Kategori: Sukoharjo

Innalillahi! Kepala Puskesmas Bulu Sukoharjo Meninggal Sebelum Hasil Tes PCR Keluar


Solopos.com/R Bony Eko Wicaksono

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kepala Puskesmas Bulu, Sukoharjo, Sumpomo, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS Kasih Ibu, Kota Solo, Rabu (13/1/2021) siang.

Sumpomo mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Pria berusia 59 tahun itu sebelumnya mengalami batuk berkepanjangan sejak lebih dari sepekan sebelumnya.

Lantaran tak kunjung sembuh, Sumpomo kemudian dibawa keluarganya ke RS Indriati Solo Baru pada 12 Januari. Namun sehari kemudian Sumpomo dirujuk ke RS Kasih Ibu, Solo.

Pecah Rekor! Positif Covid-19 Solo Tambah 250 Orang Dalam Sehari

“Betul. Meninggal dunia [Sumpomo] tadi siang di rumah sakit,” kata Camat Bulu, Widyanto Setyo Wibowo, kepada Solopos.com yang menghubunginya, Rabu.

Sumpomo bertugas sebagai Kepala Puskesmas Bulu Sukoharjo selama lebih dari dua tahun terakhir. Ia aktif menjalin kerja sama dan koordinasi lintas sektoral dan masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19.

Widyanto mengaku tak mengetahui secara jelas apakah Sumpomo terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak. “Saya belum bisa matur karena itu wewenang satgas tingkat kabupaten. Prosesi pemakaman jenazah bakal menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Warga Klaten Utara Meninggal Positif Covid-19, Kasus Baru Tambah 24 Orang

Uji Swab

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan Sumpomo telah menjalani uji swab dengan metode polymerase chain reaction atau PCR. Petugas telah mengambil sampel cairan tenggorokan Sumpomo sebelum meninggal untuk diuji laboratorium.

Namun, hingga Rabu sore, hasil uji swab Kepala Puskesmas Bulu Sukoharjo itu belum keluar. Yunia meminta agar para tenaga kesehatan (nakes) memperketat protokol kesehatan saat bertugas pada fasilitas kesehatan.

Rapat DPRD Solo Bahas Perlu Tidaknya Penyintas Covid-19 Diberi Vaksin, Ini Kesimpulannya

Mereka merupakan garda terdepan dalam melawan Covid-19 dan rentan terpapar virus tersebut. “Terlebih masyarakat yang memiliki komorbid agar mengurangi aktivitas luar rumah. Jika tak mendesak dan penting jangan keluar rumah. Mereka sangat berisiko jika terpapar Covid-19 karena bisa mengakibatkan kematian,” katanya.

Pada sisi lain, kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia bertambah empat orang dari 180 orang menjadi 184 orang per 12 Januari. Mayoritas pasien positif yang meninggal memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Share