupnya.

Baca Juga: Waduh Bakal Vaksin Lagi Nih, Antibodi Sinovac Disebut Hanya Bertahan 6 Bulan

Nilai Insentif

Sementara insentif terbaik dua. Pertama insentif untuk nakes yang memberikan pelayanan Covid-19 di rumah sakit. Berikut nominal maksimalnya:

  • Dokter Spesialis Rp15.000.000/bulan
  • Dokter Umum dan Gigi Rp10.000.000/bulan
  • Bidan dan Perawat Rp7.500.000/bulan
  • Tenaga Medis Lainnya Rp5.000.000/bulan

Kedua, insentif untuk nakes di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP). Kemudian dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, Puskesmas dan laboratorium yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan setinggi-setingginya sebesar Rp. 5.000.000,00 setara dengan besaran insentif tenaga medis lainnya.

Baca Juga: Bentuk Terima Kasih, Pemkot Salatiga Hibahkan 1 Ambulans ke NU

Ada santunan kematian senilai Rp300 juta untuk keluarga ada nakes yang meninggal dalam memberikan pelayanan kesehatan dikarenakan terpapar Covid-19 saat bertugas.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kecelakaan Beruntun di Ponorogo, 3 Orang Luka-Luka

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri tepatnya di simpang empat Gandukepuh, Kabupaten Ponorogo, Rabu (22/9/2021) pagi.

Pemkab Madiun Jamin Pendidikan dan Kesehatan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Pemkab Madiun memastikan anak-anak yatim piatu karena terdampak Covid-19 mendapatkan pendidikan dan jaminan kesehatan yang layak.

Tragis! Tarik Bola Lampu, Bocah 3 Tahun di Ponorogo Meninggal

Bocah berusia tiga tahun warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, meninggal tersetrum listrik.

Diduga Dicabuli Ayah Tiri, Bocah 14 Tahun di Madiun Hamil dan Melahirkan

Seorang anak perempuan di bawah umur di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, hamil hingga melahirkan seorang bayi.

Kecelakaan di Pertigaan Madiun, Perempuan Pengendara Sepeda Motor Meninggal

Seorang perempuan asal Kabupaten Madiun meninggal seketika di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang ia kendarai menabrak pengendara motor lain di depannya di pertigaan.

Gara-Gara Jokowi, Porang Varietas Madiun-1 Banyak Diburu, Penyedia Benih Kewalahan

Permintaan porang varietas Madiun-1 melonjak menjelang musim tanam tahun ini. Permintaan datang bukan hanya dari loka jatim namun juga luar pulau.

Lanjutkan Ekskavasi BCB, Pemkot Madiun Fokus di Kawasan Setinggil dan Sendang Kuncen

Ekskavasi Setinggi dan Sendang Kuncen dinilai akan menambah daya tarik dalam upaya pengembangan wisata Kota Madiun.

Terkuak Asal Ponsel 3 Napi Lapas Madiun Pelaku Penipuan Online

Pihak Lapas Madiun tetap akan mencari informasi terkait ponsel yang digunakan untuk melakukan penipuan.

Struktur Batu Diduga Candi Ditemukan BPCB Jatim Di Kota Madiun

BPCB Jawa Timur melakukan ekskavasi di Kota Madiun dan menemukan struktur berbahan batu dan bata yang diduga sebagai candi.

Siswa Madiun Antusias Ikuti PTM, Tapi Khawatir Terpapar Covid-19

Hari pertama PTM di Kota Madiun disambut gembira para siswa, namun mereka harus tetap waspada Covid-19.

750 Napi di Lapas Pemuda Madiun Disuntik Vaksin AstraZeneca

Ratusan napi Lapas Pemuda Kota Madiun mendapat vaksin AstraZeneca.

Di Sendang Kuncen, Tim Peneliti BPCB Jatim Temukan Saluran Air Kuno

Salah satu yang ditemukan adalah terowongan sumber air di Sendang Kuncen yang ada di Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Innalillahi, Ibunda Bupati Ponorogo Meninggal Dunia

Suyatun, ibunda Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko meninggal dunia, Senin (20/9/2021) sekitar pukul 03.00 WIB.

Operasi Patuh Semeru Digelar di Madiun, Ini Targetnya

Polres Madiun menggelar Operasi Patuh Semeru 2021 selama dua pekan, mulai Senin (20/9/2021) dengan fokus razia protokol kesehatan.

8 SMPN di Madiun Mulai Pembelajaran Tatap Muka, SDN Belum Boleh

Wali Kota mengizinkan beberapa SMPN untuk melakukan uji coba PTM. Sementara untuk SDN belum diperkenankan.

Rombongan Gowes Wali Kota Malang Paksa Masuk Pantai yang Ditutup, Pemkot Berkilah Sudah Izin

Pemkab Malang menyatakan sesuai aturan PPKM Level 3, semua objek wisata air ditutup. Sementara Pemkot Malang berkilah rombongan gowes Wali Kota Malang sudah berizin masuk ke kawasan pantai.