Inovatif, Tim UNS Sulap Cangkang Telur Jadi Bahan Bumbu Masak Berkalsium Tinggi
Foto Ilustrasi Telur Ayam JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat

Solopos.com, SOLO—Cangkang telur ayam ternyata bisa diolah menjadi bumbu dapur berkalsium tinggi. Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo merancang pemanfaatannya melalui merek produk yang mereka namai BuCatur.

Tim dari Program Studi (Prodi) Peternakan Fakultas Pertanian (FP) ini diketuai David Anggara Putra dan beranggotakan Farhan Sabilla Rosyad dan Slamet Prihatin. Mereka dibimbing dosen Muhammad Cahyadi.

David mengatakan, cangkang telur mengandung kalsium karbonat sebesar 90%, magnesium karbonat 1%, kalsium fosfat 1 %, dan protein 4%.

12.076 Keluarga Solo Terima BST Dana Insentif Daerah, Berapa Nilainya?

BuCatur diracik terbuat dari rempah pilihan asli Indonesia dengan fortifikasi kalsium yang berasal dari ekstrak cangkang telur sebesar 5%. Berbeda dengan bumbu masak yang dijual di pasaran, BuCatur mengandung 280 mg kalsium setiap satu sachet (14 gram), setara 28% kalsium kebutuhan orang dewasa.

“Bumbu masak memainkan peranan yang cukup penting dalam kehidupan rumah tangga. Ibu-ibu maupun juru masak restoran atau hotel menggunakan bumbu masak untuk meningkatkan cita rasa masakan. Khusus ibu rumah tangga yang menyediakan masakan untuk anggota keluarga, bumbu masak alami dengan fortifikasi kalsium akan menjadi pilihan yang menjanjikan,” ujar David, Rabu (2/12/2020).

Varian Rasa

Kandungan kalsium pada produk ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak dan untuk menjaga kecukupan suplai kalsium orang dewasa.

Sementara itu, cangkang telur merupakan limbah peternakan yang banyak belum dimanfaatkan dan konsumsi telur sendiri tiap tahun kian meningkat.

Yuk, Ketahui 6 Kepribadian Orang Dari Tulisan Tangan, Kamu Yang Mana?

“Dasar pokok itulah yang menjadi ide untuk mengolah limbah cangkang telur menjadi komponen bumbu masak dengan kandungan kalsium tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, dosen pembimbing, Muhammad Cahyadi mengatakan BuCatur direncanakan memiliki berbagai varian rasa dan bentuk kemasan. Pada tahap pertama BuCatur akan diproduksi dengan kemasan 14 gram dengan varian rasa ayam dan sapi seharga Rp1.000/sachet.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom