Innalillahi! Satu Anak di Magelang Meninggal akibat Covid-19

Dinas Kesehatan Kota Magelang melaporkan adanya satu pasien anak yang meninggal dalam kondisi terpapar Covid-19.

 Ilustrasi Covid-19. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Covid-19. (Freepik.com)

Solopos.com, MAGELANG — Dinas Kesehatan Kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng), melaporkan adanya satu pasien anak-anak yang meninggal dalam kondisi positif Covid-19, Minggu (7/8/2022). Pasien berusia 7 tahun, berinisial VEJ itu merupakan warga Bogeman Timur, Kelurahan Panjang, Kota Magelang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, Istiqomah, mengatakan VEJ meninggal di RSUD Tidar pada Minggu (7/8/2022). Ia telah menjalani perawatan di rumah sakit itu sejak 28 Juli 2022.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Memang ada komorbid, tetapi kami tidak bisa buka secara detail penyakitnya apa. Sudah dilakukan upaya perawatan intensif, tetapi memang kondisinya kurang baik ditambah komorbid dan sudah diupayakan, tetapi tidak tertolong,” katanya.

Istiqomah menyampaikan dari pemeriksaan penunjang memang positif Covid-19. Selain melalui tes usap atau swab, juga dilakukan pemeriksaan rontgen dan darah terhadap pasien anak asal Magelang yang meninggal dalam kondisi terpapar Covid-19 itu.

Berdasarkan hasil rontgen, anak tersebut juga diketahui menderita Covid-19. Selain itu saturasi oksigen juga kurang baik.

Baca juga: Polres Karanganyar Gelar Vaksinasi Covid-19 Moderna, Stok Terbatas

Istiqomah menambahkan setelah diketahui pasien anak yang meninggal itu positif Covid-19, pihaknya pun langsung melakukan testing, tracing atau penelusuran kontak, dan tindak lanjut berupa perawatan bagi penderita Covid-19.

Menurut dia, dalam beberapa pekan terakhir kasus Covid-19 di Kota Magelang masih tetap ada. Meskipun jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Magelang itu tidak lebih dari 15 kasus aktif.

“Memang ada tambahan satu, dua, tetapi juga ada tambahan yang sembuh. Kasus Covid-19 di Kota Magelang hari ini tercatat 14 kasus positif,” katanya.

Baca juga: Bocah di Magelang Meninggal, Diduga Dianiaya Lebih dari 1 Orang

Sementara itu, Lurah Panjang, Faturakhman Eka Nugraha, mengatakan pemeriksaan terhadap keluarga anak di Kota Magelang yang meninggal dalam kondisi terpapar Covid-19 itu sudah dilakukan. Hasil pemeriksaan menyatakan satu keluarga negatif Covid-19.

“Tadi dikonfirmasi dari Dinsos apabila ada yang positif atau yang sedang isolasi akan dibantu logistik,” katanya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Perhatian! UMK Kota Semarang 2023 Diusulkan Naik 7,95%, Jadi Segini Besarannya

      Berikut perkiraan UMK Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tahun 2023 jika besaran kenaikan mencapai 7,95 persen.

      Kabid Dokkes Polda Jateng Sebut Jenis Racun yang Bunuh Keluarga di Magelang

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang diduga menggunakan racun jenis sianida maupun racun jenis arsenik.

      Balai Bahasa Jateng Buka Pelatihan Menulis Puisi & Feature

      Balai Bahasa Jateng membuka Bengkel Literasi untuk pelatihan penulisan feature maupun puisi bagi generasi muda.

      Tega, Bayi Laki-Laki di Pekalongan Dibuang dalam Karung

      Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki ditemukan di dalam karung di kawasan Pantai Dewi, Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).

      Mantul! Desa di Jateng Ini Raih Predikat Desa Antikorupsi Terbaik di Indonesia

      Desa Banyubiru di Kabupaten Semarang dinobatkan sebagai desa antikorupsi terbaik di Indonesia oleh KPK.

      Waspada, Mangkang & Tambak Lorok Semarang Potensi Banjir Rob pada Rabu Besok

      BMKG Tanjung Emas Semarang memberikan peringatan terkait potensi banjir rob di kawasan Mangkang dan Tambak Lorok pada Rabu (30/11/2022).

      Kronologi Pembunuhan Tiga Orang dalam 1 Keluarga di Magelang

      Berikut kronologi pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dengan cara diracun.

      Percepat Penanganan Stunting, Telkomsel Dukung Digitalisasi BKKBN Jateng

      Dukungan Telkomsel kepada BKKBN jateng diwujudkan dalam bentuk kerja sama seperti pengadaan layanan contact center.

      Harum Manis Mutiara Ajaib dari Dieng

      Dataran Tinggi Dieng menyimpan mutiara ajaib beraroma harum yang khas sebagai salah satu kekayaan kuliner.

      Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang Sempat Tolak Autopsi untuk 3 Korban

      Pelaku pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang dengan cara memberi racun merupakan anak kedua dari korban.

      Peroleh 4 Mobil Baru, Polres Salatiga Bertekad Tingkatkan Layanan Masyarakat

      Keempat unit kendaraan dinas tersebut merupakan bantuan dari Korlantas, Baharkam Polri, dan BRI Cabang Salatiga.

      KPK Launching Desa Antikorupsi di Banyubiru Kabupaten Semarang

      Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan potensi desa memiliki nilai yang strategis. Hal itu karena desa-desa Indonesia memiliki kekayaan yang begitu luar biasa.

      Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang Akui Beri Racun ke Orang Tua & Kakak

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang, DD, telah mengakui perbuatan menghabisi orang tua dan kakak dengan memberikan racun.

      Ternyata! Pelaku Pembunuhan Keluarga Magelang Pernah Campur Racun dengan Dawet

      Pelaku pembunuhan keluarga di Magelang yang merupakan anak kedua korban ternyata pernah berusaha menghabisi nyawa korban dengan mencampur racun pada minuman dawet.

      UMK Semarang 2023 bakal Naik 7,95%, Pengusaha Protes

      Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Semarang tahun 2023 diusulkan naik 7,95 persen menjadi Rp3.600.348,78.

      Terkuak! Ini Motif Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang dengan Racun

      Plt Kapolresta Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, mengungkapkan motif pelaku pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Mertoyudan Magelang.