Inilah Sosok Jayabaya yang Ramalannya Dipercaya Sepanjang Masa

Prabu Jayabaya adalah seorang raja dari Kediri yang terkenal ahli meramal dan sampai saat ini ramalan tentang masa depan darinya dipercaya sebagai mitos.

 Ilustrasi ramalan Raja Jayabaya (Sumber: Okezone.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi ramalan Raja Jayabaya (Sumber: Okezone.com)

Solopos.com, SOLO — Ramalan Jayabaya menjadi mitos yang dipercaya masyarakat sejak dulu sampai sekarang. Hal ini disebabkan sosoknya diyakini mampu melihat masa depan dengan cara meramal. Lantas, siapakah sosok Jayabaya sebenarnya?

Dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (7/12/2021), Jayabaya adalah seorang raja yang terkenal dari Kerajaan Kediri. Prabu Jayabaya menyandang gelar Sri Maharaja Warmmeswara Madhusudana Wataranindita Parakrama Digjayottunggadewanama Jayabhayalancana.

Dia dikenal sebagai peramal legendaris yang mampu meramal masa depan. Dia adalah sosok yang membawa Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan.

Baca juga: Ningsih Tinampi Ramalkan Gunung Semeru Meletus Sejak 2020

Nama besar Prabu Jayabaya sampai saat ini masih tercatat dalam ingatan masyarakat Jawa. Namanya muncul dalam berbagai kesusatraan Jawa era Mataram Islam, seperti pada Babad Tanah Jawi dan Serat Aji Pamasa. Konon, Jayabaya adalah titisan Wisnu yang berasal dari negara Widarba.

Prabu Jayabaya merupakan raja terkenal dari Kerajaan Kediri. Saat sudah tua dia dikisahkan turun takhta dan moksa di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Sampai saat ini petilasannya dikeramatkan oleh warga sekitar.

Salah satu hal yang paling terkenal dari Prau Jayabaya adalah ramalannya tentang Nusantara di masa mendatang. Dalam ramalan itu disebutkan akan datang suatu masa penuh bencana di mana gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang, serta laut dan sungai meluap. Masa penuh penderitaan, kesewenang-wenangan, ketidakpedulian, hingga orang-rang licik berkuasa dan orang baik tertindas.

Baca juga: Simak! 3 Dari 4 Ramalan Jayabaya Ini Sudah Terbukti

Tapi, setelah masa yang paling berat itu, akan datang zaman baru, zaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman Keemasan Nusantara. Dan zaman baru itu akan datang setelah datangnya sang Ratu Adil, atau Satria Piningit.

Ramalan Jayabaya itu ditulis ratusan tahun lalu, namun masih menjadi mitos yang dipercaya sebagian orang Jawa masa kini. Hal ini menunjukkan bahwa Prabu Jayabaya adalah seorang peramal legendaris yang populer sepanjang masa.

Baca juga: Ramalan Jayabaya Soal Kiamat, Ini Tanda-Tandanya

Bahkan ada 20 ramalan Jayabaya yang disebut-sebut bakal terjadi pada 2022 mendatang. Prabu Jayabaya telah menyebutkan tahun 2022 masuk dalam tahun ganjil atau kalasurata.

Zaman kalasurata ini menggambarkan tanah Jawa yang banyak dihuni oleh orang yang manis budinya dan lemah lembut hatinya, sehabis itu akan berganti, yang artinya menemui kiamat kubra.

Berita Terkait

Espos Plus

Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

+ PLUS Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

Teknologi drone berkembang pesat. Kegunaan drone makin beragam di banyak sektor. Perusahaan-perusahaan drone mengembangkan pasar berbasis kebutuhan dan manfaat.

Berita Terkini

Kader Terbaik Ustaz Yusuf Mansur Meninggal Kecelakaan, Ini Kisahnya

Ustaz Mahfudz Fauzi meninggal dunia dalam kecelakaan di ruas Tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di KM 281+700 jalur A, Rabu (19/1/2022) lalu.

Getol Kritik Yusuf Mansur, Ini Target Sudarso Arief Bakuama

Sudarso mengaku pada 21 Januari 2022 lalu mereka berdua didatangi seorang kerabat Yusuf Mansur berinisial B.

Pengembangan Teknologi Industri Kesehatan Dukung Kemandirian Nasional

Sektor industri kesehatan termasuk di dalamnya industri farmasi, merupakan salah satu sektor yang diutamakan dalam kondisi pandemi saat ini.

Pernah Miskin, Khaby Lame Kini Konten Kreator Ternama Tanpa Kata-Kata

Khaby Lame salah satu konten kreator paling populer di dunia melalui video yang diunggah di media sosial seperti Instagram dan Tiktok.

Ini Dassault Rafale, Pesawat Tempur Incaran Menhan Prabowo Subianto

Rafale dirancang sebagai pesawat berpangkalan di daratan maupun di kapal induk.

Pemerintah Bakal Beli 36 Pesawat Dassault Rafale

Dassault Rafale adalah pesawat tempur serbaguna generasi ke-4.5, bermesin dua, dan bersayap delta asal Prancis yang dibuat oleh Dassault Aviation.

Muhammadiyah: Kebijakan PPPK Ancam Penyelenggara Pendidikan Swasta

Muhammadiyah mengusulkan guru honorer yang lulus seleksi PPPK ditempatkan di sekolah awal tempat mereka mengajar.

Elon Musk Ungkap Kekhawatiran Punahnya Populasi Manusia, Ini Sebabnya

Elon Musk mengungkapkan kekhawatirannya akan populasi manusia yang terancam punah akibat menurunnya angka kelahiran dan tingkat kesuburan.

Inna Lillahi, Ustaz Yusuf Mansur Kehilangan Kader Terbaik

Saat menulis status di Instagram itu Yusuf Mansur tengah dalam perjalanan ke Tegal untuk menjemput jenazah almarhum.

Ini Beda Dua Gugatan TKW terhadap Ustaz Yusuf Mansur di PN Tangerang

Ustaz Yusuf Mansur menghadapi gugatan kedua terkait investasi tabung tanah, di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (18/1/2022) lalu.

+ PLUS Mengukur Urgensi Dana APBN untuk Proyek IKN

“Karena dananya hampir setengah kuadriliun rupiah, jadi bukan bicara triliun lagi.”

+ PLUS Terburu-Buru Menuju Bonus Sambal Terong

Pembahasan RUU IKN hingga ditetapkan menjadi undang-undang hanya butuh waktu 42 hari. Undang-undang ini potensial digugat ke Mahkamah Konstitusi terutama karena aspek partisipasi publik yang tidak bermakna.

Eks TKW Gugat Yusuf Mansur karena Somasi Tidak Digubris

Gugatan itu dilayangkan setelah upaya persuasif dengan menelepon dan mengirim somasi tidak digubris oleh Yusuf Mansur.

KPK Sita Uang Ratusan Juta Hasil OTT Hakim dan Panitera PN Surabaya

KPK menyita uang ratusan juta rupiah saat melakukan OTT Hakim PN Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat, panitera pengganti PN Surabaya, Mohammad Hamdan, dan pengacara di Surabaya, Rabu (19/1/2022).

Terkuak! Hakim PN Surabaya yang Terkena OTT KPK Punya Tanah di Solo

Hakim PN Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat, yang terjaring OTT KPK memiliki tanah dan bangunan di wilayah Soloraya, yakni Kota Solo dan Kabupaten Boyolali.