Inovatif! Pelajar Boyolali Bikin Batako dari Limbah Bulu Ayam
Siswa SMA Negeri 1 Banyudono, Boyolali, memamerkan Baluaja, batako ramah lingkungan dengan campuran abu bonggol jagung dan limbah bulu ayam. (Istimewa/Dok. SMA Negeri 1 Banyudono)

Solopos.com, BOYOLALI - Tren pembangunan perumahan tanpa diimbangi kualitas bahan baku memantik kreativitas pelajar SMA Negeri 1 Banyudono, Boyolali. Inovasi batako sebagai bahan dasar pembuatan bangunan berhasil diciptakan lima orang pelajar. Mereka menyebutnya Baluaja.

Batako tersebut diklaim ramah lingkungan karena dibuat dari limbah bulu ayam dan abu bonggol jagung. Kelima pelajar itu Alfiana Meyla Putri (XI IPS 3), Novita Tri (XI MIPA 1), Fenny Putri (X MIPA 4), Imam Bayu (XI MIPA 2), dan Ryan Alief (X MIPA 3) tergabung dalam ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR).

Positif di Indonesia, Begini Cara Pencegahan Virus Corona

Mewakili rekan-rekannya, Alfiana bercerita ide awal pembuatan batako muncul lantaran kawasan sekitar sekolah masih merupakan area sawah tadah hujan. Di musim kemarau, tanaman jagung banyak dijumpai. Namun bonggol-bonggol jagung hanya menjadi limbah yang tak memiliki nilai ekonomi. Hal yang sama juga terlihat dalam pemanfaatan limbah bulu ayam.

Di sisi lain, pengembang perumahan juga banyak menyasar kawasan sekitar Banyudono dan Teras, Boyolali. “Akhirnya kami mencoba mengkombinasikan bahan-bahan itu dalam sebuah batako. Bahan ramah lingkungan didapatkan dari penduduk sekitar,” terang Alfiana, Jumat (28/2/2020).

Batako Baluaja diproduksi dengan campuran bulu ayam sebanyak 2,5% dari jumlah semen dan pasir yang digunakan. Ditambah dengan 30 gram abu bonggol jagung. Formula ini ditemukan setelah melakoni percobaan lebih dari satu bulan lamanya. Perbandingan semen dan pasir adalah 1:6.

Tertangkap, Pemuda Boyolali Ini Sudah Nyolong Motor di 4 Rumah Indekos

Sementara itu, proses pembuatan tak berbeda dengan batako pada umumnya. Setelah seluruh bahan dicampur, adonan kemudian dicetak dan dijemur hingga keras. Prosesnya memakan waktu sekitar dua hari.

Hasilnya pun tak tanggung-tanggung, Baluaja memenuhi standar kualitas SNI mutu I dengan kuat tekan batako 116,73 kg/cm2 dan daya serap air 3,04% dalam 24 jam. Daya serap air yang rendah ini membuat Baluaja dua kali lebih kuat dan tahan lama dibanding jenis batako lain.

Sebelumnya Baluaja sudah melewati uji laboratorium di Laboratorium Bahan, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Hasilnya menunjukkan Baluaja tiga hingga delapan kali lebih kuat. Batako dengan luas penampang 180 cm2 ini juga mampu menahan beban desak hingga 19.600 kg dengan kuat desak 116 kg/cm2.

Minuman Es, Nasi, dan Lauk Jadi Penyebab Inflasi di Solo, Kok Bisa?

Guru Pendamping Ekstrakulikuler KIR SMAN 1 Banyudono, Inayah Adi Oktaviana, berharap hasil karya para siswanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas. “Kami berharap juga bisa memotivasi para siswa dalam berkarya,” ujar dia.

Kreativitas para siswa ini pun berbuah manis. SMA Negeri 1 Banyudono diganjar sebagai juara pertama pada katagori pelajar dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi se-Kabupaten Boyolali.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho