Abah Lala, pencetus senggakan cendol dawet. (Youtube)

Solopos.com, SOLO – Lagu campursari berbahasa Jawa yang dibawakan Didi Kempot tengah menguasai jagat musik Tanah Air. Lagu-lagu Didi Kempot diputar di berbagai tempat, mulai dari warung kaki lima hingga mal di pusat kota.

Lagu Didi Kempot seperti Pamer Bojo, Kangen Nickerie, Cidro, hingga Layang Kangen seolah punya aura magis. Lagu dari penyanyi berjuluk The Godfather of Brokenheart itu menjadi lagu wajib di berbagai kesempatan.

Uniknya lagu bertema patah hati tersebut diwarnai dengan senggakanalias sorakan nyeleneh di tengah liriknya. Senggakan itu diteriakkan oleh para penonton untuk mengiringi nyanyian sang idola.

Salah satu senggakan yang paling sering dipakai adalah cendol dawet seger hingga hoka hoke. Tahukah Anda siapa pencipta senggakan tersebut?

Baca juga:

Dory Harsa The Next Didi Kempot?

Cidro Didi Kempot Jadi #LaguWajibPatahHati2019

Dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (8/10/2019), senggakan cendol dawet dipopulerkan oleh Agus Purwadi alias Abah Lala. Sorakan tersebut berasal dari personel yang tergabung dengan grup musiknya, MG-86.

Senggakan cendol dawet tersebut dibuat berdasar keprihatinannya terhadap anak-anak masa kini. Sebab, anak-anak masa kini sering memelesetkan lirik lagu menjadi sesuatu yang berarti tidak pantas. Hal itulah yang kemudian membuatnya mencetuskan senggakan cendol dawet.

Inilah lafal senggakan yang sering diucapkan Sobat Ambyar saat menonton konser Lord Didi Kempot:

Cendol dawet, cendol dawet seger. Cendol cendol dawet dawet. Cendol cendol dawet dawet. Cendol dawet seger piro, lima ngatusan. Terus gak pake ketan. Ji ro lu pat nem pitu wolu. Tak gintang-gintang. Tak gintang-gintang. Tak gintang-gintang. Slolololo. Josss.”


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten