Innalillahi, Kakek-Kakek di Kota Madiun Meninggal Karena Terpapar Covid-19
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, MADIUN — Seorang kakek-kakek di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, meninggal dunia karena Covid-19. Kakek-kakek berusia 69 tahun ini memiliki riwayat penyakit degeneratif.

Dengan adanya tambahan satu pasien Covid-19 meninggal dunia ini, sehingga saat ini jumlah pasien di Kota Madiun yang meninggal dunia ada enam orang.

Dukung Penanganan Pandemi Covid-19, Coca-Cola Serahkan Bantuan Satu Unit Ambulans kepada PMI

Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun, Subakri, mengatakan pasien berinisial SM ini tidak memiliki riwayat perjalanan luar kota. Namun, pada bulan sebelumnya pasien ini sempat menerima kunjungan kerabat dari Lampung dan Ambon.

Dia menuturkan SM ini sejak pertengahan bulan lalu telah mengeluh mual dan nyeri pada punggung. Kakek ini juga sempat berobat ke salah satu klinik kesehatan dan rumah sakit swasta di Kota Madiun.

ITB Ungkap Potensi Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jawa, Begini Respons BMKG

“Setelah berobat di rumah sakit ternyata tidak membuahkan hasil. Bahkan sempat tidak sadarkan diri. Kemudian pasien ini dirujuk ke RS rujukan Covid-19 sebagai pasien suspek. Kemudian diambil spesimennya untuk uji swab,” jelasnya, Jumat (25/9/2020).

Setelah dirawat beberapa waktu di rumah sakit, akhirnya pasien yang memiliki riwayat penyakit degeneratif ini meninggal dunia. Namun saat itu hasil uji usap belum keluar.

Meski demikian, proses pemakaman kakek-kakek ini dilaksanakan dengan protokol Covid-19. “Hasilnya baru keluar hari ini dan ternyata terkonfirmasi positif Covid-19,” terang Subakri.

Sebagian Lahan HP 16 Mojo Solo Bakal Diberikan ke Pemprov Jateng, Untuk Pindahkan Sekolah?

Untuk saat ini kasus Covid-19 di Kota Madiun terakumulasi sebanyak 122 orang. Sedangkan pasien sembuh mencapai 96 orang. Sebanyak 18 pasien masih menjalani perawat di rumah sakit dan dua orang isolasi mandiri di rumah.

“Hari ini ada penambahan pasien sembuh empat orang. Yaitu kasus nomor 99, 102, 104, dan pasien nomor 105,” kata Subakri.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom