SOLOPOS.COM - Kapal perang SSV BRP Tarlac pesanan Filipina di galangan PT PAL di Surabaya, Minggu (8/5/2016). (Peni Widarti/JIBI/Bisnis)

SSV BRP Tarlac milik AL Filipina menjadi kapal perang pertama yang diekspor PT PAL.

Solopos.com, SURABAYA — Sealift sealift vessels (SSV) Tarlac yang baru saja diselesaikan di Surabaya untuk Angkatan Laut Filipina, menjadi produk kapal perang pertama yang diekspor PT PAL Indonesia. Filipina memesan dua kapal tersebut sejak Juni 2014 dengan nilai kontrak US$92 juta.

Promosi BRI Sambut Baik Keputusan OJK Hentikan Restrukturisasi Kredit Covid-19

Dikutip Solopos.com dari naval-technology.com Ini adalah jenis kapal yang bisa digunakan untuk misi-misi pendaratan amfibi di pantai, termasuk untuk pendaratan kendaraan tempur darat. Kapal ini juga bisa dipakai untuk misi non tempur seperti SAR, bantuan obat-obatan, dan penanggulangan bencana.

Kapal pertama, BRP Tarlac (LD-601), mulai dibuat pada Januari 2015 dan diluncurkan pada Januari 2016. Sedangkan kapal kedua mulai dibangun pada Juni 2015. Rencananya, kapal kedua akan dikirim ke Filipina pada pertengahan 2017.

Direktur Produksi PAL Indonesia, Edi Widarto menambahkan, kapak SSV pertama sendiri saat ini sudah mengandung komponen lokal mencapai 30%. Diharapkan, ke depan konten lokal yang digunakan bisa meningkat hingga 35%.

Spesifikasi teknis

Tarlac Class SSV adalah turunan dari kapal Kelas Makassar milik TNI (yang dibuat oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME)). SSV memiliki panjang total 123 m, dan lebar 21,8 m. Panjang tegak lurus kapal mencapai 107,5 m. Berat standar mencapai 7.000 ton dan total muatan mencapai 11.538 ton.

Kapasitas kargo

Kapal ini bisa memuat empat tank, empat truk, dan dua kendaraan tempur ringan. Selain itu, kapal ini juga mampu memuat dua landing craft utility (LCU) atau landing craft vehicle personnel (LCVP) serta dua perahu karet.

Di bagian depan, dek dapat membawa dua helikopter berukuran medium. Itu belum termasuk hangar untuk menyimpan sebuah helikopter. SSV mampu mengangkut 121 kru dan 500 marinir bersama perlengkapan mereka.

Senjata

Persenjataan utama di depan kapal ini adalah senapan 76 mm. SSV juga dipersenjatai dua senapan 25 mm menghadap buritan.

Radar dan sistem komunikasi

SSV menggabungkan radar navigasi, radar permukaan, radar pencari di udara, dengan sistem kendali elektro-optis untuk persenjataan utama. Sistem radar ini dibuat oleh EID atas pesanan DSME dan PT PAL pada Juni 2015.

Sistem ini dilengkapi sistem kendali komunikasi terintegrasi atau integrated communications control system (ICCS) dan sistem radio Harris VLF-HF serta V/UHF. ICCS merupakan sistem yang dipakai lebih dari 130 kapal di seluruh dunia.

Penggerak

SSV digerakkan oleh mesin disel dan sistem propulsi yang digabungkan dengan dua mesin MAN 9L28/32A medium-speed engines. Setiap mesin baling-baling ini menghasilkan tenaga 2,920kW. Kecepatan maksimum mencapai 16 knot dan dapat terus beroperasi maksimal 30 hari.
Baca juga: Ekspor Kapal Perang ke Filipina, Kapal Perusak PT PAL Dilirik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya