Innalillahi! Sehari, 3 Pasien Covid-19 di Sragen Meninggal Dunia
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, SRAGEN — Dalam sehari, Kamis (26/11/2020), pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah bertambah tiga orang.

Sedangkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah delapan orang di hari yang sama. Sejak Senin hingga Kamis (23-26/11/2020), ada penambahan 64 kasus positif Covid-19 sehingga total kasus di Sragen mencapai 1.324 orang.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen menggelar rapat menyikapi perkembangan kasus Covid-19 di Sragen yang masuk zona merah. Rapat itu digelar di Aula Sukowati Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Kamis siang.

Rapat tersebut membahas potensi perluasan ruang isolasi di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen (RSSP), RSUD dr Soeratno (RSS) Gemolong, dan Technopark Ganesha Sukowati Sragen.

Rapat tersebut memutuskan peluasan ruang isolasi di RSSP dari 30 orang menjadi 77 orang dan di RSS dari 25 orang menjadi 43 orang.

Liga Europa: Prediksi Skor & Line Up Lille Vs AC Milan

Kabid Pengendalian dan Pencehan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Sri Subekti menyampaikan data perbaruan perkembangan kasus Covid-19 per Kamis sore.

Berdasarkan data itu, Bekti menyebut total kasus Covid-19 di Sragen mencapai 1.324. Dari angka itu, 345 orang dirawart, 922 orang sembuh, dan 57 pasien di Sragen dinyatakan meninggal dunia positif Covid-19. Bekti juga menyebut data kontak erat sebanyak 1.376 orang.

Tracing & Testing

Dari upaya tracing dan testing, lanjut Bekti, DKK melakukan swab test sebanyak 12.632 orang dan 1.477 orang di antaranya masih menunggu hasil. Jumlah swab test itu lebih besar daripada jumlah rapid test sebanyak 12.409 orang.

Desa Tlogoharjo Giritontro Wonogiri Bebas Kekeringan pada 2021

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen Dedy Endriyatno menyampaikan hasil rapat Satgas Covid-19 Kabupaten Sragen memutuskan untuk rencana pemanfaatan IGD RSUD Tangen menjadi RSD ditunda dan menambah ruang isolasi di dua RSUD. Dedy menyebut penambahan ruang isolasi di RSSP menjadi 77 bed dan di RSS menjadi 43 bed sehingga total 120 bed.

"Potensi di RSUD Sragen dan Gemolong dan Technopark masih seberapa rentan. Selama bisa dioptimalkan maka Tangen masih alternatif. Kondisi sekarang di RSSP dari kapasitas 26 bed diisi 38 orang, dan di Gemolong penuh," ujarnya.

Kepala DKK Sragen, dr Hargiyanto, saat ditemui wartawan, Kamis, mengatakan DKK akan mengusulkan untuk pengoptimalan dua RSUD dan Technopark Sragen untuk ruang isolasi daripada menggunakan Gedung IGD RSUD Tangen sebagai Rumah Sakit Darurat (RSD). Keputusan itu masih menunggu hasil rapat dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen.

"Kondisi sekarang [Kamis siang] jumlah pasien asimptomatik di Technopark Sragen sebanyak 182 orang dari kapasitas ruang yang semula untuk 130 orang menjadi 210 orang. Kasus baru 30 orang pada Rabu (25/11/2020) belum masuk Technopark. Kami akan meluaskan lagi kapasitas Technopark sampai 250 orang. Sementara jumlah pasien simptomatik sudah lebih dari 100 orang sehingga dua RSUD tidak mampu menampungnya sehingga sebagian pasien harus isolasi mandiri di rumah masing-masing," jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom